Hari Kepanduan Sedunia
Oleh: Rio Ranbilal
D.2011006
(UKM Pramuka / Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik FISIPKOM Universitas Djuanda)
Pandu
atau di Indonesia biasa disebut Pramuka adalah gerakan yang dibentuk oleh Baden
Powel pada tahun 1908 di inggris, kepanduan pertama di bagi dalam kelompok
laki-laki dan perempuan,diberi nama “Boy Scout” untuk laki-laki dan “Girl
Scout” untuk perempuan,dikutip dari laman scout.org anggota Kepanduan di
seluruh dunia saat ini melebihi 50 juta orang yang tersebar di lebih dari 200
negara.
Biografi Bapak Pandu Dunia
Tanggal 22 Februari merupakan hari
diperingatinya kelahiran sang tokoh pandu tersebut sekaligus merupakan hari
Kepanduan Dunia, Baden Powel atau Lord Robert Stephenson Smyth Baden Powel of
gilwell merupakan anak ke delapan dari sepuluh bersaudara memikili nama kecil
pada umur 3 tahun ayahnya meninggal dan dia pun diasuh oleh ibunya, Henriatte
Powel.
Saat
bersekolah di Charterhouse School, Baden Powell mulai tertarik dengan alam
terbuka, ia memasuki hutan, dan juga berburu hewan. Beliau wafat pada 8
Januari 1942 pada usia 83 tahun,dimakamkan di Nyeri,Kenya, Afrika, tuganya pun
dilanjutkan oleh sang Istri, Lady Olave Baden Powell.
sumber: https://tirto.id/sejarah-baden-powell-biografi-bapak-kepanduan-pramuka-dunia-gav1
Sejarah Hari
Kepanduan Sedunia
Sebelum kepanduan dunia
dibentuk, awalnya Baden Powel mengadakan kemah untuk anak laki-laki yang
diadakan di pulau Brownsea pada tahun 1907, kegiatan itu masih dilakukan di
tahun berikutnya, bahkan lebih sering, yakni setiap dua minggu sekali, mereka
yang mengikuti kegiatan ini memiliki minat yang tinggi terhadap Pramuka.
Melihat peserta yang cukup banyak, Baden Powel akhirnya
mendirikan kantor untuk pelatihan dan pendidikan untuk peserta Pramuka,
kemudian di tahun 1920 gerakan tersebut menampung lebih banyak peserta, dan
untuk pertama kalinya, Jambore dilaksanakan dengan 8.000 peserta dari 34
negara. Saat Jambore pertama selesai, Baden Powel ditunjuk sebagai ketua
Pramuka dunia, gelar itu ia pegang hingga meninggal, sembilan tahun
kemudian,yaitu pada jambore dunia ketiga, Pangeran Wales mengumumkan Baden
Powel diberi gelar bangsawan dan menjadikan Gilwell Park sebagai pusat
pelatihan internasional untuk memimpin pandu, inilah awal perjalanan Hari
Kepanduan Sedunia.
sumber:
https://news.detik.com/berita/d-6218882/siapa-pencetus-lambang-tunas-kelapa-ini-profil-dan-sejarahnya
Sejarah Kepanduan
di Indonesia tidak lepas dari pengaruh kolonial Hindia Belanda, pada tahun 1916
Mangkunegara VII membentuk Javaansche Padvinders Organisatie. Setelah itu
muncul gerakan-gerakan yang dikelola oleh organsasi-organisasi pergerakan,
seperti Hizbul Wathan (Muhammadiyah), Nationale Padvinderij (Boedi Oetomo,
Sarekat Islam Afdeling Padvinderij (Sarekat Islam), Nationale Islamietische
Padvinderij (Jong Islamieten Bond), dan lain-lain. Pasca-kemerdekaan, gerakan
kepanduan mulai surut, hingga pada tahun 1960 pemerintah dan MPRS berupaya
untuk membenahi organisasi kepanduan di Indonesia, pada 9 maret 1961 Presiden
Soekarno mengumpulkan tokoh-tokoh gerakan Pandu di Indonesia dan mengatakan
gerakan Pandu di Indonesia perlu diperbaharui, akhirnya, seluruh organisasi
kepanduan dilebur menjadi satu dengan nama Pramuka, Dalam kesempatan ini juga
presiden membentuk panitia pembentukan gerakan Pramuka yang tediri dari Sultan
Hamengkubuwono XI, Prof. Prijono. Dr. A. Aziz Saleh serta Achmadi. Peristiwa
ini dikenal sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka. Hasi dari kerja panitia
tersebut yaitu dikeluarkannya lampiran keputusan Presiden nomor 238 tahun 1961
pada 20 Mei 1961 tentang gerakan Pramuka. Istilah Pramuka dikemukakan oleh Sri
Sultan Hamengkubuwono IX, berasal dari kata Poromuko yang berarti pasukan
terdepan dalam perang. tetapi, kata Pramuka diterjemahkan menjadi Praja Muda
Karana yang berarti “Jiwa Muda yang Gemar Berkarya”. Sultan Hamengkubuwono IX
menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama dan terpilih
kembali hingga tahun 1974. beliau berjasa melambungkan Pramuka Indonesia hingga
ke luar negeri.
Oleh karena itu, gelar
bapak Pramuka Indonesia ini disematkan kepada Sultan kerajaan Yogyakarta
ini,Adapun istilah Pramuka resmi digunakan untuk menyebut gerakan Kepanduan
nasional baru terjadi cukup lama setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada 14
Agustus 1961, sehingga pada tanggal 14 agustus diperingati sebagai Hari Pramuka
Nasional.