[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Insan UNIDA Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Perkuat Karakter Tauhid Berbasis Shalat Sebagai Mirajul Mukminin

Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda bersama dengan Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1444 H, pada Jumat (17/02/2023) di Masjid Baitul Hamdi (MBH). Mengangkat tema “Metode Mirajul Mukminin Berbasis Shalat sebagai Karakter Insan UNIDA”, rangkaian peringatan Isra Mi’raj ini dimulai dengan shalat dhuha, pembacaan dzikir, maulid diba dan do’a bersama. Adapun tausyiah diisi oleh Rektor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si dan Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Cisarua K.H. M. Apan Abdul Goni, S.Ag., M.M.

Hadir memberikan sambutan, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menyampaikan, Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam. Pada momentum Isra Mi’raj ini turun pertama kalinya perintah untuk melaksanakan shalat.

“Hari ini dengan bahagia kita akan sama-sama mendengar wejangan, ceramah, dari para Kiai, Prof. Dr. H. E. Mujahidin dan K.H. Apan Abdul Goni, mari kita simak dengan baik. Sesuai dengan momen ini, hal yang paling penting selalu saya ingatkan adalah shalat. InsyaAllah, shalat ini menjadi karcis untuk masuk surga,” ujarnya.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengatakan, shalat adalah cara berkomunikasi dengan Allah SWT. Oleh karenanya, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H berpesan kepada seluruh insan UNIDA dan Perguruan Amaliah agar dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan melalui ibadah shalat.

“Maka rugilah orang-orang yang meninggalkan shalat. Maka dari itu, siswa, dosen, santri, mahasiswa, semua insan Universitas Djuanda dan Perguruan Amaliah saya harapkan jagalah shalat, dan lebih bagus tambah shalatnya dengan shalat-shalat yang disunnahkan Rasulullah SAW. Mudah-mudahan dengan demikian meningkatkan iman kita, ketenangan kita, keberkahan hidup kita. Wastainu bisshabri wassholah,” pungkasnya.

Sementara itu K.H. M. Apan Abdul Goni, S.Ag., M.M dalam tausyiahnya menuturkan, sebagai seorang umat Islam sudah sepatutnya untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Syukur menguatkan apa-apa yang dimiliki, dan Allah SWT menjanjikan kepada orang-orang yang bersyukur akan ditambahkan nikmatnya. Salah satu hal yang patut disyukuri tersebut adalah adanya ibadah shalat bagi umat Islam.

K.H. M. Apan Abdul Goni, S.Ag., M.M menegaskan, shalat ialah sebagai sebuah doa. Dalam shalat, terdapat rukun shalat dan bacaan yang dipanjatkan menjadi doa. Shalat merupakan kewajiban yang bagi umat Islam tidak boleh ditinggalkan.  

“Jika belum baik, maka ini harus kita perbaiki dalam rangka mi’raj kita. Siapapun kita, dimanapun kita, keberadaan kita, titiknya bahwa yang utama adalah shalat. Jangan pernah berani meninggalkan shalat. Pada intinya, mi’raj shalat itu adalah hati kita. Shalat itu kita ingin bertemu Allah. Mudah-mudahan kita istiqomah diberikan kemudahan untuk senantiasa selalu mendirikan shalat,” tegasnya.  

Kemudian, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si juga menuturkan mengenai hikmah peristiwa Isra Mi’raj. Begitu pentingnya ibadah shalat, sehingga Rasulullah SAW dipanggil langsung bertemu Allah SWT. Lebih jauh Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si menyampaikan kisah mengenai Rasulullah SAW yang menjadi insan paling sempurna, suri tauladan bagi seluruh umat manusia.

“Ada 2 hal penting yang selalu Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H ajarkan kepada kita. Pertama, menjadi ilmuwan, atau scientist. Allah menurunkan ayat pertama itu tentang ilmu. Para Nabi dan Rasul merupakan ilmuwan, ini banyak dikisahkan dalam Al-Qur’an. Kedua, menjadi entrepreneurship. Lihat sejarah bagaimana Rasulullah SAW berwirausaha yang tentu bisa kita ambil banyak pelajaran dan hikmahnya,” terang Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si.