[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Insan UNIDA Peringati 10 Muharram, Bentuk Kesadaran Berbagi dengan Santuni Anak Yatim Piatu

Bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1445 Hijriah, Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan kegiatan Majelis Tasbih bersamaan dengan Santunan Anak Yatim, Jumat (28/07/2023) di Masjid Baitul Hamdi (MBH). Mengangkat tema “Membentuk Kesadaran Berbagi (Awareness) Insan UNIDA Berbasis Karakter Tauhid”, kegiatan ini diisi oleh Ir. H. Farhat Umar, M.Si (Pengasuh Majelis Thoyiba Tora, Jakarta).

 

Turut hadir dalam kegiatan, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D beserta para Wakil Rektor, para Pimpinan dan Pengurus PP Mahasiswa Bina Tauhid, para Dekan beserta jajaran, serta insan UNIDA dan Perguruan Amaliah.

 

Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam sambutannya menuturkan, bulan Muharram adalah bulan pertama dalam penanggalan kalender hijriah, sehingga merupakan bulan yang banyak memiliki keistimewaan. Pada bulan ini, terdapat banyak keutamaan dan makna penting bagi umat Islam. Salah satunya yakni, awal mula hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Selain itu, pada bulan ini Rasulullah SAW menganjurkan bagi mukmin untuk melaksanakan puasa Asyura dan menyantuni anak yatim.

 

“Hari ini hari bahagia, kita menghormati hari yang Allah SWT kagumi. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk berpuasa pada hari Asyura, juga menyantuni anak yatim untuk mendapat keberkahan. Oleh karena itu, ini adalah kesempatan yang sangat berharga. Kita diberi kesempatan untuk menjamu anak yatim, mendengar tausyiah, maka rugilah orang yang tidak ikut dan tidak mau meluangkan waktunya untuk memanfaatkan kebaikan dan nikmat karunia Allah SWT,” tutur Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.

 

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.d menyampaikan, implementasi nilai Awareness dalam 21 Nilai Karakter Tauhid perlu dilakukan secara terus menerus, sehingga diharapkan ini akan dengan sendirinya tertanam dalam diri yang dicirikan melalui perbuatan.

 

“Kegiatan ini menjadi upaya untuk kita berbenah diri, menanamkan nilai awareness sebagai ciri khas kita insan Kampus Bertauhid. Berbagi kepada sesama dan saling peduli. Hal seperti ini perlu kita lakukan berulang-ulang agar tertanam, masuk ke dalam hati dan terimplementasi, tercermin dalam diri dan perbuatan kita,” ungkapnya.

 

Sementara itu, dalam sesi tausyiah Ir. H. Farhat Umar, M.Si menyampaikan mengenai pembentukan kesadaran berbagi insan UNIDA melalui peringatan Muharram.

 

Ir. H. Farhat Umar, M.Si menerangkan, pilar dalam Islam diantaranya yakni hablumminallah yang memiliki esensi hubungan manusia dengan Allah SWT, dan hablumminannas yang memiliki esensi hubungan manusia dengan manusia lainnya. Dua pilar amalan ini akan selalu beriringan, dan diantara dua pilar ini hablumminannas adalah bagaimana cara membahagiakan orang sekitar.

 

“Contoh praktis sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari, mendirikan shalat adalah hablumminallah, dan menunaikan zakat adalah hablumminannas,” terangnya.

Bulan Muharram menjadi bulan pengingat bahwa pengulangan waktu akan selalu dilalui untuk dijadikan bahan evaluasi diri. Allah SWT menjelaskan dalam Q.S. Al-Asr yang mengingatkan kepada orang yang beriman mengenai pentingnya waktu.

 

“Maka untuk itu, jaminkan setiap waktu kita yang bergulir, pahala harus bertambah, agar kita menjadi hamba yang beruntung, yang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan ini Ir. H. Farhat Umar, M.Si juga mengingatkan mengenai amalan Rasulullah SAW yang menganjurkan untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur atas nikmat yang telah Allah SWT karuniakan di masa lalu. Sebagaimana diterangkan dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim bahwa pada bulan Muharam tepatnya hari ke-10, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran raja Fir’aun dan tentaranya.

 

Di antara yang diperintahkan di bulan Muharam pula adalah menghidari kedzaliman dan melakukan kebaikan pada sesama. Kebaikan kepada sesama hal pokoknya adalah memberi kegembiraan kepada seorang mukmin, atau menghilangkan salah satu kesusahannya.

 

Allah SWT menjelaskan celaan bagi mereka yang tidak peduli pada kesusahan orang lain, sebagaimana firman Allah SWTdalam Q.S. Al-Ma’un ayat 1-7.

 

”Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong sesama dengan) barang berguna.”

 

“Kebaikan mukmin, salah satu indikatornya adalah kemanfaatannya bagi orang lain. Keterpanggilan nuraninya untuk berkontri-busi menyelesaikan problem orang lain. Manusia terbaik adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

 

Setelah sesi tausyiah, kegiatan dilanjutkan dengan Santunan bagi 132 Anak Yatim Piatu yang berada di wilayah Ciawi dan sekitarnya. Santunan diserahkan langsung oleh Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H didampingi Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D beserta para Wakil Rektor, Pimpinan PP MABIT dan pimpinan pejabat Struktural di lingkungan UNIDA.