[email protected] 0251-8240773
Berita

Kegiatan Rutin Ketauhidan Majelis Dhuha UNIDA, Bahas Keutamaan Syukur dalam Tafsir Lughawi Surat Al-Kautsar

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) selenggarakan kegiatan rutin ketauhidan Majelis Dhuha pada Rabu, 24 Mei 2023 di Masjid Baitul Hamdi UNIDA. Majelis tersebut diisi oleh Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA, Didin Syamsudin, S.Pd., M.Pd dan dihadiri oleh Rektor UNIDA, Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D beserta jajaran.

Majelis Dhuha merupakan kegiatan rutin setiap bulan yang diinisasi oleh BPPT UNIDA, dalam Majelis Dhuha diisi oleh kegiatan Solat Dhuha berjamaah, doa bersama serta kajian-kajian islami.

Rektor UNIDA, Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D dalam sambutannya menyatakan bahwa budaya belajar mengajar adalah budaya islam yang harus terus dipertahankan terutama oleh kaum muslim. Budaya tersebut bisa dibuktikan dari banyak ahli-ahli terkenal di dunia yang merupakan seorang muslim, baik ahli kimia, matematika dan lainnya yang sampai saat ini dampak ilmu pengetahuannya sangat dapat dirasakan.

Ilmu pengetahuan sangat luas dan tidak terbatas, mari belajar mulai dari masjid seperti saat ini sedang dilaksanakan dalam Majelis Dhuha. Tradisi ini bagus dan sangat penting untuk dipertahankan karena banyak memberikan manfaat,” tutur Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D.

"Kegiatan seperti ini sangat baik dilaksanakan untuk menghidupkan masjid dengan kajian-kajian ilmu pengetahuan dan diharapkan ini akan terus dikembangkan. Semoga BPPT akan terus berinovasi untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan seperti Majelis Dhuha karena ini dapat menjadi tempat latihan insan UNIDA sehingga ini bagus menjadi bekal untuk kehidupan di masyarakat," sambungnya.

Sementara itu, Didin Syamsudin, S.Pd., M.Pd selaku pemateri dalam paparannya menganai Tafsir Lughawi Surat Al-Kautsar menyampaikan bahwasanya walaupun surat ini disampaikan pada Nabi Muhammad SAW, akan tetapi ini merupakan nilai-nilai agar semua insan bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Seperti nikmat saat tentram yang sangat sulit dirasakan di negara-negara yang sedang terjadi perang, nikmat tubuh sehat dan nikmat setiap hari dapat memenuhi kebutuhan itu merupakan nikmat yang sangat besar dari Allah SWT dan perlu untuk disadari dan tentu untuk sangat disyukuri. Rezeki itu luas bukan hanya gaji, gaji hanya sebagian dari rezeki, dengan segala rezeki yang diberikan Allah SWT hendaknya selalu disyukuri,” paparnya.

Didin Syamsudin, S.Pd., M.Pd menambahkan, kunci bahagia itu sebenarnya sederhana, kalau diberi kebahagiaan bersyukur dan ketika diberi musibah harus bersabar.

“Ketika kita kehilangan dan bersedih maka hendaknya bersabar dan berdoa, bisa jadi Allah akan menggantinya dengan nikmat yang lebih besar. Bentuk rasa syukur kita baiknya dengan memaksmalkan berdoa, shalat dan berkurban. Berkurban disini bukan hanya dimaknai dengan berkurban hewan qurban, akan tetapi bisa dimaknai secara luas yaitu dengan berkorban dalam hal apapun di jalan Allah, seperti berkorban waktu, berkorban harta dan lainnya. Dan bentuk rasa syukur kita akan nikmat Allah tentu dengan memaksimalkan potensi dalam diri untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah secara maksimal,” ungkap Didin Syamsudin, S.Pd., M.Pd.