HIMAKSI FEB UNIDA Gelar Seminar Gebyar Akuntansi 2025: Peran Pelaku Ekonomi dalam Menghadapi Persaingan di Era Teknologi Modern
Bogor, 28 Februari 2025 – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan Seminar Gebyar Akuntansi 2025 bertema “Peran Pelaku Ekonomi dalam Menghadapi Persaingan di Era Teknologi Modern.” Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Gebyar Akuntansi 2025, yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa dan pelaku ekonomi tentang tantangan serta strategi beradaptasi di era digital.
Acara ini dihadiri oleh Dekan FEB UNIDA, Prof. Dr. Hj. Sri Harini, Dra., M.Si., Ketua Program Studi Akuntansi FEB UNIDA, Indra Cahya Kusuma, S.E., M.Si., serta mahasiswa Akuntansi dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Bogor.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hj. Sri Harini menyampaikan bahwa seminar ini menjadi ajang untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama dalam menghadapi era digitalisasi. Melalui seminar ini, diharapkan mahasiswa Akuntansi UNIDA serta peserta lainnya dapat memahami pentingnya adaptasi teknologi dalam dunia bisnis serta mampu menerapkan strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan di era digital.
“Siswa dan mahasiswa adalah bagian dari pelaku ekonomi, selain dunia industri, bisnis, dan juga pemerintah. Kalian adalah masa depan. Oleh karena itu, kita perlu memahami bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing ekonomi,” ujarnya.
Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga menampilkan contoh nyata dari perusahaan yang sukses dalam melakukan transformasi digital, seperti Netflix, Gojek, dan Amazon. Seminar ini juga menjadi ajang kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam menggali peluang di industri yang semakin dinamis.
Sebagai pembicara utama, Tedy M Noor memaparkan materi mengenai “Strategi Bisnis di Dunia Digital: Mengoptimalkan Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing”. Ia menekankan bahwa transformasi digital adalah langkah yang harus diambil oleh setiap pelaku ekonomi untuk tetap kompetitif di era modern.
“Integrasi teknologi dalam berbagai aspek bisnis menjadi faktor utama dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Selain itu, transformasi digital memungkinkan terciptanya inovasi produk dan layanan yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan,” terangnya.
Dalam era digital, pemanfaatan media sosial menjadi salah satu strategi pemasaran yang efektif. Media sosial tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai platform pemasaran berbasis data.
“Dengan strategi digital marketing yang tepat, seperti penggunaan SEO, SEM, dan influencer marketing, bisnis dapat meningkatkan visibilitas serta menjangkau audiens yang lebih luas. Adaptasi terhadap tren penggunaan perangkat mobile juga menjadi perhatian penting. Meningkatnya jumlah pengguna smartphone, bisnis harus memastikan platform mereka mobile-friendly agar pelanggan dapat mengakses layanan dengan lebih mudah,” tuturnya.
Tedy M Noor kemudian menjelaskan, teknologi juga memungkinkan otomatisasi dalam proses bisnis. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan chatbot dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dengan memberikan layanan yang cepat dan efisien.
“Oleh karena itu analisis data menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan strategis, di mana pemanfaatan big data dapat membantu bisnis memahami tren pasar dan perilaku konsumen. Tidak hanya itu, keamanan siber juga menjadi aspek krusial dalam transformasi digital,” jelasnya.