Hadir pada Pengukuhan Guru Besar Rektor UNIDA, Kepala LLDIKTI IV Apresiasi Konsistensi dan Capaian Prestasi UNIDA sebagai Kampus Unggul
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum, hadir dan memberikan sambutan dalam prosesi Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Bimbingan Konseling Universitas Djuanda (UNIDA), Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I, pada Sidang Terbuka Senat Dewan Guru Besar yang berlangsung di Aula Gedung C Kampus UNIDA, Sabtu, 24 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Dr. Lukman, S.T., M.Hum menyampaikan apresiasi atas capaian UNIDA sebagai 11 perguruan tinggi swasta dengan jumlah profesor terbanyak di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, termasuk keberhasilannya meraih akreditasi Unggul dan menjaga konsistensi peningkatan jabatan akademik dosen. Ia juga menegaskan bahwa Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah merupakan satu-satunya Guru Besar Manajemen Bimbingan Konseling di Jawa Barat dan Banten.
“Alhamdulillah, UNIDA saat ini termasuk dalam 11 perguruan tinggi swasta dengan jumlah profesor terbanyak di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten. UNIDA juga telah meraih akreditasi Unggul, dan Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah menjadi satu-satunya Guru Besar Manajemen Bimbingan dan Konseling di wilayah Jawa Barat dan Banten,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Lukman, S.T., M.Hum menjelaskan bahwa pencapaian jabatan akademik Guru Besar merupakan proses panjang yang penuh tantangan dan masih menjadi perhatian serius secara nasional. Di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten terdapat sekitar 420 perguruan tinggi dengan 3.036 program studi.
“Secara ideal, setiap program studi memiliki satu profesor sehingga dibutuhkan sedikitnya 3.000 profesor. Namun saat ini, jumlah profesor yang tercatat masih berada di kisaran 390 orang, dan yang aktif sesuai ketentuan sekitar 290 profesor,” jelasnya.
Dalam konteks nasional, Dr. Lukman, S.T., M.Hum mengungkapkan bahwa dari sekitar 330 ribu dosen, hanya sekitar 12.500 orang atau sekitar tiga persen yang berhasil mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar. Sementara itu, di wilayah Bogor dan Sukabumi, jumlah Guru Besar hingga saat ini baru mencapai 21 orang.