[email protected] 0251-8240773
Berita

Jadi Narasumber Itikaf 2023, Wakil Rektor I UNIDA Dorong Para Calon Santri Mahasiswa PKD Miliki Kecerdasan Emosional

Dalam rangkaian kegiatan I’tikaf hari ke-3 Calon Santri Mahasiswa PKD tahun 2023, Wakil Rektor I Universitas Djuanda (UNIDA) Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H memberikan materi mengenai “Loyalitas Dalam Membangun Kecerdasan”, Rabu (02/08/2023) di Ruang Kelas E.303 Kampus UNIDA.

“Terima kasih sudah memberikan kesempatan untuk memberikan materi pada hari ini, anda hadir disini karena ada dorongan emosi cinta, entah itu cinta kepada orang tua, cinta sesama satu almamater ataupun cinta kepada ilmu pengetahuan,” ujarnya mengawali pemaparan.

Dalam pemaparannya, Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menjelaskan, sifat marah dalam diri manusia itu adalah salah satu kecerdasan emosional serta pentingnya bagaimana untuk mengendalikan atau mengontrol sebuah emosi yang ada di dalam diri kita.

“Ada beberapa sifat emosi di dalam diri manusia dan bagaimana cara mengendalikannya, kita tahu bahwa tidak mudah menjadi orang baik yang memiliki kontrol emosi yang mumpuni, apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional itu karena bagaimanapun juga semua orang pasti memiliki sifat emosional dan karena sifat emosional itulah manusia hidup. Ini adalah sebuah fitrah yang bisa dikendalikan. Apabila kita lihat dari sistem otak, kecerdasan emosional itu adalah keseimbangan antara otak rasional dan otak emosional. Pada otak bagian tengah itulah yang sifat emosi tersebut dihasilkan sehingga bagaimana kita bisa menyeimbangkan antara otak rasional dengan otak emosional,” jelasnya.

Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menerangkan bahwa untuk menata diri dalam hubungannya dengan orang lain atau yang disebut dengan emosional intelegent, perlu adanya pengenalan dan pemahaman emosi yang ada pada diri manusia. Salah satunya dengan menggunakan kesadaran diri agar emosi itu bisa harmonis saat berinteraksi dengan orang lain.

“Saya mengartikan di dalam makalah ini apa yang disebut dengan emosional intelegent itu adalah kenali dan pahami emosi-emosi dan gunakan kesadaran diri untuk menata diri, di dalam hubungannya dengan orang lain. Pertama, manusia difitrahkan oleh Allah SWT sebagai makhluk sosial, artinya tidak bisa hidup sendiri maka dari itu membutuhkan bantuan orang lain. Ketika dia membutuhkan orang lain, disitulah terjadi interaksi dan saat manusia itu berinteraksi maka emosinya pun ikut berinteraksi sehingga disitulah letak kecerdasan emosionalnya dan kita perlu mengelola, mengenali dan memahami emosi kita agar emosi itu bisa harmonis, selaras, sejalan dan seirama saat berinteraksi dengan orang lain,” terangnya.

“Bisa marah ataupun mengeluarkan emosi itu mudah, tetapi marah kepada orang yang memang harus dimarahi, dengan extend yang tepat, dengan kedalaman dan kemarahan yang tepat kemudian pada waktu yang tepat itu tidak semua orang bisa melakukan itu. Sehingga disitulah pentingnya pengendalian emosi, tergantung kepada keterampilan dan kepiawaian kita dalam mengelola emosi tersebut. Pengendalian itulah yang bisa kita sebut dengan kecerdasan emosional,” sambungnya.

Sebagai informasi, kegiatan I’tikaf ini merupakan seleksi tahap akhir calon santri mahasiswa tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid (PP MABIT) UNIDA dari tanggal 31 Juli sampai dengan 5 Agustus 2023. Pembukaan acara dilaksanakan pada Senin (31/07/2023) bertempat di Ruang ATJ Kampus UNIDA.