[email protected] 0251-8240773
Berita

Ikuti RekaPreneur Kedaireka di Bandung, UNIDA siap kolaborasi dengan Industri

Universitas Djuanda (UNIDA) hadiri undangan Ekosistem Kedaireka - RekaPreneur  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada hari Selasa, tanggal 20 Juni 2023 bertempat Hotel Mercure Bandung City Centre Bandung dengan tema Memperluas Kolaborasi Inovasi dengan Innovation Fund. UNIDA diwakili oleh Ridwan Irawansyah, S.Sos., M.AP selaku Kepala Biro Inovasi dan Hilirisasi dan Aminullah, S.TP., M.Si selaku Kepala Bidang Writing Center Universitas Djuanda.

Reka Preneur adalah salah satu program yang ada dalam Ekosistem Kedaireka selain Matching Fund, Innovation Fund, Kedaireka Academy, Matchmaking Innovation Forum, CEO Mentorship, RekaTalks, RekaPods. Reka Preneur merupakan  kegiatan pelatihan kepada Insan Perguruan Tinggi untuk mengembangkan potensi mereka dalam melakukan proses pitching, penyusunan proposal inovasi, dan negosiasi yang akan dipandu langsung oleh ahli akademisi dan praktisi yang sudah berpengalaman di bidangnya masing – masing.

Ekosistem Kedaireka hadir untuk mendorong kemitraan yang konkrit dan berkelanjutan antara industri dan Perguruan Tinggi demi pengembangan inovasi yang kolaboratif. Ekosistem ini dibuat sebagai wadah bagi para insan  perguruan tinggi agar dapat berpartisipasi dalam riset yang sesuai dengan kebutuhan industri dan penyelesaian permasalahan yang ada di masyarakat.

RekaPreneur dihadiri oleh perwakilan pimpinan perguruan tinggi, dosen calon penerima Innovation Fund dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Dalam sambutannya Dr. Ing. Mahir Bayasut selaku ketua PMO Kedaireka menyampaikan banyak program-program yang telah diluncurkan dan dapat diikuti oleh dosen termasuk Innovation Fund yang akan dibuka sepanjang tahun dengan topik Business Case dari masing-masing mitra industri. Program ini dapat dilakukan secara multiyear dan 100% pendanaan oleh Industri.  Kegiatan RekaPreneur dibuka oleh Kepala LLDIKTI wilayah IV yang diwakili oleh Agus Gumilar S.T., M.Kom selaku Analis Pelaksanaan Akademik dan Kemahasiswaan. LLDIKTI IV menyambut baik RekaPreneur dan mendukung sepenuhnya Kedaireka untuk terus memperluas dan mengembangkan program-program yang telah diluncurkan. Pemerintah Propinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Noneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P. selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menyampaikan Jawa Barat merupakan daerah dengan DUDI terbesar di Indonesia dan potensi tersebut harus dapat dimamfaatkan dengan baik oleh perguruan tinggi melalui Kedaireka.

RekaPreneur juga menghadrikan Oki Muraza selaku Senior Vice President, Research & Technology dan Chrystian Afiko Irlando Sianturi selaku Analyst Innovation Strategy and Portfolio dari PT Pertamina (Persero). Dua Business Case yang ditawarkan PT. Pertamina kepada perguruan tinggi (dosen) adalah 1) Potensi Pemanfaatan Kopra Reject Sebagai Bahan Baku SAF (Sustainable Aviation Fuel) di Pertamina dan 2) Potensi Pemanfaatan Sorghum sebagai Bahan Baku Bioetanol di Pertamina

Rangkaian sesi Rekapreneur Bandung juga diisi dengan pemaparan dari Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti MS., yang juga merupakan Tim Substansi Kedaireka. Prof. Dewi memberikan tips, trick dan hal yang perlu diperhatikan dalam mengajukan proposal Matching Fund, Innovation Fund maupun program Kedaireka lainnya. Prof. Dewi juga merupakan penerima program Kedaireka 3 dalam 3 tahun terakhir.

Innovation Fund merupakan pendanaan yang disalurkan secara langsung oleh industri dalam mendukung inovasi-inovasi solutif dari Perguruan Tinggi yang dapat menjawab tantangan industri. Proses seleksi dilakukan dengan melibatkan industri terkait untuk mengakselerasi dari aspek proses dan mendorong efektivitas pelaksanaan program-program inovasi milik Perguruan Tinggi yang akan dipilih oleh industri yang berkaitan.

Ekosistem Kedaireka – Innovation Fund sudah menawarkan business case dari ADARO dan Unilever. Business Case ADARO_1: PT Barito Galangan Nusantara  dengan topik Pemanfaatan Limbah Pasir Silika Hasil Proses Blasting (B3). Business Case ADARO_2: PT Sarana Multi Talenta dengan topik Pemanfaatan Hasil Kegiatan Pengerukan Alur Pelayaran Sungai Barito, Ujung Rumput. Business Case Unilever:  dengan topik Membangun Sistem Ketelusuran untuk Petani Independen

Proposal untuk Business Case PT Adaro dan PT Unilever dapat di diunggah paling lambat tanggal 26 Juni 2023. Pengusul diharapkan mengunggah proposal, presentasi, surat rekomendasi dari perguruan tinggi, Curriculum Vitae Ketua Pengusul dan paparan singkat mengenai pengalaman program yang pernah dilaksanakan sesuai dengan template yang telah disediakan

Innovation Fund Industry Partners yang telah tergabung dalam ekosistem Kedaireka antara lain Adaro, Uniliver, Pelindo, PLN, Paragoncorp, Pertamina, Lestari, dan Pegadaian. Lebih lengkapnya daftar nama Perusahaan/Industri dapat dilihat di website https://kedaireka.id/ekosistem atau update Instagram kedaireka di https://www.instagram.com/kedaireka_id/