[email protected] 0251-8240773
Berita

Ilmuwan Dunia Dukung Djuanda International Conference di Universitas Djuanda

Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar Djuanda International Conference Tahun 2022 pada Selasa, 13 Desember 2022. Kegiatan diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting ini menghadirkan enam tokoh terkemuka dari enam negara. Diantaranya Chancellor UNIDA, Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H selaku Keynote Speech, Rektor UNIDA, Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H,  Assoc. Prof. Mimi Fitriana Zaini, M.Psy., Ph.D (International University Malaysia-Wales, Malaysia), Assoc. Prof. Nunung Nurul Hidayah, Ph.D (University of Southampton, United Kingdom), Dr. Marwan Hayeemaming (Fatoni University, Thailand), Dr. Rasman Bin Saridin, MA (Hira Society, Singapore), Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D (Djuanda University, Indonesia) dan Prof. Dr. Abdul Al-Fattah El-Awaisi (Academy for Islamicjerusalem Studies (ISRA) Scotland, United Kingdom).

Rektor UNIDA, Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H menyampaikan bahwa UNIDA telah menyelenggarakan Konferensi Internasional sejak tahun 2017, fokus pada Ilmu Sosial yang dikenal dengan BICSS dan Sains Terapan yang dikenal dengan BICAS. Pada tahun ini, UNIDA memutuskan untuk mengganti nama konferensi menjadi Djuanda International Conference (DIC). Melalui konferensi virtual ini, UNIDA memperluas kerjasama tidak hanya antara sesama peneliti dan ilmuwan, tetapi lebih luas lagi, merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, pengusaha, pelaku ekonomi dan industri. Dengan kolaborasi ini akan semakin menguatkan dalam membangun peradaban di dunia yang mengglobal.

Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H selaku Keynote Speech dalam paparannya menyatakan bahwa Konferensi Internasional ini bersamaan dengan peringatan Hari Nusantara Nasional atau peringatan Deklarasi Djuanda.

“Deklarasi Djuanda telah melahirkan kedaulatan maritim dan keutuhan wilayah NKRI yang secara geopolitik telah diakui oleh dunia internasional. Semangat Deklarasi Djuanda diwarnai oleh ciri-ciri kepribadian dari Ir. H. Djuanda yang merupakan Perdana Menteri ke-10 Republik Indonesia yang mewujudkan semangat kebangsaan dan internasional. Untuk UNIDA, jiwa dan kepribadian Djuanda adalah cita-cita untuk melahirkan para Djuanda-Djuanda muda dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar Indonesia dapat melahirkan Djuanda Reborn sebagai generasi muda yang memiliki integritas kuat dalam mempertahankan tanah airnya sekaligus menunjukan jati dirinya sebagai bangsa NKRI,” ungkap Dr. Martin Roestamy, S.H., M.H.

Pada kesempatan yang sama, Assoc. Prof. Mimi Fitriana Zaini, M.Psy., Ph.D dari International University Malaysia-Wales, Malaysia dalam paparannya mengulas faktor pengaruh teknologi digital dalam pendidikan untuk keberlanjutan.

Assoc. Prof. Nunung Nurul Hidayah, Ph.D dari University of Southampton, United Kingdom dalam paparannya menyampaikan tidak adanya jaminan berkelanjutan merupakan kegagalan akuntabilitas rezim. Menurut Karl Weick’s dalam episode kosmologi menyatakan para pemimpin menderita karena kehilangan akal sehat dan gagal melaksanakan penilaian profesional yang baik. Terjadi beberapa krisis yang sering mengakibatkan kegagalan akuntabilitas rezim karena kurangnya tanggapan dan koordinasi yang buruk dari semua tingkatan administrasi publik.

Dr. Marwan Hayeemaming dari Fatoni University, Thailand memaparkan pendidikan sekolah agama di Thailand. Ia menyampaikan bahwa semakin banyak berlaku perubahan kurikulum semakin pudar semangat pelajar sekolah agama rakyat untuk melanjutkan pelajaran mereka di tingkat perguruan tinggi atau institute pengajian tinggi dalam negera, Asia Barat atau Asia Tenggara. Bahkan sebagian mereka ada yang melanjutkan pendidikan di Eropa dalam Bidang Pendidikan Islam dan Pendidikan Sains Sosial. Kini dapat dibuktikan bahwa sekolah agama rakyat semakin meningkat taraf kedudukannya.

Dr. Rasman Bin Saridin, MA  dari Hira Society, Singapore dalam paparannya mengenai peluang dan tantangan Industri 4.0 menyampaikan digitalisasi terjadi di segala bidang. Proses transformasi digital dari rangkaian value chain yang digunakan oleh berbagai sektor industri bukan hanya manufaktur serta menggunakan sistem otamatisasi dengan teknologi cyber. Banyak revolusi industri yang sudah dilalui mulai dari Revolusi Industri 1.0 yang pertama terjadi ketika mesin uap ditemukan sehingga banyak menggantikan peran hewan dan manusia dan pada saat ini sudah memasuki Era Revolusi Industri 4.0 atau era digital.

Dalam kesempatan ini juga, Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D memaparkan materi yang berkenaan dengan hasil penelitiannya yang bertajuk “Mass Transfer Factor Models and Modified Mass Transfer Factor Models: An Introduction to the New Kinetic Equations”.

 “Model MTF dan MMTF sebagai model kinetik baru dapat digunakan untuk menyelidiki mekanisme dan kinetika penyisihan zat terlarut oleh berbagai jenis reaktor atau berbagai macam aplikasi model,” tambah Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D.

Prof. Dr. Abdul Al-Fattah El-Awaisi dari Academy for Islamicjerusalem Studies (ISRA) Scotland, United Kingdom memaparkan juga bahwa saat ini kebutuhan mendesak akan sarjana muslim di bidang ilmu sosial khususnya di bidang hubungan internasional.

“Kita perlu menjadi sarjana muslim yang energik dan visioner, berprestasi dan dapat menjadi pemimpin akademik muslim yang inovatif yang dapat mendedikasikan serta merencanakan seumur hidup untuk pendidikan dan pengetahuan sebagai dasar untuk mengembangkan manusia dengan komitmen yang penuh semangat dan lebih gigih untuk memajukan pendidikan, penelitian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Prof. Dr. Abdul Al-Fattah El-Awaisi.