[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Kajian Muslimah UNIDA: Menuntut Ilmu sebagai Jalan Menuju Surga

Bogor, 17 Oktober 2025 – Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Kajian Muslimah yang digelar di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA, Jumat (17/10/2025). Kegiatan kali ini menghadirkan Dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNIDA, Syaima Lailatul Mubarokah, S.P., M.Si, dengan tema “Keutamaan Mencari Ilmu bagi Muslimah.”

Dalam pemaparannya, Syaima menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan tantangan zaman modern, tidak semua pengetahuan membawa kebaikan. Menurutnya, ilmu yang benar ibarat cahaya yang menuntun manusia dari kegelapan, kebodohan, dan kebingungan menuju jalan kebenaran.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga’ (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu bukan sekadar urusan duniawi, melainkan jalan menuju surga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Islam sangat memuliakan ilmu sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Majah). Para ulama menjelaskan bahwa kewajiban tersebut juga berlaku bagi muslimah.

“Bagaimana mungkin kita dapat beribadah dengan benar tanpa ilmu? Bagaimana seorang ibu bisa menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya jika tidak berilmu? Seorang ibu yang berilmu akan melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syaima menjelaskan bahwa ilmu agama memiliki keutamaan tertinggi karena mendekatkan manusia kepada Allah, mengajarkan tauhid, ibadah, akhlak, dan adab. Namun, Islam juga tidak melarang perempuan mempelajari ilmu umum selama diniatkan dengan benar dan dijalankan sesuai syariat. “Muslimah yang belajar pertanian untuk mendukung ketahanan pangan atau mempelajari kesehatan untuk menolong sesama — semuanya bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah,” jelasnya.

Dalam kajiannya, ia menguraikan beberapa keutamaan bagi muslimah yang menuntut ilmu. Di antaranya, Allah akan memudahkan jalannya menuju surga, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadis riwayat Muslim. Para penuntut ilmu juga memperoleh doa dan penghormatan dari para malaikat, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud: “Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia lakukan.”

Selain itu, Allah akan meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu beberapa derajat, sebagaimana termaktub dalam surah Al-Mujadilah ayat 11. Keutamaan-keutamaan ini, menurut Syaima, menjadi bukti bahwa Islam menempatkan ilmu sebagai kemuliaan besar, baik di dunia maupun di akhirat.

“Ilmu dan akhlak adalah perhiasan paling indah bagi seorang wanita. Ilmu membuat wajah bersinar bukan karena riasan, melainkan karena cahaya iman. Ilmu menjadikan ucapan penuh hikmah dan tindakan penuh manfaat,” tutur Syaima.

Mengutip nasihat Imam Syafi’i rahimahullah, ia menegaskan bahwa siapa pun yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat harus memiliki ilmu, sebab ilmu merupakan kunci pembuka pintu keberkahan hidup. Dalam menuntut ilmu, lanjutnya, adab menjadi faktor penting yang harus dijaga. Penuntut ilmu harus senantiasa ikhlas karena Allah, rendah hati, serta menghormati guru, karena keberkahan ilmu lahir dari adab terhadap pengajar.

“Ikhlas karena Allah, tidak mencari pujian atau pengakuan, bersikap rendah hati, dan menghormati guru, itu kunci keberkahan ilmu. Selain itu, ilmu harus diamalkan agar memberi manfaat, bukan hanya menjadi pengetahuan yang tersimpan dalam pikiran,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga waktu dan semangat belajar, sebab menuntut ilmu adalah proses panjang yang membutuhkan kesungguhan dan kedisiplinan. “Menuntut ilmu tidak mengenal batas usia. Selama akal masih diberikan, kewajiban belajar tetap ada. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Thaha ayat 114: ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.’ Ini menunjukkan bahwa belajar adalah perjalanan yang tidak pernah selesai,” terangnya.

Syaima mengajak seluruh muslimah untuk merenungkan sejauh mana mereka mengisi waktu dengan ilmu. “Ilmu akan menuntun kita menjadi perempuan yang lebih bijak, sabar, dan kuat dalam menghadapi ujian hidup. Dengan ilmu, kita mengenal Allah lebih dekat dan menjalani kehidupan dengan penuh makna,” tutupnya.

Kegiatan Kajian Muslimah ditutup dengan pelaksanaan salat dzuhur berjamaah bersama seluruh muslimah insan akademika UNIDA.