Insan UNIDA Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Perkuat Karakter Tauhid Berbasis Shalat Sebagai Mirajul Mukminin
Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda bersama dengan Universitas
Djuanda (UNIDA) selenggarakan Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1444 H, pada
Jumat (17/02/2023) di Masjid Baitul Hamdi (MBH). Mengangkat tema “Metode Mirajul
Mukminin Berbasis Shalat sebagai Karakter Insan UNIDA”, rangkaian peringatan
Isra Mi’raj ini dimulai dengan shalat dhuha, pembacaan dzikir, maulid diba dan
do’a bersama. Adapun tausyiah diisi oleh Rektor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA)
Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si dan Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Cisarua K.H. M.
Apan Abdul Goni, S.Ag., M.M.
Hadir memberikan sambutan, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H.,
M.H menyampaikan, Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat
Islam. Pada momentum Isra Mi’raj ini turun pertama kalinya perintah untuk
melaksanakan shalat.
“Hari ini dengan bahagia kita akan sama-sama mendengar
wejangan, ceramah, dari para Kiai, Prof. Dr. H. E. Mujahidin dan K.H. Apan
Abdul Goni, mari kita simak dengan baik. Sesuai dengan momen ini, hal yang paling
penting selalu saya ingatkan adalah shalat. InsyaAllah,
shalat ini menjadi karcis untuk masuk surga,” ujarnya.
Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengatakan, shalat adalah
cara berkomunikasi dengan Allah SWT. Oleh karenanya, Prof. Dr. H. Martin
Roestamy, S.H., M.H berpesan kepada seluruh insan UNIDA dan Perguruan Amaliah agar
dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan melalui ibadah shalat.
“Maka rugilah orang-orang yang meninggalkan shalat. Maka dari
itu, siswa, dosen, santri, mahasiswa, semua insan Universitas Djuanda dan Perguruan
Amaliah saya harapkan jagalah shalat, dan lebih bagus tambah shalatnya dengan shalat-shalat
yang disunnahkan Rasulullah SAW. Mudah-mudahan dengan demikian meningkatkan
iman kita, ketenangan kita, keberkahan hidup kita. Wastainu bisshabri wassholah,” pungkasnya.
Sementara itu K.H. M. Apan Abdul Goni, S.Ag., M.M dalam
tausyiahnya menuturkan, sebagai seorang umat Islam sudah sepatutnya untuk
bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Syukur menguatkan apa-apa
yang dimiliki, dan Allah SWT menjanjikan kepada orang-orang yang bersyukur akan
ditambahkan nikmatnya. Salah satu hal yang patut disyukuri tersebut adalah
adanya ibadah shalat bagi umat Islam.
K.H. M. Apan Abdul Goni, S.Ag., M.M menegaskan, shalat ialah sebagai
sebuah doa. Dalam shalat, terdapat rukun shalat dan bacaan yang dipanjatkan
menjadi doa. Shalat merupakan kewajiban yang bagi umat Islam tidak boleh
ditinggalkan.
“Jika belum baik, maka ini harus kita perbaiki dalam rangka mi’raj
kita. Siapapun kita, dimanapun kita, keberadaan kita, titiknya bahwa yang utama
adalah shalat. Jangan pernah berani meninggalkan shalat. Pada intinya, mi’raj
shalat itu adalah hati kita. Shalat itu kita ingin bertemu Allah. Mudah-mudahan
kita istiqomah diberikan kemudahan
untuk senantiasa selalu mendirikan shalat,” tegasnya.
Kemudian, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si juga menuturkan
mengenai hikmah peristiwa Isra Mi’raj. Begitu pentingnya ibadah shalat,
sehingga Rasulullah SAW dipanggil langsung bertemu Allah SWT. Lebih jauh Prof. Dr.
H. E. Mujahidin, M.Si menyampaikan kisah mengenai Rasulullah SAW yang menjadi
insan paling sempurna, suri tauladan bagi seluruh umat manusia.
“Ada 2 hal penting yang selalu Prof. Dr. H. Martin Roestamy,
S.H., M.H ajarkan kepada kita. Pertama, menjadi ilmuwan, atau scientist. Allah menurunkan ayat pertama
itu tentang ilmu. Para Nabi dan Rasul merupakan ilmuwan, ini banyak dikisahkan dalam
Al-Qur’an. Kedua, menjadi entrepreneurship.
Lihat sejarah bagaimana Rasulullah SAW berwirausaha yang tentu bisa kita ambil banyak
pelajaran dan hikmahnya,” terang Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si.