Jembatani Teori dan Praktik dalam Perkuliahan, FIPHAL UNIDA Selenggarakan Kuliah Umum Bersama Praktisi Bidang Rempah
Fakultas
Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) Program Studi Teknologi
Pangan dan Program Studi Teknologi Industri Pertanian bekerja sama dengan Tim
Pelaksana Program Matching Fund
Kedaireka menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi Mata Kuliah Teknologi
Rempah dan Bahan Penyegar serta Mata Kuliah Pengetahuan Bahan Industri Agro
pada (24/10/2022). Kegiatan ini diikuti oleh 58 peserta yang merupakan
mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Teknologi Industri Pertanian
semester V yang juga merupakan bagian dari mata kuliah pengetahuan bahan
industri agro sekaligus pelaksanaan Program Kerja Praktisi Mengajar Matching Fund Kedaireka tahun 2022.
Salah satu
hal yang dapat dilakukan untuk menjembatani antara teori di perkuliahan dan
kondisi nyata di lapangan adalah dengan mengundang praktisi yang telah
berpengalaman di bidang rempah-rempah.
Hal itulah yang dilakukan oleh FIPHAL UNIDA dengan mengundang narasumber
Alfeddy Hernandy, SH selaku CEO PT Izzah Globalindo Indonesia.Melalui kegiatan
kuliah tamu parktisi mengajar ini diharapkan mahasiswa dapat memahami
keunggulan rempah tiap daerah khususnya provinsi Bangka Belitung, keunggulan
lada putih Bangka, alur perdagangan lada putih Bangka, Good Agriculture
Practice (GAP), teknologi budidaya stek lada dan melada, Good Handling Practice
(GHP), Good Manufacturing Practice (GMP), diversifikasi produk olahan lada
putih Bangka, pentingnya sistem ketelusuran dalam bisnis rempah – rempah, dan
motivasi menjadi agropreneur.
Dalam sesi
penyampaian materi Alfeddy Hernandy, SH menyampaikan bahwa Indonesia memiliki
rempah–rempah yang unik di masing – masing daerah, salah satunya lada putih
Bangka (Munthok White Pepper)
merupakan rempah yang unik dan unggulan daerah Bangka Belitung. Keunggulan lada
putih Bangka yaitu kadar pipperin
tertinggi di dunia yaitu 5-7%, memberikan efek kehangatan dan kesehatan yang
disukai oleh orang – orang yang tinggal di daerah dingin, dan produksinya
rendah sehingga menjadi produk premium. Dua masalah paling utama produksi lada
putih Bangka yaitu banyaknya hama penyakit dan harga jual lada yang fluktuatif
“Teknologi
yang dapat diterapkan untuk menghasilkan produk lada yang berkualitas yaitu
teknologi bibit unggul, pupuk organik, dan biopestisida, pengolahan tanah,
teknologi budidaya lada, teknologi pascapanen, teknologi pembuatan produk
akhir, teknologi produk turunan (diversifikasi produk), pemasaran, ilmu dan
teknologi yang berkaitan regulasi, dan sistem ketelusuran. Maka diharapkan hal
ini dapat memotivasi para mahasiswa untuk menjadi seorang agropreneur,” ujar
narasumber.
Peserta
terlihat mengikuti jalannya acara dengan baik, terlihat dari diskusi yang
berjalan peserta aktif dalam diskusi. Dekan Fakultas Ilmu Pangan Halal
sekaligus pengampu Mata Kuliah Teknologi Rempah dan Bahan Penyegar, Dr.Helmi
Haris,Ir.,M.S menyambut baik kegiaan ini sebagai pembelajaran bagi mahasiswa,
“Mahasiswa yang mengikuti kuliah ini diharapkan mendapatkan ilmu dan motivasi yang luar biasa pada kegiatan hari ini, silahkan mahasiswa untuk dapat menimba ilmu sebanyak – banyaknya dari praktisi yang menggeluti rempah – rempah terutama lada,” pungkas Dekan FIPHAL.
