[email protected] 0251-8240773
Berita

Jembatani Teori dan Praktik dalam Perkuliahan, FIPHAL UNIDA Selenggarakan Kuliah Umum Bersama Praktisi Bidang Rempah

Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) Program Studi Teknologi Pangan dan Program Studi Teknologi Industri Pertanian bekerja sama dengan Tim Pelaksana Program Matching Fund Kedaireka menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi Mata Kuliah Teknologi Rempah dan Bahan Penyegar serta Mata Kuliah Pengetahuan Bahan Industri Agro pada (24/10/2022). Kegiatan ini diikuti oleh 58 peserta yang merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Teknologi Industri Pertanian semester V yang juga merupakan bagian dari mata kuliah pengetahuan bahan industri agro sekaligus pelaksanaan Program Kerja Praktisi Mengajar Matching Fund Kedaireka tahun 2022.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menjembatani antara teori di perkuliahan dan kondisi nyata di lapangan adalah dengan mengundang praktisi yang telah berpengalaman di bidang rempah-rempah.  Hal itulah yang dilakukan oleh FIPHAL UNIDA dengan mengundang narasumber Alfeddy Hernandy, SH selaku CEO PT Izzah Globalindo Indonesia.Melalui kegiatan kuliah tamu parktisi mengajar ini diharapkan mahasiswa dapat memahami keunggulan rempah tiap daerah khususnya provinsi Bangka Belitung, keunggulan lada putih Bangka, alur perdagangan lada putih Bangka, Good Agriculture Practice (GAP), teknologi budidaya stek lada dan melada, Good Handling Practice (GHP), Good Manufacturing Practice (GMP), diversifikasi produk olahan lada putih Bangka, pentingnya sistem ketelusuran dalam bisnis rempah – rempah, dan motivasi menjadi agropreneur.

Dalam sesi penyampaian materi Alfeddy Hernandy, SH menyampaikan bahwa Indonesia memiliki rempah–rempah yang unik di masing – masing daerah, salah satunya lada putih Bangka (Munthok White Pepper) merupakan rempah yang unik dan unggulan daerah Bangka Belitung. Keunggulan lada putih Bangka yaitu kadar pipperin tertinggi di dunia yaitu 5-7%, memberikan efek kehangatan dan kesehatan yang disukai oleh orang – orang yang tinggal di daerah dingin, dan produksinya rendah sehingga menjadi produk premium. Dua masalah paling utama produksi lada putih Bangka yaitu banyaknya hama penyakit dan harga jual lada yang fluktuatif

“Teknologi yang dapat diterapkan untuk menghasilkan produk lada yang berkualitas yaitu teknologi bibit unggul, pupuk organik, dan biopestisida, pengolahan tanah, teknologi budidaya lada, teknologi pascapanen, teknologi pembuatan produk akhir, teknologi produk turunan (diversifikasi produk), pemasaran, ilmu dan teknologi yang berkaitan regulasi, dan sistem ketelusuran. Maka diharapkan hal ini dapat memotivasi para mahasiswa untuk menjadi seorang agropreneur,” ujar narasumber.

Peserta terlihat mengikuti jalannya acara dengan baik, terlihat dari diskusi yang berjalan peserta aktif dalam diskusi. Dekan Fakultas Ilmu Pangan Halal sekaligus pengampu Mata Kuliah Teknologi Rempah dan Bahan Penyegar, Dr.Helmi Haris,Ir.,M.S menyambut baik kegiaan ini sebagai pembelajaran bagi mahasiswa,

“Mahasiswa yang mengikuti kuliah ini diharapkan mendapatkan ilmu dan motivasi yang luar biasa pada kegiatan hari ini, silahkan mahasiswa  untuk dapat menimba ilmu sebanyak – banyaknya dari praktisi yang menggeluti rempah – rempah terutama lada,” pungkas Dekan FIPHAL.