[email protected] 0251-8240773
Berita

Implementasi Mata Kuliah Hukum Laut Internasional, Mahasiswa FH UNIDA Kunjungi BAKAMLA RI

Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Djuanda (UNIDA) melaksanakan kunjungan kuliah ke Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (BAKAMLA RI) di Kantor Direktorat Operasi Laut, Rawamangun, Jakarta Timur pada Rabu, (10/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Joint The Coast Guard & See The World” dan menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Hukum Laut Internasional.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama antara dunia pendidikan dan lembaga pemerintah yang berperan strategis dalam menjaga keamanan serta kedaulatan maritim Indonesia. Melalui rangkaian pemaparan materi, diskusi, hingga kunjungan langsung ke ruang operasional, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis mengenai tugas dan kewenangan Bakamla.

Turut ikut serta mendampingi, Dekan FH UNIDA, Dr. Nurwati, S.H., M.H mengapresiasi keterbukaan BAKAMLA RI dalam menerima mahasiswa untuk belajar langsung. Ia berharap kerja sama dapat semakin berkembang, termasuk gagasan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus menggali pengetahuan praktis tentang penegakan hukum dan keamanan laut.

Direktur Kerja Sama BAKAMLA RI, Laksamana Pertama TNI Askari P.S.C., S.I.Kom., M.Sc., M.A., membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan lembaga keamanan laut.

“Kami siap mendukung mahasiswa dalam kegiatan riset dan pengembangan akademik yang berkaitan dengan keamanan maritim. Pemahaman langsung seperti ini penting agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di teori,” ujarnya.

Laksamana Pertama TNI Askari P.S.C., S.I.Kom., M.Sc., M.A kemudian memaparkan perkembangan lingkungan keamanan maritim serta pentingnya koordinasi antarinstansi. Ia juga menegaskan bahwa BAKAMLA terus mengembangkan teknologi pengawasan.

“Lingkungan keamanan maritim terus berkembang dan menuntut adanya koordinasi yang kuat antar instansi. BAKAMLA memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas wilayah laut Indonesia, mulai dari pemantauan hingga penegakan hukum,” tuturnya.

“Kami tengah menyempurnakan National Maritime Security System (NMSS) untuk meningkatkan efektivitas monitoring kapal, baik asing maupun domestik,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Hukum Lantamal IV Letkol Laut (H) Abriadi, S.H., M.M memberikan pembekalan kepada mahasiswa mengenai aspek-aspek hukum laut, termasuk implementasi UNCLOS 1982.

“Mahasiswa perlu memahami dasar hukum laut, zonasi wilayah, dan bagaimana ketentuan dalam UNCLOS 1982 diterapkan dalam konteks Indonesia,” jelasnya.

Ia juga menyoroti dinamika keamanan maritim dalam beberapa tahun terakhir.

“Situasi keamanan laut pada periode 2023–2025 menunjukkan adanya dinamika yang memengaruhi kerawanan maritim. Karena itu, BAKAMLA harus menjalankan tugas pokok dan fungsi dengan mekanisme penegakan hukum yang tegas dan terukur,” ujarnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Kepala Pusat Komando dan Pengendalian (Pusdokal) BAKAMLA RI, Kolonel BAKAMLA Asep Budiman. Ia memberikan penjelasan langsung mengenai sistem pemantauan kapal.

“Setiap kapal yang melintas di wilayah Indonesia dipantau melalui satelit dan analisis operasional. Sistem ini memungkinkan kami mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real-time,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya teknologi dalam menjaga keamanan laut.

“Pengawasan maritim tidak lagi mengandalkan penglihatan visual semata. Data dan teknologi intelijen membantu kami memastikan keamanan perairan secara lebih akurat,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa peserta, Deandra Najwa Havita, menyampaikan bahwa kunjungan ini memberi pemahaman yang komprehensif mengenai tugas BAKAMLA. Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan regulasi kewenangan lembaga tersebut untuk meningkatkan kepastian hukum dalam penegakan aturan di laut. Pada sesi tour, ia mengaku terkesan dengan sistem pengawasan kapal yang menunjukkan kemampuan teknologi Bakamla dalam menjaga kedaulatan perairan Indonesia.

“Saya sangat terkesan dengan penjelasan yang menampilkan sistem pengawasan kapal-kapal yang sedang berlayar di wilayah laut Indonesia, memperlihatkan teknologi canggih yang dimiliki untuk menjaga keamanan dan kedaulatan perairan negeri ini,” tutur Deandra.

Sementara itu, Dosen pendamping, Togar N. Siregar, S.H., M.H menilai kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi proses pembelajaran mahasiswa. Kunjungan ini menjadi sarana efektif untuk memahami tata kelola dan tata laksana pengamanan laut.

“Saya berharap kegiatan tersebut mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap implementasi Konvensi Hukum Laut Internasional serta termotivasi mengembangkan karya tulis ilmiah di bidang kelautan,” pungkasnya.