HIMATEPA UNIDA Gelar Pelatihan Bakery untuk Siswa SMA/SMK, Kenalkan Inovasi Produk Sehat Berbahan Lokal
Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEPA) Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar Pelatihan Bakery yang diikuti puluhan siswa SMA/SMK se-Bogor Raya dan Sukabumi pada Sabtu (10/02/2026) bertempat di Ruang Kelas dan Laboratorium Pangan Fakultas Ilmu Pangan Halal UNIDA. Kegiatan tersebut menghadirkan Titi Rohmayanti, S.Si., M.Si. sebagai narasumber yang juga sekaligus Kepala Lab Teknologi Pangan.
Ketua Pelaksana Pelatihan Bakery, Siti Nurjanah pada sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini membahas keterampilan dasar bakery yang meliputi pengenalan bahan dan fungsinya, teknik pengolahan adonan, serta proses pemanggangan yang benar.
"Selain membahas tentang keterampilan dasar bakery, peserta juga dibekali pemahaman tentang prinsip keamanan pangan dan kehalalan produk serta pengembangan kreativitas dalam pembuatan produk bakery bernilai gizi, dengan pemanfaatan bahan pangan fungsional sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya enak, tetapi juga sehat dan aman dikonsumsi," ujarnya.
Dekan FIPHAL UNIDA, Dr. Ir. Helmi Harris, M.Si., dalam sambutannya menegaskan peran aktif universitas dalam pengembangan keterampilan dan kewirausahaan di bidang pangan.
“Pelatihan bakery menjadi salah satu sarana strategis untuk membangun dasar keterampilan teknis, pemahaman proses produksi, serta pengetahuan bahan dan teknik pengolahan bakery yang benar. Selain itu, melalui pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas generasi muda dalam menciptakan variasi produk bakery yang menarik dan berkualitas.” Pungkasnya.
Masuk ke sesi pemateri, Titi Rohmayanti, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwasanya produk bakery konvensional seperti roti, cake, dan muffin memang populer karena rasanya enak dan mudah dibuat, namun sebagian besar masih bergantung pada tepung terigu impor dan minim manfaat kesehatan.
"Kami memperkenalkan konsep bakery sehat sebagai alternatif lebih cerdas dengan menggunakan bahan alami, rendah gula dan lemak, serta mengandung komponen fungsional seperti serat, antioksidan, dan prebiotik," ujarnya.
“Bahan utama yang digunakan adalah tepung mocaf (Modified Cassava Flour), yaitu tepung singkong hasil fermentasi mikroorganisme,” tambahnya.
Selain mocaf, Titi Rohmayanti, S.Si., M.Si juga menjelaskan pemanfaatan rosela sebagai topping maupun bahan tambahan pada muffin dengan mengaplikasikannya dalam bentuk kelopak kering, serbuk, atau selai untuk meningkatkan daya tarik visual dan nilai fungsional produk.
Pada kesempatan yang sama, Titi Rohmayanti, S.Si., M.Si meyampaikan bahwa selain memiliki aspek kesehatan, produk ini juga memiliki potensi ekonomi sebagai peluang usaha kreatif berbasis pangan lokal.
"Dengan kreativitas dalam mengolah bahan lokal, siswa dapat menciptakan produk bernilai tambah yang tidak hanya enak tetapi juga sehat dan memiliki daya jual," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang peserta mengaku mendapat pengalaman baru dari pelatihan tersebut dan lebih paham cara mengolah bahan bakery, mulai dari pengenalan bahan hingga proses pembuatannya.
"Kegiatannya seru dan memberikan pengalaman baru, terutama dalam praktik membuat muffin. Selama kegiatan, penjelasan dari pemateri mudah dipahami dan praktiknya menjadi bagian paling menarik karena hasilnya bisa langsung kita coba," ungkapnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengolahan produk bakery sesuai prinsip keamanan pangan, kehalalan, dan nilai gizi, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.