Jadi Narasumber Itikaf 2023, Wakil Rektor I UNIDA Dorong Para Calon Santri Mahasiswa PKD Miliki Kecerdasan Emosional
Dalam rangkaian
kegiatan I’tikaf hari ke-3 Calon Santri Mahasiswa PKD tahun 2023, Wakil Rektor
I Universitas Djuanda (UNIDA) Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H memberikan materi
mengenai “Loyalitas Dalam Membangun Kecerdasan”, Rabu (02/08/2023) di Ruang
Kelas E.303 Kampus UNIDA.
“Terima kasih
sudah memberikan kesempatan untuk memberikan materi pada hari ini, anda hadir
disini karena ada dorongan emosi cinta, entah itu cinta kepada orang tua, cinta
sesama satu almamater ataupun cinta kepada ilmu pengetahuan,” ujarnya mengawali
pemaparan.
Dalam
pemaparannya, Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menjelaskan, sifat marah dalam diri
manusia itu adalah salah satu kecerdasan emosional serta pentingnya bagaimana
untuk mengendalikan atau mengontrol sebuah emosi yang ada di dalam diri kita.
“Ada beberapa
sifat emosi di dalam diri manusia dan bagaimana cara mengendalikannya, kita
tahu bahwa tidak mudah menjadi orang baik yang memiliki kontrol emosi yang
mumpuni, apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional itu karena bagaimanapun
juga semua orang pasti memiliki sifat emosional dan karena sifat emosional
itulah manusia hidup. Ini adalah sebuah fitrah yang bisa dikendalikan. Apabila
kita lihat dari sistem otak, kecerdasan emosional itu adalah keseimbangan
antara otak rasional dan otak emosional. Pada otak bagian tengah itulah yang
sifat emosi tersebut dihasilkan sehingga bagaimana kita bisa menyeimbangkan
antara otak rasional dengan otak emosional,” jelasnya.
Aal Lukmanul
Hakim, S.H., M.H menerangkan bahwa untuk menata diri dalam hubungannya dengan
orang lain atau yang disebut dengan emosional intelegent, perlu adanya
pengenalan dan pemahaman emosi yang ada pada diri manusia. Salah satunya dengan
menggunakan kesadaran diri agar emosi itu bisa harmonis saat berinteraksi
dengan orang lain.
“Saya
mengartikan di dalam makalah ini apa yang disebut dengan emosional intelegent
itu adalah kenali dan pahami emosi-emosi dan gunakan kesadaran diri untuk
menata diri, di dalam hubungannya dengan orang lain. Pertama, manusia
difitrahkan oleh Allah SWT sebagai makhluk sosial, artinya tidak bisa hidup
sendiri maka dari itu membutuhkan bantuan orang lain. Ketika dia membutuhkan
orang lain, disitulah terjadi interaksi dan saat manusia itu berinteraksi maka
emosinya pun ikut berinteraksi sehingga disitulah letak kecerdasan emosionalnya
dan kita perlu mengelola, mengenali dan memahami emosi kita agar emosi itu bisa
harmonis, selaras, sejalan dan seirama saat berinteraksi dengan orang lain,” terangnya.
“Bisa marah
ataupun mengeluarkan emosi itu mudah, tetapi marah kepada orang yang memang
harus dimarahi, dengan extend yang tepat, dengan kedalaman dan kemarahan
yang tepat kemudian pada waktu yang tepat itu tidak semua orang bisa melakukan
itu. Sehingga disitulah pentingnya pengendalian emosi, tergantung kepada
keterampilan dan kepiawaian kita dalam mengelola emosi tersebut. Pengendalian
itulah yang bisa kita sebut dengan kecerdasan emosional,” sambungnya.
Sebagai
informasi, kegiatan I’tikaf ini merupakan seleksi tahap akhir calon santri
mahasiswa tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Mahasiswa Bina
Tauhid (PP MABIT) UNIDA dari tanggal 31 Juli sampai dengan 5 Agustus 2023.
Pembukaan acara dilaksanakan pada Senin (31/07/2023) bertempat di Ruang ATJ
Kampus UNIDA.