Kajian Muslimah UNIDA: Kesalehan Seorang Istri sebagai Jalan Menuju Surga
Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Kajian Muslimah yang digelar di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA, Jum’at (13/2/2026).
Kegiatan kali ini diisi oleh Dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA, Novi Maryani, S.Pd.I., M.Pd.I, sebagai pemateri dengan tema “Kesalehan Seorang Istri sebagai Jalan Menuju Surga.”
Dalam pemaparannya, Novi Maryani, S.Pd.I., M.Pd.I menjelaskan bahwa istri salehah adalah perempuan yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta taat kepada suami dalam perkara yang ma’ruf setelah menikah. Hal tersebut merujuk pada firman Allah dalam Q.S. An-Nisa ay at 34 yang menjelaskan ciri perempuan salehah sebagai perempuan yang taat dan menjaga kehormatan diri.
“Istri salehah adalah perempuan yang sebelum menikah taat kepada Allah, dan setelah menikah ketaatannya juga diwujudkan melalui ketaatan kepada suami dalam kebaikan. Itulah jalan yang Allah mudahkan bagi perempuan menuju surga,” ujarnya.
Dalam kajian itu juga disampaikan kisah teladan para perempuan mulia seperti Khadijah, Fatimah az-Zahra, Siti Maryam, dan Asiyah yang dikenal sebagai perempuan-perempuan penghuni surga dengan ujian hidup yang luar biasa. Mereka dinilai sebagai contoh nyata keteguhan iman, kesabaran, serta ketaatan kepada Allah dalam berbagai kondisi.
Selain itu Novi Maryani, S.Pd.I., M.Pd.I mengisahkan sosok Ummu Mutia sebagai perempuan biasa yang dikenal karena ketaatan dan pengabdiannya kepada suami. Diceritakan bahwa Ummu Mutia senantiasa meminta izin suaminya dalam menerima tamu laki-laki, bahkan ketika tamu tersebut masih anak-anak.
“Ada kisah ketika Fatimah ingin berkunjung, namun Ummu Mutia tidak berani menerima sebelum mendapat izin dari suaminya. Ini menunjukkan betapa ia menjaga adab dan ketaatan,” tutur narasumber.
Dalam kisah tersebut, Ummu Mutia digambarkan selalu mempersiapkan diri dengan rapi dan harum ketika suaminya hendak pulang, serta menyiapkan hidangan terbaik sebagai bentuk pelayanan dan penghormatan.
“Ia berdandan untuk suaminya, menyiapkan makanan terbaik, dan melayani dengan penuh keikhlasan. Ini menjadi cermin bagaimana seorang istri memuliakan pasangannya,” lanjutnya.
Novi Maryani, S.Pd.I., M.Pd.I juga menegaskan bahwa dalam Islam, ridha suami memiliki kedudukan penting bagi seorang istri setelah menikah, sebagaimana sebelum menikah seorang perempuan berada dalam tanggung jawab dan ridha orang tuanya.
“Ketika belum menikah, ridha Allah bagi seorang perempuan banyak bergantung pada ridha orang tua. Namun ketika sudah menikah, ridha suami menjadi pintu penting menuju ridha Allah,” jelasnya.
Menutup kajian, Novi Maryani, S.Pd.I., M.Pd.I mengajak seluruh jamaah untuk mengintrospeksi diri dan meningkatkan kualitas ketaatan kepada Allah serta memperbaiki hubungan dengan suami sebagai bagian dari ibadah.
“Semoga kita semua mampu mengimplementasikan ketaatan kepada Allah dan memberikan pelayanan terbaik kepada suami dalam koridor syariat, sehingga menjadi jalan kita untuk meraih surga Allah SWT,” pungkasnya.