Hadirkan Pakar Bioteknologi Reproduksi Hewan sebagai Dosen Tamu, Bentuk Tindak Lanjut Kerja Sama Prodi Peternakan FAPERTA UNIDA dengan BRIN
Program Studi
Peternakan Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan
Kuliah Umum dengan tema "Perkembangan Bioteknologi Reproduksi Ternak dalam
Mendukung Percepatan Ketersediaan Bibit Ternak dalam Pemenuhan Kebutuhan Daging
Nasional". Kegiatan tersebut diisi oleh Prof. Dr. Ir. Syahruddin Said,
M.Agr.Sc., IPU, ASEAN Eng pakar bioteknologi reproduksi hewan Badan Riset dan
Inovasi Nasional (BRIN) yang dilaksanakan pada Kamis, 18 Januari 2024 di Ruang
Kelas FAPERTA, Gedung B UNIDA.
Kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut dalam kerja sama bidang Pendidikan Program Studi Perternakan FAPERTA UNIDA dengan Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Turut hadir dalam
kegiatan ini Wakil Dekan Akademik FAPERTA UNIDA Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si.,
Ketua Prodi Peternakan FAPERTA UNIDA Dewi Wahyuni, S.Pt., M.Si., Sekretaris Prodi Peternakan Ikhsan
Qodri Pramartaa, S.Pt, moderator kegiatan Dr. Ir. Ristika Handarini, MP, para dosen
Prodi Peternakan dan diikuti oleh mahasiswa Prodi Peternakan FAPERTA UNIDA.
Ketua Prodi Peternakan FAPERTA UNIDA Dewi Wahyuni, S.Pt., M.Si., dan Dosen Prodi Peternakan FAPERTA Dr. Ir. Ristika Handarini, MP dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentingnya kebutuhan akan protein hewani harus dipikirkan untuk beberapa tahun kedepan, dan berpesan kepada mahasiswa untuk memperhatikan dan menikmati kuliah umum dengan cermat.
Prof. Dr. Ir. Syahruddin Said, M.Agr.Sc., IPU, ASEAN Eng menjelaskan persoalan pangan dan kesehatan di Indonesia. Setiap tahun Penduduk Indonesia naik 1% dan tahun 2020 270 juta jiwa, konsekuensinya adalah persoalan pangan dan kesehatan, setiap bagian masyarakat berhak mendapatkan kecukupan dalam hal pangan dan kesehatan, karena semakin tinggi jumlah penduduk, maka semakin tinggi pula kebutuhan akan pangan dan kesehatan.
"Perkembangan bioteknologi reproduksi saat ini sudah memasuki fase ke-5, fase pertama diawali dengan penemuan Inseminasi Buatan (IB) tahun 1819 dan saat ini sudah fase kelima, pengembangan Omics (Kajian urutan basa nitrogen yang dapat diterjemahkan menjadi protein). Bioteknologi yang sudah masiv digunakan di Masyarakat adalah IB dan TE, sementara bioteknologi lainnya masih pada proses pengenalan dan riset lebih lanjut," ungkapnya.

Kegiatan ditutup
dengan penyerahan sertifikat penghargaan dan foto bersama dosen tamu dan mahasiswa
peserta kuliah umum.