Kajian Muslimah UNIDA: Peranan Muslimah Terhadap Keberlangsungan Pangan
Universitas Djuanda (UNIDA) kembali gelar kegiatan rutin Kajian Muslimah yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Dosen Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) UNIDA, Wilna Iznilillah, S.TP., M.TP dengan tema “Peranan Muslimah Terhadap Keberlangsungan Pangan” di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA pada Jumat, 18 Oktober 2024.
Wilna Iznilillah, S.TP., M.TP dalam paparan materinya menyampaikan bahwa setiap makhluk hidup membutuhkan pangan untuk mempertahankan hidup. Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Tanpa pangan, manusia tidak mungkin dapat melangsungkan kehidupan. Pemenuhan kebutuhan pangan dalam konteks ketersedian pangan merupakan pilar bagi pembentukan Sumber Daya Manusia berkualitas yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing bangsa di tataran global.
Keberlangsungan pangan sendiri sering diartikan sebagai tersedianya bahan pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup atau juga disebut ketahanan pangan. Lalu apa hubungan keberlangsungan pangan dengan Muslimah? Dalam ajaran Islam, "muslimah" adalah istilah yang digunakan untuk menyebut perempuan yang beriman yang selalu berusaha untuk melaksanakan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka dan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang dilarang oleh agama Islam, termasuk dalam hal keberlangungan atau ketersediannya pangan. Pangan adalah bagian penting dari kehidupan manusia, dan dalam Islam, makanan berkaitan dengan iman, nilai-nilai moral, dan kesehatan selain merupakan kebutuhan fisik.
Oleh karena itu Muslimah sangat berperan terhadap Keberlangsungan Pangan, karena perempuan terlibat dalam semua aspek produksi, pengolahan, dan persiapan makanan, serta pemenuhan gizi keluarga, peran mereka dalam ketersediaan pangan sangat penting. Namun, peran perempuan sering diabaikan dan hanya dianggap sebagai hal biasa. Tidak mungkin generasi muda yang kuat, shaleh dan shalehah untuk memimpin bangsa tanpa peran Perempuan Muslimah. Kesadaran dan partisipasi perempuan dalam ketersediaan pangan yang bernutrisiterutama halal dan thayib menentukan juga baik dan buruknya akhlak di keluarga dan bangsa secara keseluruhan.
Makanan sebagai Anugerah Allah SWT. Dalam Al-Quran, Allah berfirman, "Dan Dialah yang menjadikan untukmu segala yang ada di bumi" (Q.S. Al-Baqarah, 29), menunjukkan bahwa makanan adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Melalui firman tersebut, Allah telah menegaskan bahwa makhluknya memiliki segala sesuatu yang ada di Bumi dan harus dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan bersama. Umat Islam dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik sebagai bentuk rasa syukur. Makanan yang halal bukan hanya berarti diperbolehkan menurut syariat, tetapi juga harus sehat dan bermanfaat bagi tubuh.
Dalam agama Islam, sangat penting bagi umatnya untuk menjaga kesehatan mereka melalui penerapan pola makan yang sehat. Makanan bergizi baik untuk kesehatan. Rasulullah SAW berkata, “Makanlah yang baik dan halal, dan berbuatlah baik.” (HR. Muslim). Sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan protein, vitamin, mineral, dan serat untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan. Selain itu, agama Islam menawarkan standar moral yang harus diikuti saat mengonsumsi makanan. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. Umat Islam dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka dan tetap sehat dengan menerapkan prinsip moderasi.
Makanan juga mempengaruhi iman seseorang. Makanan yang baik dan halal dapat meningkatkan ketakwaan dan kedekatan seseorang kepada Allah, sementara makanan yang haram dapat menjauhkan seseorang dari Allah dan merusak hubungan spiritual. Mengonsumsi makanan haram juga menjadi salah satu alasan mengapa doa sulit dikabulkan. Islam menekankan pentingnya kebersihan dalam makanan. Setiap langkah, mulai dari penyembelihan hewan hingga penyimpanan dan penyajian makanan, harus dilakukan dengan cara yang bersih dan higienis. Kebersihan adalah bagian dari ibadah selain menjaga kesehatan fisik. Itulah mengapa perempuan Muslimah memiliki peran yang sangat strategis dalam keberhasilan pangan. Ketersediaan pangan tidak terlepas dari peran wanita. Perempuan dapat terlibat dalam produksi makanan, pengolahan, dan distribusi. Mereka bukan hanya menghasilkan makanan, tetapi juga bertanggung jawab atas kebutuhan nutrisi, halal, dan thayyib seluruh keluarganya.
Berbagai hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kaum perempuan memainkan peran penting dalam ketersediaan pangan bagi keluarganya, mulai dari produksi pertanian, pemasaran, hingga menyediakan makanan di meja makan, dan bertanggung jawab atas pemenuhan gizi keluarga. Oleh karena itu, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam ketersediaan pangan keluarga. Perempuan juga perlu untuk diberikan perhatian khusus karena mereka bertanggung jawab untuk mengolah dan menyiapkan makanan untuk keluarga. Kesalahan dalam proses ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas gizi makanan dalam keluarga.
“Baik buruknya makanan atau pangan yang dikonsumsi dan diberikan kepada keluarga juga akan menentukkan baik buruknya akhlak pribadi dan keluarga, Menurut Islam, makanan harus mengandung moral, etika, dan nilai spiritual. Mengkonsumsi makanan yang sehat dan halal membantu mendekatkan diri kepada Allah dan menjaga kesehatan. Umat Muslim, khususnya muslimah, dapat menjalani kehidupan yang sehat, seimbang, dan penuh berkah dengan mengikuti prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam Islam. Menjaga kesehatan adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama, dan kita dapat mencapai tujuan ini melalui pola makan yang baik dan mengkonsumsi pangan yang baik. sehingga itulah mengapa Muslimah sangat berperan terhadap keberlangsungan pangan,” ungkapnya.