Hari Bahasa Ibu Internasional
Oleh: Maya Apriyana, S.E
(Asisten Dosen pada Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru)
UNESCO sebagai Organisasi
Pendidikan, Ilmiah dan Kebudayaan dalam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)
menetapkan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Dalam
sejarahnya Hari Bahasa Ibu Internasional berasal dari pengakuan Internasional terhadap
Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh. Resolusi bahasa internasional
ini disarankan oleh Rafiqul Islam, seorang Bangli yang tinggal di Vancouver,
Kanada. Ia menulis surat kepada Kofi Annan pada tanggal 9 Januari 1998,
memintanya untuk mengambil langkah untuk menyelamatkan bahasa dunia dari
kepunahan dengan mendeklarasikan Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day).
bahasa merupakan alat komunikasi
manusia yang tersusun secara kata, beberapa kata, klausa atau dalam kalimat
yang diungkapkan secara lisan dan tulisan. Selain itu, bahasa juga digunakan
sebagai penyampaian yang menjelaskan isi pikiran dalam bentuk ide maupun
gagasan kepada lawan bicara. (Noerhamzah,2019)
Secara kajian linguistik, bahasa
ibu disebut mother tongue atau native language yaitu perolehan bahasa
yang pertama kali dikuasai oleh anak yang secara natural menjadi alat komunikasi antara ibu dan anak
sehingga menjadikan alat pikiran secara alami. Melalui bahasa ibulah
konsepkonsep awal mulai dicerna. Sedangkan, secara psikologis bahasa ibu adalah
simbol identitas yang berasal dari daerahnya. (Ibda, 2017)
Indonesia sebagai negara yang kaya akan bahasa daerah memiliki ribuan bahasa dan ragam
bahasa. Hal ini berdasarkan Hasil penelitian bahasa daerah di Indonesia yang
sering dikutip dari data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa)
dan Summer Institute of Linguistics
(SIL) International. Penelitian yang dilakukan sejak 1991 sampai 2019, terdapat
718 bahasa daerah dari 2.560 titik pengamatan. Sementara itu, berdasarkan
penelitian SIL International dengan proyek Ethnologue 2019 ada 710 bahasa
daerah. (Badan Bahasa, 2023)
Sejalan dengan data tersebut
dalam kehidupan sehari‐hari, masyarakat Indonesia cenderung berkomunikasi menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu
di daerah masing‐masing. Hanya sekitar 7% dari penduduk Indonesia memakai
Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu atau bahasa pertama (Haerudin, 2017).
Karena, secara konseptual bahasa ibu tidak diajarkan di sekolah. Ha ini dikarenakan
sistem sekolah sudah menggunakan Bahasa Indonesia yang status/kategorinya sudah
masuk kedalam bahasa kedua dan prosesnya mendapatkannya adalah melalui
pembelajaran bahasa.
Begitu banyaknya jumlah bahasa
daerah di Indonesia maka diperlukan
generasi penerus untuk bisa mempertahankan bahasa ibu tersebut. Karena bahasa
berkaitan dengan budaya dan sebagian besar budaya terkandung di dalam bahasa
yang diekspresikan melalui bahasa. Dan,
budaya suatu daerah sangat ditentukan oleh bahasa yang dilestarikan oleh
masyaratnya. Bahasa dan budaya yang memiliki ciri yang halus, unik, serta
memiliki karakter akan memberikan citra yang baik dan memiliki rasa kehormatan
tersendiri.
Di hari peringatan bahasa ibu
internasional ini menjadikan sebagai momentum bahasa daerah maupun Bahasa
Indonesia sebagai bahasa ibu yang digunakan sebagai alat komunikasi yang
dipergunakan oleh masyarakat Indonesia diera globalisasi dan informasi yang
begitu cepat sehingga masyarakat dituntut untuk bisa berada di posisi
multibahasa untuk mengikuti perkembangan zaman.
Dengan adanya hari ibu
internasional juga diharapkan dapat meningkatkan dan menumbuhkan kembali
kesadaran akar budaya yang nyaris terlupakan. Sehingga, mempertahankan bahasa
ibu menjadi penting agar kekayaan bahasa dan budaya Indonesia tidak tercerabut
dan hilang. Karena bahasa dan budaya menjadi penentu kemajuan bangsa. Semakin
besar suatu bangsa, maka semakin besar pula penghormatan terhadap bahasa yang
dimiliki.
DAFTAR PUSTAKA
Haerudin, Dingding. 2017 21
Februari Hari Bahasa Ibu Internasional
http://perpustakaan.upi.edu/hari‐bahasa‐ibu‐internasional‐tahun‐2022/
dikases pada tanggal 14 februari 2023 https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/ diakses
pada tanggal 15 Februari 2023
Ibda,
Hamidulloh. 2017. Urgensi Pemertahanan Bahasa Ibu di Sekolah Dasar. Shahih.
LP2M IAIN Surakarta