[email protected] 0251-8240773
Berita

Jadi Pembicara The 9th DICAS & The 9th DICSS UNIDA, Akademisi Recep Tayyip Erdoğan University Turki Soroti Implementasi SDGs di Perguruan Tinggi

Peringatan Hari Nusantara atau Deklarasi Djuanda di Universitas Djuanda (UNIDA) tahun ini diwarnai dengan pemaparan perspektif global mengenai pembangunan berkelanjutan dalam The 9th Djuanda International Conference on Applied Science (DICAS) dan The 9th Djuanda International Conference on Social Science (DICSS) yang diselenggarakan secara hybrid, pada Senin (22/12/2025) di Aula Gedung C, UNIDA. Salah satu pembicara internasional, Prof. Dr. Naim Demirel dari Recep Tayyip Erdoğan University, Turki, mengulas peran perguruan tinggi dalam pencapaian United Nations Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam paparannya, Prof. Dr. Naim Demirel menjelaskan peran strategis institusi pendidikan tinggi sebagai pemangku kepentingan utama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat global. Ia mengawali pemaparan dengan mengulas latar belakang lahirnya SDGs yang disepakati oleh para pemimpin dunia pada KTT PBB tahun 2015, yang mencakup 17 tujuan dan 169 target pembangunan untuk diwujudkan hingga tahun 2030.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi penting karena berfungsi sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu mendorong keseimbangan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Naim Demirel memaparkan langkah konkret yang dilakukan Recep Tayyip Erdoğan University melalui pembentukan Coordinatorship of Social Contribution and Sustainability yang resmi berlaku sejak 22 November 2023. Unit tersebut bertugas mengoordinasikan kebijakan, strategi, serta program sosial dan keberlanjutan di lingkungan universitas, sekaligus mendorong pengembangan proyek, riset, dan kurikulum yang berorientasi pada SDGs.

Salah satu inovasi yang disorot adalah pengembangan modul keberlanjutan dalam sistem informasi riset universitas (AVESIS). Melalui modul ini, berbagai aktivitas akademik seperti publikasi, proyek penelitian, tesis, kegiatan ilmiah, hingga pengabdian masyarakat dapat dipetakan dan dikaitkan langsung dengan masing-masing tujuan SDGs. Data tersebut memungkinkan publik melihat secara transparan kontribusi universitas dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Naim Demirel juga menampilkan capaian signifikan pada beberapa tujuan SDGs, antara lain bidang pendidikan berkualitas, kesehatan dan kesejahteraan, aksi iklim, kemitraan untuk mencapai tujuan, serta perlindungan ekosistem darat. Capaian tersebut tercermin dari ribuan publikasi ilmiah, ratusan modul pembelajaran, proyek riset, hingga kegiatan akademik dan sosial yang terintegrasi dengan SDGs.

Menutup paparannya, Prof. Dr. Naim Demirel menekankan bahwa model koordinatorship dan sistem pemantauan berbasis data yang diterapkan di Recep Tayyip Erdoğan University dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi lain di berbagai negara. Pendekatan ini dinilai mampu membantu institusi pendidikan dalam mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu diperkuat guna mendukung pencapaian SDGs secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, The 9th DICAS & The 9th DICSS yang diselenggarakan oleh UNIDA ini mengusung tema “Converging Knowledge for a Sustainable Future: Leading Transformative Change through Interdisciplinary Innovation”. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi akademisi, peneliti, praktisi, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk berbagi gagasan, hasil riset, dan inovasi lintas disiplin dalam merespons tantangan pembangunan berkelanjutan.

Selain Prof. Dr. Naim Demirel, turut menjadi narasumber dalam The 9th DICAS & The 9th DICSS antara lain Prof. Dr. Nuarual Hilal Md (Universiti Utara Malaysia), Prof. Dr. Ravinder Rena (School of Business, Woxsen University, Hyderabad, India), Prof. Dr. Dimitrios Maditinos (Democritus University of Thrace, Yunani), Prof. Dr. Necmettin Marasli (Istanbul Gelisim Üniversitesi, Turki), Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto (Universitas Pendidikan Indonesia & Hiroshima University, Jepang), Assoc. Prof. Dr. Abdulkareem Sh. Mahdi Al-Obaidi (From Iraq & Taylor’s University, Malaysia), dan Assoc. Prof. Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si (Universitas Djuanda, Indonesia).