[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Kajian Muslimah UNIDA: Jadilah Muslimah Mulia dengan Ilmu dan Akhlak

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali gelar kegiatan rutin Kajian Muslimah yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIDA, Tini Kartini, SE., M.H., MM dengan tema “Jadilah Muslimah Mulia dengan Ilmu dan Akhlak” di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA pada Jumat, 7 Februari 2025.

Tini Kartini, SE., M.H., MM dalam paparan kajiannya menyampaikan bahwa tidak sedikit orang berpandangan bahwa perempuan tidak perlu menuntut ilmu terlalu tinggi karena jika nanti lulus program pendidikan setinggi apapun pekerjaannya hanya mengurus rumah tangga. Padahal mengurus rumah tangga juga harus dengan bekal ilmu, menjadi istri yang baik harus dengan bekal ilmu, mendidik anak pun butuh bekal ilmu, menjadi apapun harus dengan ilmu termasuk hidup bermasyarakat juga harus dengan ilmu, dan yang paling utama ibadah pun harus dengan ilmu.

sebagai umat Nabi Muhammad SAW, hendaknya setiap muslimah di dalam menjalani kehidupan harus meniru dan mencontoh apa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah karena jika seseorang ingin sukses urusan di dunia dan di akhirat pintunya adalah melalui Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil alamiin yang dimana beliau tidak hanya mengajarkan hal-hal terkait ibadah saja, namun Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan banyak hal, diantaranya adalah beliau mengajarkan bagaimana cara berdagang yang berkah termasuk mengajarkan bagaimana menjadi seorang muslimah.

Dalam sejarah Nabi Muhammad SAW, utamanya dari kehidupan pernikahan Nabi di mana semua pernikahannya istimewa karena perintah dari Allah SWT yang memiliki banyak hikmah pelajaran sehingga setiap muslim dan muslimah bisa mengenal sejauh mana Rasulullah menjadikan istri-istrinya menjadi wanita istimewa dan teladan bagi semua muslimah, begitupun dengan putri-putri Rasulullah yang luar biasa. Artinya, jika ingin menjadi wanita yang istimewa, maka kita bisa melihat kembali sejarah, kenali Nabi melalui istri-istri dan putri-putri beliau. Dari sanalah bisa mengetahui bagaimana sebenarnya Rasulullah mengajarkan wanita muslimah bagaimana menuntut ilmu, Nabi tidak pernah pilih kasih hanya mengatakan laki-laki saja yang menuntut ilmu.

Bagi seorang muslimah, Islam mengajarkan untuk senantiasa menuntut ilmu agar senantiasa belajar, bukan untuk membuat kita menjadi sombong, angkuh, dan merasa lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya atau superior dibanding dengan laki-laki maupun suami. Kewajiban dan pentingnya menuntut ilmu dijelaskan dalam sejumlah hadits. Allah mewajibkan setiap muslim untuk menuntut ilmu yang tertuang dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11:

“Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”.

ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang menuntut ilmu beberapa kali lebih tinggi dari orang orang yang tidak menuntut ilmu. Keterangan ini menjadi tanda bahwa ilmu yang membuat manusia lebih mulia, tidak melalui harta atau nasabnya.

Ilmu berperan penting bagi seorang muslimah, karena dengan ilmu seorang muslimah akan hidup lebih baik dan bermanfaat untuk keluarga dan sekitarnya. Ilmu juga menjadi jalan pedoman untuk menuntun kehidupan ke arah yang benar sehingga dapat mengantarkan pada kebahagian di dunia maupun akhirat. Ilmu juga menjadi cahaya yang menyinari kehidupan manusia sehingga mereka tidak kehilangan arah. Oleh karena itu, marilah menjadi muslimah yang cinta ilmu sehingga dapat menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk senantiasa menuntut ilmu yang bermanfaat.

Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa harus menjadi seorang muslimah yang cinta ilmu yaitu senantiasa dimudahkan jalan ke surga, ditinggikan derajatnya, dicintai oleh Nabi Muhammad SAW, menjadi orang yang paling utama, dimintakan ampun seisi bumi dan langit serta bahagia di dunia dan di akhirat.

“Ilmu merupakan kunci dan pusat segala kebaikan. Ilmu adalah sarana untuk menunaikan apa yang Allah wajibkan atas kita. Keimanan dan amal seseorang dianggap tidak sempurna kecuali dia memiliki ilmu. Apabila seorang muslimah memiliki ilmu, maka Allah akan disembah, dengan ilmu maka hak Allah pasti ditunaikan, dan dengannya pula agama Islam tersebar. Kebutuhan kita sebagai muslimah akan ilmu lebih besar jika dibanding dengan kebutuhannya pada makanan dan minuman, hal demikian karena keberlanjutan urusan agama dan duniawi berdasarkan pada ilmu,” ungkapnya.