Hari Kunjung Perpustakaan dan Membaca
Tepat 27 Tahun hari
kunjung perpustakaan, kita menyadari betul
kondisi saat ini untuk mengunjungi perpustakaan tidaklah semudah sebelum
Pandemi COVID-19 melanda negeri kita walaupun mulai berangsur membaik. Pada
bulan September ini ada 2 hari besar dibidang perpustakaan , 8 September
sebagai hari literasi nasional dan internasional, dan tepat tanggal 14
September diperingati hari kunjung perpustakaan. Kedua hari ini sangat terkait
karena bagaimanapun budaya literasi ini salah satunya akan meningkat dengan ada
kunjungan ke perpustakaan, dengan berkunjung ke perpustakaan masyarakat dapat
mendapatkan pengetahuan baru ataupun
mempunyai energy untuk meningkatkan pengetahuannya.Kedua hari besar ini
mempunyai tujuan yang sama yaitu dengan pembiasaan berkunjung ke perpustakaan
dan kebiasan untuk membaca. Dengan membaca, cara berpikir akan terbuka dan
menyerap banyak ilmu pengetahuan, dapat di artikan juga minat baca akan
berpengaruh terhadap kehidupan individu dan bangsa di masa yang akan datang
Kalau
melihat sejarah, mengutip dari websitenya Perpustakaan Nasional ini
tidak lepas dari Ketetapan Presiden Soeharto kepada Kepala Perpustakaan
Nasional RI, dengan Surat bernomor 020/A1/VIII/1995 , tanggal 11 Agustus 1995 .
di dalam surat berisi mengenai tentang usulan hari kunjung perpustakaan pada
tanggal 14 September 1995. Pada saat itu
Presiden Soeharto mempunyai harapan dengan adanya ketetapan itu, serta
memberikan tujuan yang positif bagi gerakan aktivis inteletual di Indonesia
utamanya di dalam penyebaraan gerakan membudayakan membaca bagi generasi bangsa Indonesia.
Budaya
membaca bukan tugas perpustakaan saja, ataupun elemen yang ada di dalam
perpustakaan , budaya membaca harus ditumbuhkan dari sejak dini, begitu juga
dengan berkunjung dan membaca diperpustakaan harus ditumbuhkan dari lingkungan
terdekat , yaitu keluarga , biasakan untuk diajak ke perpustakaan daripada
diajak ke Mall, Perpustakaan juga harus dapat menyediakan fasilitas yang baik
dengan kelengkapan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pemustakaanya.,
Keharusan
membaca tercantum didalam Alquran , pada Surat Al Alaq ayat 1-5 , Artinya :
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui.”
Dari
ke lima ayat tadi dapat diambil hikmah yang sangat berharga bahwa membaca merupakan perintah pertama kali yang
disebut Alquran. Oleh karena itu budaya
membaca harus terus dibudayakan baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam
lingkup yang lebih luas yaitu di perpustakaan misalnya, dengan berkembangnya
teknologi informasi dan komunikasi, di era industry 4.0, perpustakaan harus
bisa bertransformasi untuk memenuhi kebutuhan penggunanya , bertransformasi ke arah
digital lebih tepatnya, jadi pengunjung perpustakaan dimanjakan dengan pilihan
, kunjungan secara offline , yaitu datang langsung ke perpustakaan atau dengan
mengakses perpustakaan digital., kedua ini sama sama mengajak pengguna
perpustakaan untuk berkunjung ke perpustakaan serta mengajak untuk meningkatkan
membaca, menjadikan membaca menjadi sebuah kebutuhan selain sandang dan pangan
. Dengan membudayakan kegemaran untuk datang ke Perpustakaan , membaca akan menjadi sebuah kebutuhan. Di
hari kunjung perpustakaan tahun ini
diharapkan, dapat memaknai pentingnya perpustakan dan minat baca
diperpustakaan. Selamat Hari Kunjung Perpustakaan.