Kajian Muslimah UNIDA: Peran Muslimah Membangun Generasi Halal Melalui Asupan yang Halal dan Thayyib
Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Kajian Muslimah yang digelar di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA, Jumat (7/11/2025). Kegiatan kali ini menghadirkan narasumber Dosen Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) UNIDA, Arti Hastuti, S.TP., M.TP, dengan tema “Peran Muslimah Membangun Generasi Halal Melalui Asupan yang Halal dan Thayyib.”
Dalam kajiannya, Arti Hastuti, S.TP., M.TP menyampaikan bahwa makanan bukan hanya kebutuhan jasmani, melainkan juga berpengaruh pada kebersihan hati, pikiran, dan perilaku seseorang. Ia menekankan bahwa perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran besar dalam memastikan setiap makanan yang masuk ke rumah tangga berasal dari sumber yang halal dan baik.
“Seorang ibu yang memberi makan keluarganya dengan makanan halal dan thayyib akan menumbuhkan anak-anak yang jujur, kuat, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 168, Arti Hastuti, S.TP., M.TP mengingatkan agar umat Islam berhati-hati terhadap makanan yang dikonsumsi.
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”
Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa menjaga kehalalan asupan adalah bagian dari ketaatan dan menjadi bentuk ibadah yang bernilai pahala. Setiap makanan halal yang disiapkan dengan niat tulus akan membawa keberkahan dalam keluarga.
Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya makanan halal melalui sabdanya, “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim)
Lebih lanjut, Arti Hastuti, S.TP., M.TP, menyampaikan bahwa membiasakan anak untuk memahami konsep halal dan haram sejak dini menjadi bagian dari pendidikan karakter islami. Hal itu akan membentuk generasi yang kuat secara spiritual, berintegritas, dan tangguh menghadapi perubahan zaman.
“Peran muslimah bukan hanya di dapur, tetapi di jantung peradaban umat. Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang membawa keberkahan. Karena dari makanan yang baik akan tumbuh hati yang bersih dan perilaku yang santun,” ujar Arti menegaskan.
Kegiatan Kajian Muslimah ditutup dengan pelaksanaan salat dzuhur berjamaah bersama seluruh muslimah insan akademika UNIDA.