[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Kajian Muslimah UNIDA: Strategi Mendidik Gen Z dalam Perspektif Islam

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali gelar kegiatan rutin Kajian Muslimah yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIDA, Tini Kartini, S.E., M.H., M.M dengan tema “Strategi Mendidik Gen Z dalam Perspektif Islam” di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA pada Jumat, 24 April 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan keislaman sekaligus penguatan peran perempuan, khususnya para muslimah, dalam menghadapi tantangan pendidikan generasi masa kini yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan informasi.

Dalam pemaparannya, Tini Kartini, S.E., M.H., M.M menekankan bahwa perubahan zaman membawa konsekuensi pada perubahan pola pendidikan dan komunikasi, terutama dalam mendidik Generasi Z yang tumbuh di era digital.

“Ketika zaman berubah, tantangan juga ikut berubah. Maka cara kita mendidik anak pun harus menyesuaikan dengan zamannya, bukan lagi menggunakan pendekatan masa lalu,” ujarnya.

Tini Kartini, S.E., M.H., M.M menjelaskan bahwa Generasi Z merupakan generasi digital yang sangat dekat dengan teknologi dan informasi. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan dalam proses pendidikan.

“Gen Z memiliki keunggulan dalam akses informasi yang cepat dan luas, tetapi di sisi lain mereka juga rentan terhadap pengaruh negatif dan informasi yang tidak benar. Di sinilah peran pendidik menjadi sangat penting,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tini Kartini, S.E., M.H., M.M menguraikan sejumlah strategi mendidik Generasi Z dalam perspektif Islam, di antaranya penguatan akidah sebagai fondasi utama, keteladanan (uswah hasanah), serta pemanfaatan teknologi digital sebagai media dakwah yang kreatif dan edukatif. Pendekatan dialogis, penuh kasih sayang, serta mentoring personal juga menjadi kunci dalam membangun karakter generasi yang tangguh dan berakhlak mulia.

Menutup kajiannya, ia menekankan bahwa pendidikan karakter harus berlandaskan pada nilai-nilai keimanan dan akhlak.

“Strategi mendidik Gen Z harus dimulai dari penguatan akidah. Jika pondasinya kuat, mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh arus negatif di era digital,” ungkapnya.

Tini Kartini, S.E., M.H., M.M juga menekankan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dan relevan dengan dunia Gen Z. Menurutnya, literasi digital juga menjadi aspek penting dalam pendidikan saat ini.

“Pendekatan dialogis, keteladanan, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai media dakwah kreatif menjadi kunci agar pesan-pesan pendidikan dapat diterima dengan baik oleh Gen Z,” katanya.

“Kita harus mengajarkan mereka untuk bijak dalam menggunakan teknologi, mampu menyaring informasi, dan tidak mudah terpengaruh hoaks. Ini bagian dari pendidikan Islam yang kontekstual,” tutupnya.