[email protected] 0251-8240773
Berita

Kelas Praktisi Mengajar, Mahasiswa Sains Komunikasi UNIDA Belajar Praktik PR dan Brand Activation di Industri Retail Modern

Program Studi Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar kegiatan Praktisi Mengajar pada mata kuliah Pengantar Public Relations, Kamis (21/5/2026), di Ruang Kelas E.303 FISIP UNIDA. Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri yang juga alumni Program Studi Sains Komunikasi FISIP UNIDA, Dedy Ardiansyah Ramadhan, S.I.Kom selaku Retail Marketing Supervisor salah satu brand skincare di Indonesia, dengan mengangkat tema “Practical PR in Retail Marketing & Brand Activation”.

Dekan FISIP UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si mengapresiasi pelaksanaan kegiatan praktisi mengajar sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri guna meningkatkan daya saing lulusan.

“FISIP UNIDA terus mendorong kolaborasi antara akademisi dan praktisi sehingga mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana teori komunikasi dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan,” ungkapnya.

Dosen pengampu mata kuliah Pengantar Public Relations, Robby Firliandoko, A.Md., S.I.Kom., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan praktisi mengajar menjadi salah satu langkah penting untuk menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan realitas dunia industri komunikasi. 

“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang aplikatif agar memahami bagaimana praktik Public Relations dijalankan secara nyata di dunia kerja. Kehadiran praktisi di kelas menjadi ruang pembelajaran yang sangat penting untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai tantangan, strategi, dan dinamika komunikasi di industri,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan industri komunikasi yang semakin dinamis dan kompetitif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep dasar PR secara teoritis, tetapi juga mampu melihat bagaimana proses komunikasi strategis dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program,” tambahnya.

Sementara itu dalam pemaparannya, Dedy Ardiansyah Ramadhan menjelaskan bahwa peran Public Relations dalam industri retail marketing saat ini semakin kompleks karena harus mampu mengintegrasikan komunikasi, pemasaran, dan pengalaman konsumen secara bersamaan.

Menurutnya, strategi komunikasi yang efektif tidak cukup hanya mengandalkan media konvensional, tetapi juga harus memanfaatkan pendekatan digital dan aktivitas langsung di lapangan secara terpadu.

“Di dunia retail marketing, komunikasi harus dibangun secara terintegrasi. Mulai dari memahami stakeholder, menyusun strategi komunikasi, menjalankan activation di lapangan, sampai melakukan evaluasi terhadap hasil program. Semua proses itu saling berkaitan,” jelas Dedy.

Ia juga membagikan pengalaman profesionalnya dalam menangani berbagai aktivitas brand activation serta menghadapi tantangan komunikasi di lapangan.

“Dalam praktiknya, sering kali muncul perbedaan kepentingan antar stakeholder. Di situlah kemampuan problem solving dan komunikasi menjadi sangat penting agar program tetap berjalan efektif dan tujuan perusahaan dapat tercapai,” ungkapnya.