[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Kajian Muslimah UNIDA Bahas Busana Wanita: Tren vs Sunnah Rasul

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Kajian Muslimah yang digelar di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA, Jumat (30/1/2026). Kegiatan kali ini diisi oleh Dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNIDA, Arti Yoesdiarti, SP., MM, sebagai pemateri dengan tema “Busana Wanita Tren Vs Busana Wanita Sunnah Rosul”

Dalam pemaparannya, Arti Yoesdiarti, SP., MM menjelaskan bahwa Islam tidak melarang keindahan dalam berpakaian. Bahkan, Allah SWT mencintai keindahan. Namun demikian, Islam memberikan batasan agar keindahan tersebut tidak berubah menjadi pintu kemaksiatan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nur ayat 31 dan QS. Al-Ahzab ayat 59 yang menegaskan kewajiban menutup aurat dan menjaga kehormatan diri bagi perempuan muslimah

Menurutnya, busana wanita sunnah Rasul bukan berarti kuno, melainkan memenuhi prinsip syar’i seperti menutup aurat, longgar, tidak transparan, serta tidak berlebihan dalam menarik perhatian.

Lebih lanjut, Arti Yoesdiarti, SP., MM menyoroti fenomena tren busana wanita masa kini yang kerap mengikuti standar media sosial.

“Jangan memakai pakaian ketat hanya supaya dibilang trendi, gaul, atau cantik demi mendapatkan like. Itu semua hanya sementara,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa ketergantungan pada pengakuan visual dapat membawa tekanan psikologis dan menjauhkan perempuan dari jati diri yang sebenarnya.

Menurut Arti Yoesdiarti, SP., MM, nilai seorang perempuan dalam jangka panjang tidak ditentukan oleh fashion semata.

“Kalau ingin disukai, akhlak itu nomor satu. Setelah itu kecerdasan, lalu keterampilan hidup. Fashion itu terakhir,” katanya.

Menutup kajiannya Arti Yoesdiarti, SP., MM menekankan pentingnya membangun karakter muslimah yang kuat melalui akhlak, ilmu, dan keterampilan, sebagaimana hadis Rasulullah SAW tentang wanita yang “berpakaian tetapi telanjang” sebagai peringatan agar muslimah lebih bijak dalam berpenampilan, termasuk dalam aktivitas di media sosial.

“Hati-hati dengan kebiasaan menampilkan diri secara berlebihan. Fokuslah pada keanggunan, kecerdasan, dan menjaga kehormatan,” tutupnya.