Jadi Narasumber Webinar Nasional FEB UNIDA, H. Ilham Permana Tekankan Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Masa Depan Ekonomi Bangsa
Ilham Permana, S.E., M.M, Anggota Komisi VII DPR RI, menjadi narasumber utama dalam Webinar Nasional bertajuk “Cerdas Berinvestasi Membangun Ekonomi Kreatif Lokal” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Djuanda (UNIDA), pada Sabtu (12/7/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UNIDA ini merupakan bagian dari rangkaian acara GEMILANG 2025, dan digelar secara daring melalui Zoom Meeting serta diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam pemaparannya, H. Ilham Permana, S.E., M.M yang juga merupakan Dewan Penyantun UNIDA menegaskan bahwa ekonomi kreatif kini menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada di posisi ketiga dunia dalam kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), hanya di bawah Amerika Serikat dan Korea Selatan.
“Ekonomi kreatif kini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi motor utama penggerak ekonomi nasional, termasuk di level daerah,” ungkapnya.Ilham Permana, S.E., M.M menyampaikan data bahwa pada tahun 2024 sektor ekonomi kreatif diproyeksikan menyumbang Rp1.532 triliun terhadap PDB nasional. Selain itu, sektor ini telah menyerap lebih dari 26 juta tenaga kerja, jumlah yang setara dengan seluruh populasi Malaysia. Nilai ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia pun mencapai USD 25,10 miliar, mencerminkan daya saing sektor ini di pasar global.
Ia menekankan bahwa mayoritas pelaku ekonomi kreatif saat ini berasal dari kalangan muda, khususnya generasi Milenial dan Gen Z.
“Mayoritas penggerak sektor ekonomi kreatif saat ini adalah anak-anak muda Indonesia, khususnya dari kalangan Gen Z dan Milenial. Mereka bukan hanya konsumen, tetapi juga produsen ide, pencipta nilai, dan arsitek masa depan ekonomi bangsa,” ujarnya.Ilham Permana, S.E., M.M juga mendorong lintas sektor, dari pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ekonomi kreatif bukan tren, tapi kebutuhan masa depan. Mari bangun dari lokal, untuk nasional menuju dunia,” tegasnya.