[email protected] 0251-8240773
Berita

Hari Susu Dunia, Momentum Memajukan Industri Susu Nasional

Ditulis Dalam Rangka Menyambut Hari Susu Sedunia

Oleh : Siti Aminah, S.Pt., M.Si (Dosen Teknologi Pangan, Fakultas Ilmu Pangan Halal Universitas Djuanda Bogor)

Setiap tanggal 1 Juni kita peringati Bersama sebagai Hari Susu Dunia sejak pertama kali ditetapkan oleh Organisasi Pertanian dan Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2001. Ketetapan tersebut muncul seiring dengan kesadaran bersama dan wujud penghargaan akan peran penting susu dalam meningkatkan status gizi manusia secara global. Kegiatan ini menjadi acara tahunan di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Sejak tanggal 1 Juni 2009 melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 2182/KPTS/PD.420/5/2009, dengan tajuk Hari Susu Nusantara, Indonesia mulai turut serta meramaikan Hari Susu Dunia.

Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki kandungan gizi baik makronutrien maupun mikronutrien yang lengkap. Pada susu, terkandung functional protein yaitu rangkaian polipeptida yang tidak tercerna oleh enzim pencernaan dan dapat diserap di saluran intestinal yang bersifat aktif dan memiliki fungsi khusus. Fungsi khusus tersebut antara lain : 1) Sistem kardiovaskular (antihipertensi, antithrombotic, hipokolesterolemik), 2) Sistem syaraf (aktivitas agonis dan antagonis), 3) Sistem pencernaan (pengikatan mineral, Gerakan intestinal, antibakteri), 4) Sistem kekebalan tubuh (immunomodulator, citomodulator).

Di luar kandungan protein, lemak susu terutama terdiri dari triasilgliserol (~98%), sejumlah kecil mono dan diasilgliserol (~2%), fosfolipid (~1%), sterol (~0,5%), asam lemak bebas (0,1%) dan vitamin yang larut dalam lemak (Pereira 2014). Salah satu fraksi lemak, yaitu Conjugated Linoleic Acid (CLA) merupakan senyawa yang memiliki sifat biologi yang istimewa sehingga terbukti dapat berperan sebagai antidiabetes, antikanker, antiatherogenic, modulasi kekebalan tubuh, perangsang pertumbuhan dan anti kegemukan. Secara alami, CLA dihasilkan pada ternak ruminansia (sapi, kambing, domba) dan sebagai hasilnya lemak susu adalah sumber alami terkaya dari CLA. Kalsium susu adalah satu-satunya sumber kalsium dengan tingkat penyerapan > 30 % -40 % pada susu dan olahan susu lainnya termasuk khususnya susu fermentasi dibanding < 20 % pada sumber pangan selain susu. Begitu istimewanya gizi yang terkandung dalam susu, sehingga dianjurkan untuk rutin mengkonsumsi susu sejak balita. Kehilangan kesempatan mengkonsumsi protein hewani pada masa emas tersebut, tak dapat digantikan dengan yang lainnya ketika sudah dewasa. Jika hal ini terjadi, maka berakibat pada hilangnya potensi emas satu generasi.

Begitu pentingnya konsumsi susu oleh masyarakat mengundang tantangan tersendiri bagi industry susu dari industri hulu hingga industri hilir. Tantangan pemenuhan kebutuhan susu nasional nyatanya masih menjadi polemik. Menurut publikasi dari FAO (Dairy Market Review: Overview of Global Dairy Market Developments in 2020) yang terbit pada bulan April 2021, kondisi industri susu Indonesia masih sangat tergantung pada impor. Jumlah produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan yang sangat tinggi. Oleh karenanya, angka impor susu masih cukup tinggi. Pada tahun 2016-2018 angka impor Indonesia mencapai rata-rata 2.849, dan pada tahun 2019 dan 2020 berturut-turut mencapai 3.212 dan 3.062 ribu ton. Hal ini disebabkan produktivitas sapi perah nasional yang belum mencukupi angka kebutuhan.

Di sisi lain, industri hilir susu memperlihatkan adanya perkembangan. FAO mencatat pada tahun 2020 terjadi kenaikan ekspor produk susu dari Indonesia, dari rata-rata 48 pada tahun 2016-2018, meningkat menjadi 52 pada tahun 2018, dan lebih meningkat lagi menjadi 59 ribu ton pada tahun 2020. Hal ini menggambarkan adanya peluang industry susu nasional meningkatkan nilai ekspor produk susu. Adanya kenaikan nilai ekspor produk susu ini tentunya seiring dengan semakin baiknya manajemen keamanan dan pengendalian mutu pangan, serta sumber daya manusia yang semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk olahan susu.

Berbicara SDM yang kreatif dan inovatif, tak lepas dari peran perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan industry susu nasional. Berbagai riset dalam rangka penganekaragaman produk olahan susu, peningkatan mutu  yang berujung pada peningkatan daya saing produk olahan susu perlu dikembangkan. Tidak hanya itu, berbagai hasil riset inovasi dari perguruan tinggi seharusnya dapat didiseminasikan baik oleh peternak sapi perah terkait dengan peningkatan produktivitas dan mutu susu, maupun oleh industry pengolahan susu agar produk yang dihasilkan mampu bersaing hingga ke pasar internasional.

Hal ini tentu saja tidak bisa terlaksana dengan baik tanpa adanya kerjasama yang baik antara berbagai pihak (Perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, maupun stake holder terkait). Semoga peringatan Hari Susu Dunia sekaligus Hari Susu Nasional, 1 Juni 2022 mampu menjadi momentum bagi kita semua untuk mengoptimalkan peran kita demi memajukan persusuan nasional.