Kajian Muslimah UNIDA : Refleksi Tahun 2023 Menuju Resolusi Tahun 2024
Universitas Djuanda (UNIDA) kembali
melaksanakan kegiatan rutin kajian Muslimah yang pada kesempatan kali ini diisi
oleh Dosen Sekolah Pascasarjana UNIDA, Dr. Hj. Rita Ramhawati, M.Si dengan tema
“Refleksi Tahun 2023 Menuju Resolusi Tahun 2024”, Jum’at, 5 Januari 2024
di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA.
Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si dalam
paparannya menyatakan bahwa dengan refleksi, kita dapat melihat kembali apa
yang sudah dilakukan di tahun 2023, apakah tujuan hidup sudah tercapai atau
belum. Pada dasarnya tujuan hidup manusia itu terutama muslim itu semata-mata
untuk beribadah kepada Allah SWT. Dalam hal ini bisa beribadah kepada Allah SWT
dan dalam hal lain bisa dalam hal berhubungan dengan manusia. Ibadah kepada
Allah SWT maka harus menjalankan rukun islam dan rukun iman, misalnya dalam
rukun islam ada 5, untuk bisa beribadah dengan khusu, bisa menunaikan zakat dan
ibadah haji tentu manusia membutuhkan uang. Oleh karena itu, dalam usaha
mencari uang tersebut harus diniatkan beribadah kepada Allah SWT.
Harus mereflesikan diri apakah dalam
kehidupan kita di tahun 2023 kita sudah berhasil atau belum, walaupun goalnya
beribadah tapi bisa dibreakdown dalam bentuk seperti ibadah yang
sesungguhnya yaitu jika sebelumnya dalam beribadah kurang khusu menjadi lebih
khusu, tadinya kurang dalam hal puasa menjadi lebih rajin berpuasa dan jika
tidak rajin berzakat menjadi lebih rajin berzakat. Tapi bisa juga indikatornya
itu merupakan prestasi misalnya sebagai mahasiswa tentu harus terus
meningkatkan IPK yang didapat. Setelah itu reflesikan, apakah goal tahunan
tercapai atau tidak, kemudian harus evaluasi diri, tentukan apa saja yang
menjadi hambatan untuk mencapai tujuan tersebut kemudian mencari solusi
terbaiknya.
Kemudian kita juga harus paham positioning,
jika menggunakan jendela johari maka kita harus bisa memastikan apakah kita
berada dalam kuadran gelap atau berada di kuadran terbuka. Kuadran gelap yaitu
posisi dimana diri kita tidak tahu siapa kita dan orang lain juga tidak tahu
siapa kita, kita tahu siapa kita akan tetapi orang lain tidak tahu siapa kita
dan orang lain tahu siapa kita akan tetapi kita tidak tahu siapa kita. Jika
kita sudah berada di kuadran terbuka maka kita akan tahu diri kita siapa dan
orang lain juga tahu kita siapa. Ketika seorang manusia berada dalam kuadran
terbuka maka memungkinkan orang tersebut untuk mencapai titik karir yang maju
dan dapat mencapai goal yang ditargetkan, maka dari itu kita harus
berada di kuadran terbuka.
“Setelah itu kita evaluasi diri, apakah
diri kita sudah berada di kuadran terbuka. Jika belum maka harus menyusun
resolusi di tahun 2024 untuk mencapai posisi kuadran terbuka. Pada hakikatnya
hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari
hari ini. Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali suatu kaum itu sendiri
yang merubahnya. Tetapi jika kita sudah berusaha dengan keras akan tetapi
hasilnya tidak sesuai apa yang diinginkan itu tidak akan sia-sia, karena kita
beriman pada qadha dan qadhar. Tetapi bagaimana pun, kita harus terus berterima
kasih dan apapun yang kita dapatkan tentu kita harus bersyukur, termasuk harus
terima kasih pada diri sendiri karena diri sendiri sudah berjuang, sudah kuat,
sudah sabar. Boleh jadi kesulitan di 2023 itu merupakan wujud cinta kasih Allah
SWT kepada kita. Semoga di 2024 ini kita bisa memperbaiki semua kekurangan di
2023 dan semoga di tahun 2024 bisa mencapai tujuan yang belum tercapai di
2023,” ungkapnya.