[email protected] 0251-8240773
Riset

Ini Riset Tim Prodi Akuakultur FAPERTA UNIDA yang Berhasil Raih Silver Awards pada International Research Project Olympiad 2023

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Tim Program Studi (Prodi) Akuakultur Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA). Bukan hanya pada tingkat nasional, tetapi kali ini berhasil meraih prestasi pada tingkat internasional.

 

Tim Akuakultur FAPERTA UNIDA meraih Juara 2 (Silver Awards) dalam International Research Project Olympiad (IRPrO) tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Indonesia Scientific Society (ISS) pada 11-13 Agustus 2023. Pengumuman pemenang (Awarding) dilaksanakan pada Minggu (20/08/2023).

 

Tim Prodi Akuakultur FAPERTA UNIDA tersebut terdiri dari Dr. Eko Rini Farastuti, S.Pi., M.Si selaku dosen pembimbing, Aisyah Nur Divianti, Rina Natasha, dan Rafly Abdillah.

 

(Baca Juga: Membanggakan, Tim Prodi Akuakultur FAPERTA UNIDA Raih Silver Awards Kompetisi Riset Internasional)

 

Dr. Eko Rini Farastuti, S.Pi., M.Si mengemukakan, riset yang di sampaikan Tim Prodi Akualutur FAPERTA UNIDA di kompetisi ini berjudul “Natural Reproductive Hormones Based On Phytoestrogens: Sesame Sees Extract, in order to replace Synthetic Hormone in Fish Gonadal Maturation.

 

Riset ini menyampaikan bahwa selama ini, untuk memenuhi kebutuhan pasar perikanan, baik  berupa telur yang akan digunakan untuk pembenihan dan budidaya maupun langsung dikonsumsi, terlebih dahulu harus melalui manipulasi reproduksi salah satu tekniknya adalah manipulasi hormonal, dengan tujuan agar telur ikan yang dihasilkan tidak bergantung musim, dan bisa kapan saja diproduksi.

 

Manipulasi hormonal yang dilakukan yaitu dengan memberikan hormon sintetik melalui teknik injeksi. Namun teknik injeksi menggunakan hormon sintetik memiliki efek negatif yaitu diantaranya hormon sintetik saat ini selain harganya mahal, juga sulit untuk ditemukan di dalam negeri, bahan hormon sintetik masih mengandalkan pasar import. Selain itu, teknik injeksi hanya dapat dilakukan oleh pembudidaya ikan yang terlatih karena memiliki keahlian khusus.

 

“Apabila dilakukan sembarangan maka dapat mengakibatkan induk ikan stress bahkan mati. maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan bahan alami yang memiliki kandungan dan fungsi yang sama (Fitoestrogen) dengan hormon sintetik, namun memiliki harga yang murah, dapat ditemukan di sekitar kita dan mudah diaplikasikan oleh siapa pun khususnya pembudidaya ikan,” ungkapnya.

 

Bahan tersebut adalah ekstrak biji wijen, yang berdasarkan penelitian sebelumnya telah berhasil meningkatkan kinerja reproduksi pada wanita postmonopuase setelah mengkonsumi biji wijen pada dosis dan waktu tertentu, Serta dapat meningkatkan kinerja reproduksi pada mencit setelah pemberian ekstrak biji wijen secara oral. Hal tersebut memberikan peluang kepada mahasiswa untuk diaplikasikan pada induk ikan dalam meningkatkan kinerja reproduksi berupa pematangan gonad yang lebih cepat.

 

Lebih jauh Dr. Eko Rini Farastuti, S.Pi., M.Si menjelaskan, teknik yang diterapkan yaitu berupa pelapisan pakan ikan menggunakan ekstrak biji wijen (Feed Coating), teknik ini relatif lebih aman dan mudah diaplikasikan karena tidak menyakiti ikan.

 

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak biji wijen sebanyak 10 ml pada 1 Kg pakan dapat mempercepat kematangan gonad ikan hanya dalam waktu 1,5 bulan dibandingkan ikan yang tanpa diberikan ekstrak biji wijen, kematangan gonad ikan secara alami  bisa membutuhkan waktu hingga 3 bulan. Artinya, ekstrak biji wijen dengan dosis dan teknik pemberian yang tepat dapat menjadi pengganti hormon sintetik untuk meningkatkan produksi telur ikan,” jelasnya.