[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Kajian Muslimah UNIDA: Perempuan dan Bisnis dalam Islam

Kegiatan rutin Kajian Tauhid Muslimah kembali diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) Universitas Djuanda (UNIDA), Jum’at, 2 Mei 2025 di Masjid Baitul Hamdi (MBH). Pada kesempatan kali ini, Dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA) Siti Masithoh, S.Pt., M.Si menjadi narasumber dengan memaparkan materi berjudul “Perempuan Berbisnis dalam Perspektif Islam dan Kisah-Kisah Tauladannya”.

Dalam paparannya, Siti Masithoh, S.Pt., M.Si menekankan bahwa Islam memandang perempuan sebagai individu mandiri dengan hak penuh untuk mengelola harta dan mengembangkan potensi diri, termasuk dalam bidang ekonomi dan bisnis.

"Islam tidak melarang perempuan untuk berbisnis, bahkan banyak contoh perempuan sukses dalam bisnis yang dapat kita jadikan tauladan," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, beliau mengangkat dua contoh tauladan perempuan sukses dalam sejarah Islam, yaitu Khadijah binti Khuwaylid, istri Rasulullah SAW yang merupakan pengusaha sukses di Mekah dengan karavan dagang yang besar, serta Rafidah binti Ka'ab, seorang perempuan yang memiliki keterampilan dalam pengobatan dan menjalankan bisnis klinik pengobatan.

Siti Masithoh, S.Pt., M.Si menjelaskan beberapa sifat Khadijah yang patut diteladani seperti kemandirian, keuletan, dan amanah dalam berbisnis. Ia juga menyampaikan tiga pelajaran penting yang dapat diambil dari kisah ini, yaitu hak perempuan untuk berbisnis, pentingnya kemandirian dan keuletan, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam kegiatan bisnis.

Dalam kajiannya, Siti Masithoh, S.Pt., M.Si juga mengutip beberapa dalil Al-Qur'an yang mendukung peran perempuan dalam bekerja dan berusaha, di antaranya Surat An-Nisa Ayat 32, Surat Al-Mumtahanah Ayat 10, dan Surat Al-A'raf Ayat 189.

"Perempuan memiliki hak untuk bekerja dan berusaha, namun juga harus memperhatikan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai seorang perempuan dan anggota masyarakat," tegas Masithoh menutup kajiannya,” jelasnya.