Hadapi Pesta Demokrasi Pemilu 2024, Mahasiswa KKN Tematik FAIPG UNIDA Ajak Warga Desa Cileungsi Cerdas Memilih Pemimpin
Sebagai upaya memberikan edukasi dalam rangka menyambut pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) yang melaksanakan pengabdian di Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor selenggarakan kegiatan Seminar Politik dalam Islam, Rabu (9/8/2023) di Kantor Desa Cileungsi.
Mengangkat tema bertajuk “Cerdas dalam Pemilu 2024”, seminar ini mengundang Dosen FAIPG UNIDA yang juga merupakan Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I sebagai narasumber.
Hasbiya Salsabila selaku Ketua Pelaksana menuturkan, pembelajaran politik bagi masyarakat menjadi suatu hal yang penting. Terlebih saat ini akan menghadapi tahun politik yang mana ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana menjadi pemilih yang cerdas.
“Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat agar tidak golput dan menjadi pemilih yang cerdas guna memilih pemimpin terbaik,” ungkapnya.
Hadir memberikan sambutan, Sekretaris Desa Cileungsi Junaedi mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T FAIPG UNIDA tersebut. Ia mengatakan bahwa pendidikan politik sangat penting agar masyarakat di Desa Cileungsi tidak terpengaruh politik identitas dan bisa menjadi pemilih yang cerdas.
Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I dalam pemaparan materinya menjelaskan, setiap orang adalah pemimpin yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Mulai dari tingkat tertinggi seperti Presiden, hingga Kepala Keluarga.
“Kepemimpinan dalam pandangan Al-Qur’an bukan sekedar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah. Kepemimpinan adalah amanah, titipan Allah SWT, bukan sesuatu yang diminta apalagi dikejar dan diperebutkan.
Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menerangkan, kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalam menjalankan tanggung jawab melayani rakyat.
“Semakin tinggi kekuasaan seseorang, hendaknya semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bukan sebaliknya, digunakan sebagai peluang untuk memperkaya diri, bertindak zalim dan sewenang-wenang,” terangnya.
Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menambahkan, pemimpin adalah salah satu hal penting dan berpengaruh dalam kehidupan kelompok, oleh sebab itu masyarakat tidak boleh golput. Hal tersebut dikarenakan satu suara sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di lima tahun ke depan. Pemimpin yang baik harus memiliki sikap jujur dalam perkataan dan tindakan, amanah, bertanggung jawab, dan cerdas. Selain itu, pemimpin juga haruslah yang seiman dan mampu bersikap adil serta bijaksana dalam mengurus negara beserta rakyatnya disertai visi-misi yang sejalan dengan ajaran islam.
“Pemilu 2024 sudah ada di depan mata dan setiap masyarakat Indonesia yang mempunyai hak pilih diharuskan untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan apa yang ia inginkan,” tambahnya.
Sementara itu, Atin sebagai salah satu peserta mengatakan, kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T FAIPG UNIDA ini sangat bermanfaat. Warga Desa Cileungsi diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang bagaimana menjadi pemilih cerdas untuk memilih pemimpin yang adil, bijaksana dan benar peduli kepada rakyat.
“Sebentar lagi Indonesia akan memasuki tahun politik pada 2024 nanti, di dalam kegiatan seminar politik ini di jelaskan juga bagaimana cara menjadi pemilih yang cerdas agar bisa terhindar dari pemimpin yang tidak peduli kepada masyarakat, dan bagaimana menjadi pemilih yang cerdas menurut pandangan agama Islam,” ujarnya.
