[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Kajian Muslimah UNIDA: Muslimah yang Kreatif dan Inovatif Menurut Islam

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali gelar kegiatan rutin Kajian Muslimah yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA), Arti Yoesdiarti, SP., MM dengan tema “Muslimah yang Kreatif dan Inovatif Menurut Islam” di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA pada Jumat, 31 Januari 2025.

Arti Yoesdiarti, SP., MM dalam paparan kajiannya menyampaikan perihal kreatif isi dari Qurat Surat An-Najm ayat 39 hingga 40 yang berbunyi:

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya)” (QS. an-Najm [53]: 39-40).

Kemudian menurut Coleman dan Hamman, berpikir kreatif merupakan berpikir yang menghasilkan metode baru, konsep baru, pengertian baru, perencanaan baru, dan seni baru. Sedangkan Rawsilton menjelaskan, berpikir kreatif juga disebut berpikir divergen atau lateral, yaitu menghubungkan ide atau hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan. Adapun yang dimaksud dengan inovatif adalah kemampuan untuk melakukan inovasi, yaitu memperkenalkan hal-hal baru atau temuan baru dari yang sudah ada atau sudah dikenal sebelumnya. Kreatifitas dan inovasi memiliki level kontinum, jadi tidak selalu sifatnya yang wah dan dazzling seperti new to the world, new to the market, cukup new to our organization our to ourself.

Islam adalah agama yang mengajarkan kreatifitas, contoh kreativitas rosulullah seperti saat memindahkan hajar aswad, dimana rosulullah meminta seluruh perwakilan suku untuk memegang kain yang digunakan untuk mewadahi Hajar Aswad, sehingga semua suku merasa diakui dan puas, dan terhindar dari potensi konflik yang lebih besar. Lalu contoh lainnya, membangun bisnis dan memperoleh keuntungan dengan etika dan keadilan. Rosulullah memiliki kejujuran, kesabaran, dan memperlakukan semua orang dengan sama dan dengan baik (santun). Kadang orang tertarik untuk membeli suatu barang karena kepribadian yang dapat dipercaya dan kemampuan kita dalam menjelaskan kelebihan dan manfaat suatu barang, bukan semata mata karena kualitas barangnya saja. Rasulullah juga dikenal memiliki sifat Fathonah (Cerdas).

Tapi kreatif dalam hal ibadah tidak diperlukan, karena Islam ajaran yang sudah sempurna. Ibadah yang tidak ada tuntunannya dalam Islam sebaiknya ditinggalkan. Bukan caranya ya, tapi ibadahnya. Misalkan pengajian pakai youtube dan media sosial, haji ke mekkah pakai pesawat, tentunya diperbolehkan. Tapi misalkan sholat jadi 5 rakaat, sholat terburu buru (tidak tumaninah), bernyanyi-nyanyi padahal suara Perempuan adalah aurat, yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah bahkan dibenci, sebaiknya ditinggalkan. Sebelum sholat dhuhur sebaiknya sholat sunnah rawatib 2 rakaat sebanyak 2 kali yang jelas jelas sunnah muakad. Wallahu a’lam bishowab. 

Lalu bagaimana dengan perempuan, contoh kreatif dalam diri seorang muslimah seperti pada perempuan di zaman Rasulullah diangkat sedemikian rupa derajatnya, dan banyak yang cerdas serta pemberani. Aisyah Rodhiyallahu anha terkenal akan kecerdasannya dan sangat cepat hapal dan paham hadits, 7 orang yang terkenal paling banyak meriwayatkan hadits, beliau juga pemberani dan berani maju di medan perang.

Contoh lainnya, perempuan yang terkenal kreatif dan inovatif adalah Khadijah Rodhiyallah Anha . Beliau pandai melihat peluang pasar sehingga paham apa barang yang harus dijual di wilayah tertentu, membuat jejaring berbasis persahabatan melalui etika dan banyak bersedekah, merekrut warga sekitar yang dapat dipercaya sehingga ada rasa kekeluargaan atau tidak enak kalau mengecewakan karena ada hubungan satu wilayah. Beliau juga pandai mengolah asset menjadi produktif, bukan dipakai untuk konsumtif. Sistem upah dan bagi hasil sehingga siapa yang paling banyak menjual akan memperoleh komisi dari bagi hasil yang lebih banyak.

Intinya menjadi Wanita Muslimah jangan kehabisan akal, jangan cepat menyerah, selalu berusaha mencari solusi jika sedang dalam mengerjakan sesuatu atau menyelesaikan masalah. Saat bermasalah dengan anak, cari informasi mengenai parenting dan personality.  Saat bermasalah dengan pekerjaan, cari di online inspirasi solusi terbaik dan kalau mentok tanya teman atau atasan. Saat bermasalah dengan teman, segera introspeksi diri dan cari cara agar teman kita Kembali baik kepada kita.

“Langkah mudah menjadi lebih kreatif dan inovatif yaitu dengan jika yang senang scrolling, ganti dengan influencer produktif, kreatif, dokter, ustadz/ustadzah, pebisnis, hack cara-cara mudah membuat PPT, Video maker, pembuatan Canva dan lainnya. Lalu cari hobi yang menyenangkan, jadilah produktif alih-alih konsumtif. Buatlah hari harimu jauh dari gadget sebanyak mungkin. Jadilah pemain, bukan penonton. Kemudian cari info seputar dunia kerja dan bisnis, sudah ada bayangan nanti mau kuliah dimana? Tau ga sepenting apa dunia pertanian? Ada penjual ciplukan S2 dari luar negeri, ekspor dan omsetnya sudah luar biasa. Smart farming berbasis IT yang serba otomasi. Dan cari teman yang vibesnya positif dan membawa kita ke perubahan yang lebih baik serta mendekatkan diri kepada Allah, karena Allah akan memberikan petunjuk yang tidak disangka sangka untuk kita. Kemudian cara terakhir dengan 3 M yaitu Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil dan Mulai dari sekarang,” ungkapnya.