[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Kajian Muslimah UNIDA: Kebaikan yang Akan Kembali Kepada Pemiliknya

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali gelar kegiatan rutin Kajian Muslimah yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Dosen Sekolah Pascasarjana UNIDA, Dr. Ani Yumarni, S.H.I., M.H dengan tema “Keindahan Dunia sebagai Bentuk Cinta Allah” di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA pada Jumat, 19 September 2025.

Dr. Ani Yumarni, S.H.I., M.H dalam paparan materinya menyampaikan bahwa kandungan dari surat Al-Isra selain bernama Al-lsra, surat ini pun diberi nama juga Surat Bani Israil. Sekali baca dapat kita merasakan bahwa bacaan al-lsra' dengan Bani Israil adalah berdekatan. Sebab itu orang membacanya pun kadang-kadang hampir bersamaan saja. Dan diberi nama Surat Bani Israil karena dari ayat 2 sampai 8 ada diterangkan tentang suka-duka yang ditempuh oleh Bani Israil sejak mereka di bawah pimpinan dan bimbingan Nabi Musa membebaskan diri dari penindasan Fir'aun di Mesir, sampai naik bintangnya dan sampai pula mereka jatuh, sampai dua kali, karena ajaran Nabi Musa itu tidak mereka pegang lagi.

Sesudah menerangkan sepintas, tetapi secara mendalam tentang sebab-sebab kejatuhan Bani Israil itu, untuk menjadi pengajaran, baik bagi keturunan Bani Israil yang hidup di Madinah ketika ayat diturunkan, atau bagi Umat Muhammad buat segala zaman untuk dijadikan kaca perbandingan, maka berturutlah datang ayat-ayat memberikan tuntunan tentang akidah, pegangan kepercayaan dan budi pekerti yang harus ditegakkan, supaya hidup manusia selamat, baik dalam hubungannya dengan Allah atau dalam hubungannya sesama manusia.

“Tafsir secara tekstual ayat ini ialah peringatan bahwa perbuatan baik yang dilakukan seseorang akan membawa kebaikan untuk dirinya sendiri, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, perbuatan buruk akan membawa dampak negatif atau kerugian yang menimpa pelakunya. Ini adalah bentuk keadilan Allah yang memastikan setiap perbuatan memiliki konsekuensi yang sesuai,” ujarnya.

Dr. Ani Yumarni, S.H.I., M.H juga menambahkan bahwa dengan begitu tidaklah dapat lagi Bani Israil dibebani tugas, mereka membunuh juga Nabi-nabi. Kenyataan ini ditegaskan Tuhan dalam ayat ke-empat tentang akibat dari keingkaran-keingkaran Bani Israil itu.

"Dan telah Kami tentukan kepada Bani Israil di dalam kitab itu, sesungguhnya kamu akan merusak di bumi dua kali, dan kamu akan sombong dengan kesombongan yang besar."

Telah dinyatakan Tuhan di dalam kitab yang diturunkan kepada mereka itu, bahwa Bani Israil akan membuat kerusakan di muka bumi dua kali. Kemudian yang diberikan Tuhan kepada mereka seperti kelepasan dari perbudakan Fir'aun di Mesir tidak menyebabkan mereka bertambah tekun mentaati Tuhan, akan tetapi menjadi sebuah kesombongan karena merasa menjadi bangsa pilihan Tuhan.

Pada akhirnya, Bani Israil sehancur-hancurnya, sebagaimana yang dinyatakan Tuhan di surat Al-lsra ayat 7. Maka terpecah belahlah Bani Israil dibawa nasib ke mana-mana, ke Mesir, ke Spanyol, ke India dan lain-lain. Setengahnya lagi berdiam di Tanah Arab, di Khaibar, di yastrib (Madinah), yang terdiri dari Bani Nadhir, Bani Qainuqa', Bani euraizhah. Tetapi pengharapan mereka akan bangun kembali masih ada karena di dalam Taurat dan Kitab Nabi-nabi disebut bahwa seorang Nabi akhir zaman akan bangkit, mereka namai Messios. Dan pengharapan ini kerapkali mereka terangkan kepada orang-orang Arab di Yastrib. Tetapi Nabi itu rupanya tidaklah timbul di kalangan Bani Israil lagi, melainkan di kalangan Bani Ismail, yaitu Muhammad SAW.

“Hikmah dari Al-Isra ayat 7 ini bermakna bahwa setiap manusia bertanggungjawab atas apa yang diamalkan, kebaikan akan menemukan jalannya dan keburukan akan menemukan jalannya juga. Dalam salah satu kata hikmah yang seringkali didengar yaitu man yazra yahsud yang artinya barang siapa menanam, maka dia memanen,” pungkasnya.