Insan UNIDA Laksanakan Shalat Idul Adha 1446 H, Maknai Keteladanan Nabi Ibrahim dalam Berqurban sebagai Wujud Cinta kepada Allah
Insan Universitas Djuanda (UNIDA) bersama keluarga besar Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) melaksanakan Shalat Idul Adha 1446 Hijriyah di Masjid Baitul Hamdi, Kampus UNIDA, pada Jum’at (6/6/2025).
Pelaksanaan shalat Idul Adha ini dipimpin oleh Dosen FAIPG UNIDA, Syekh Nedal Kamal Salem Abu Ajwa al-Falistini al-Hafidz sebagai imam, dengan Ustadz Muhammad Rendi Ramdani, S.Pd.I., M.Pd sebagai khatib. Sementara bilal pada kesempatan tersebut adalah Ustadz Dede Syarudin, S.A.P., M.A.P, dosen FISIP UNIDA.
Shalat Idul Adha diikuti oleh Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH, Rektor Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I beserta jajaran pimpinan, para dosen, tenaga kependidikan, tiga pilar, serta santri di lingkungan YPSPIAI.
Dalam khutbahnya, Ustadz Muhammad Rendi mengingatkan makna pengorbanan dalam konteks ibadah qurban sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ia mengisahkan betapa luar biasanya ketundukan keduanya terhadap perintah Allah SWT. Nabi Ibrahim lebih memilih cintanya kepada Allah dibandingkan cinta kepada anak, keluarga, bahkan logika akal sehat. Keteladanan ini menjadi simbol penghambaan total, keikhlasan, serta ketaatan yang tak tergoyahkan.
“Kita semua punya ‘Ismail’ dalam hidup kita. Bisa jadi Ismail kita adalah jabatan, harta, popularitas, bahkan keluarga. Hari ini saatnya kita berqurban, bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menyembelih ego dan cinta duniawi, lalu meletakkan cinta kepada Allah di atas segalanya,” tegasnya.
Ustadz Muhammad Rendi juga mengajak jamaah untuk memaknai takbir, tahlil, dan tahmid yang dikumandangkan jutaan umat Islam di seluruh dunia sebagai bentuk syukur, kehambaan, dan pengagungan hanya kepada Allah SWT.