[email protected] 0251-8240773
Berita

Kajian Muslimah UNIDA : Refleksi Tahun 2023 Menuju Resolusi Tahun 2024

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali melaksanakan kegiatan rutin kajian Muslimah yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Dosen Sekolah Pascasarjana UNIDA, Dr. Hj. Rita Ramhawati, M.Si dengan tema “Refleksi Tahun 2023 Menuju Resolusi Tahun 2024”, Jum’at, 5 Januari 2024 di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA.

Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si dalam paparannya menyatakan bahwa dengan refleksi, kita dapat melihat kembali apa yang sudah dilakukan di tahun 2023, apakah tujuan hidup sudah tercapai atau belum. Pada dasarnya tujuan hidup manusia itu terutama muslim itu semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Dalam hal ini bisa beribadah kepada Allah SWT dan dalam hal lain bisa dalam hal berhubungan dengan manusia. Ibadah kepada Allah SWT maka harus menjalankan rukun islam dan rukun iman, misalnya dalam rukun islam ada 5, untuk bisa beribadah dengan khusu, bisa menunaikan zakat dan ibadah haji tentu manusia membutuhkan uang. Oleh karena itu, dalam usaha mencari uang tersebut harus diniatkan beribadah kepada Allah SWT.

Harus mereflesikan diri apakah dalam kehidupan kita di tahun 2023 kita sudah berhasil atau belum, walaupun goalnya beribadah tapi bisa dibreakdown dalam bentuk seperti ibadah yang sesungguhnya yaitu jika sebelumnya dalam beribadah kurang khusu menjadi lebih khusu, tadinya kurang dalam hal puasa menjadi lebih rajin berpuasa dan jika tidak rajin berzakat menjadi lebih rajin berzakat. Tapi bisa juga indikatornya itu merupakan prestasi misalnya sebagai mahasiswa tentu harus terus meningkatkan IPK yang didapat. Setelah itu reflesikan, apakah goal tahunan tercapai atau tidak, kemudian harus evaluasi diri, tentukan apa saja yang menjadi hambatan untuk mencapai tujuan tersebut kemudian mencari solusi terbaiknya.

Kemudian kita juga harus paham positioning, jika menggunakan jendela johari maka kita harus bisa memastikan apakah kita berada dalam kuadran gelap atau berada di kuadran terbuka. Kuadran gelap yaitu posisi dimana diri kita tidak tahu siapa kita dan orang lain juga tidak tahu siapa kita, kita tahu siapa kita akan tetapi orang lain tidak tahu siapa kita dan orang lain tahu siapa kita akan tetapi kita tidak tahu siapa kita. Jika kita sudah berada di kuadran terbuka maka kita akan tahu diri kita siapa dan orang lain juga tahu kita siapa. Ketika seorang manusia berada dalam kuadran terbuka maka memungkinkan orang tersebut untuk mencapai titik karir yang maju dan dapat mencapai goal yang ditargetkan, maka dari itu kita harus berada di kuadran terbuka.

“Setelah itu kita evaluasi diri, apakah diri kita sudah berada di kuadran terbuka. Jika belum maka harus menyusun resolusi di tahun 2024 untuk mencapai posisi kuadran terbuka. Pada hakikatnya hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali suatu kaum itu sendiri yang merubahnya. Tetapi jika kita sudah berusaha dengan keras akan tetapi hasilnya tidak sesuai apa yang diinginkan itu tidak akan sia-sia, karena kita beriman pada qadha dan qadhar. Tetapi bagaimana pun, kita harus terus berterima kasih dan apapun yang kita dapatkan tentu kita harus bersyukur, termasuk harus terima kasih pada diri sendiri karena diri sendiri sudah berjuang, sudah kuat, sudah sabar. Boleh jadi kesulitan di 2023 itu merupakan wujud cinta kasih Allah SWT kepada kita. Semoga di 2024 ini kita bisa memperbaiki semua kekurangan di 2023 dan semoga di tahun 2024 bisa mencapai tujuan yang belum tercapai di 2023,” ungkapnya.