Kajian Muslimah UNIDA: Komunikasi Terbaik dalam Keluarga Muslimah
Universitas Djuanda (UNIDA) kembali gelar kegiatan rutin Kajian Muslimah yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Maria Fitriah, S.Sos., M.Si dengan tema “Komunikasi Terbaik dalam Keluarga Muslimah” di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA pada Jumat, 6 Desember 2024.
Maria Fitriah, S.Sos., M.Si dalam paparan kajiannya menyampaikan bahwa keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat yang pertama memberikan pendidikan agama untuk membentuk karakter generasi berkualitas. Seseorang tumbuh dan berkembang sejak lahir dibentuk oleh keluarga. Surat At-Tahrim (66:6) yang berbunyi:
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..."
Keharmonisan keluarga berawal dari komunikasi. Dalam perspektif Islam, komunikasi berakhlak al-karimah atau beretika inilah dimaksud komunikasi yang Islami. Komunikasi yang berakhlak al-karimah artinya komunikasi yang bersumber kepada Al-Qur’an. Komunikasi antara orang tua dan anak yang baik akan menciptakan kenyamanan atau kerukunan dalam keluarga, begitu juga sebaliknya.
Komunikasi dalam keluarga dibangun dengan cara dialogis atau interaksi dua arah. Dialog yang harmonis di dalam keluarga kuncinya adalah berbicara dan mendengarkan. Kita tidak hanya memiliki peran berbicara, tetapi kita juga harus mau mendengarkan cerita atau masalah yang sedang dihadapi anggota keluarga. Komunikasi terbaik dalam keluarga muslimah berakar pada nilai-nilai Islam yang mengutamakan kasih sayang, kejujuran, dan saling menghormati. Ini terkandung dalam QS. Al-Isra ayat 23 yang berbunyi:
“Tuhanmu telah memerintahkan agar kami jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu dan bapak. Jika salah seorang di antara keduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakah kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik”
Komunikasi terbaik dalam keluarga Muslimah perlu:
- Kejujuran
Anggota keluarga harus saling terbuka perasaan dan masalah yang dihadapi. Dalam Al Quran Surat Al-Ahzab ayat 70, Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”
- Menghormati dan Mendengarkan
Rasulullah SAW selalu mendengarkan pendapat dan keluhan para sahabatnya dengan penuh senyum. Kita bisa terapkan salah satu contohnya ketika anak bercerita tentang harinya di sekolah, orangtua sebaiknya memberikan perhatian penuh dan tidak memotong pembicaraan.
- Penyampaian dengan Baik
Pentingnya komunikasi yang efektif dalam keluarga yaitu ucapan kata-kata lembut dan sopan saat berkomunikasi, terutama saat menyampaikan kritik dan saran. QS. Al-Baqarah ayat 83 yang berisi:
“Ucapkanlah kepada manusia perkataan yang baik”.
- Empati dan Pengertian
Ketika salah satu anggota keluarga mengalami kesulitan, anggota keluarga lain harus berusaha untuk memahami perasaannya dan menawarkan bantuan.
Poin-poin tersebut itulah yang menjadi komunikasi keluarga yang diidamkan yaitu sakinah, mawaddah, warohmah atau kedamaian, cinta dan kasih sayang. Jadi antar anggota keluarga harus saling mendukup. Jadikanlah keluarga yang hangat di rumah, bukan mencari tempat lain di luar. Artinya keluarga akan menjadi tempat yang aman untuk berbagi dan tumbuh bersama.
“Keluarga akan menjadi tempat yang aman untuk berbagi dan tumbuh bersama. Maka berikanlah waktu bersama dan memanfaatkannya. Misal solat berjamaah, makan bersama, pergi bersama, diskusi bersama, dan lainnya. Dengan demikian, keluarga merasan dihargai dan dicintai, rumah menjadi tempat terbaik untuk pulang, dan hubungan emosional menjadi kuat, keluarga menjadi sumber kebahagiaan dunia akhirat,” ungkapnya.