[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Kajian Muslimah UNIDA: Peran Perempuan sebagai Penjaga Gizi dan Ketahanan Pangan

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Kajian Muslimah yang digelar di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA, Jumat (14/11/2025). Kegiatan kali ini diisi oleh Wilna Iznilillah, S.TP., M.TP yang membawakan materi bertema “Perempuan sebagai Penjaga Kualitas Gizi dan Ketahanan Pangan”. Kajian diikuti oleh para muslimah yang antusias mendalami peran perempuan dalam menjaga kualitas pangan keluarga.

Dalam pemaparannya, Wilna menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi sentral dalam pengelolaan pangan keluarga. Ia menyampaikan bahwa fitrah perempuan sebagai ummun wa rabbatul bait menjadikan mereka memiliki kepekaan dan ketelatenan dalam memastikan makanan yang dikonsumsi keluarga bersifat halal, thayyib, serta membawa keberkahan.

“Perempuan berperan besar dalam menentukan kualitas gizi keluarga. Dari tangan seorang ibu, kesehatan, kecerdasan anak, dan energi suami dalam bekerja dapat terbangun,” ujar Wilna

Ia merujuk pada firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 168 sebagai pengingat bahwa pangan harus berasal dari sumber yang baik dan terhindar dari perkara meragukan.

Wilna juga mengutip hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya menjalankan setiap pekerjaan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi pedoman bagi perempuan dalam mengelola pangan keluarga.

“Kesungguhan dalam menyediakan makanan yang baik adalah bagian dari ibadah,” jelasnya

Selain membahas peran perempuan dalam konsumsi pangan, Wilna mengajak muslimah untuk turut ambil bagian dalam produksi pangan lokal. Ia mencontohkan kegiatan seperti menanam sayuran di pekarangan rumah, mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah, hingga membuat kemasan menarik untuk usaha kecil. Aktivitas ini dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi.

“Kegiatan sederhana yang dilakukan dengan niat ibadah dapat menjadi amal jariyah. Dari usaha kecil tersebut, banyak keluarga dapat terbantu dan anak-anak dapat tumbuh lebih sehat,” ungkapnya

Pada akhir kajian, Wilna mengajak peserta untuk terus meningkatkan pengetahuan mengenai gizi, pangan halal, dan pengolahan makanan yang baik. Ia menegaskan bahwa menjaga pangan keluarga merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan ilmu dan kesungguhan.

Kajian ditutup dengan pesan agar para muslimah menghadapi peran mereka dengan keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal.

“Semoga Allah menjadikan kita perempuan yang berdaya dan mampu menjaga gizi keluarga dengan ilmu serta menjaga ketahanan pangan dengan iman,” tutupnya