[email protected] 0251-8240773
Berita

Kelompok 5 KKN-T FAIPG UNIDA di Desa Cimande Hilir Sosialisasikan Pentingnya Lingkungan Sehat untuk Pendidikan Anak yang Kuat

Mahasiswa Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) adakan sosialisasi Pentingnya Lingkungan Sehat Untuk Pendidikan Anak yang Kuat di Balai Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor pada Rabu, 16 Agustus 2023. Sosialisasi tersebut diisi oleh Dosen FAIPG UNIDA, Novi Maryani, M.Pd.I dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Cimande Hilir, Deetje Hekta Soerjanti V.

Sosialisasi Pentingnya Lingkungan Sehat Untuk Pendidikan Anak yang Kuat ini sangat penting dilaksanakan karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah atau limbah yang dihasilkan di Desa Cimande Hilir menumpuk dan sulit terurai, salah satu contohnya yaitu limbah diapers (popok bayi). Hal tersebut mengakibatkan lingkungan desa menjadi kurang bersih. Salah satu pemanfaatan sampah yang digaungkan dalam kegiatan ini yaitu pemanfaatan limbah diapers yang akan dijadikan produk pot tanaman sehingga bisa menjadi salah satu upaya mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Kegiatan seminar sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasii masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah 3R (reduce, reuse, recycle) guna mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap orang.

Perwakilan Panitia, Muhammad Hikam Alfarabi menyampaikan bahwa seminar sosialisasi ini dilaksanakan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan untuk pendidikan anak yang kuat serta bertujuan memperkenalkan produk pot tanaman yang terbuat dari hasil memanfaatkan limbah diapers (sampah residu) yang menjadi  salah satu masalah di desa.

Selanjutnya Sekretaris Desa Cimande Hilir, E. Mulyadi, S.Pd.I menuturkan bahwa pendidikan merupakan hal yang   penting, bukan hanya teori tetapi bagaimana mempraktikannnya dilingkungan masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi ini menjadi penting karena akan menjelaskan tentang pentingnya kebersihan lingkungan bagi pendidikan anak yang kuat.

“Terima kasih kepada para mahasiswa KKN-T FAIPG UNIDA yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini, semoga dengan kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesahatan bagi pendidikan anak,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen FAIPG UNIDA, Novi Maryani, M.Pd.I menyampaikan bahwa lingkungan yang sehat merupakan salah satu hal yang perlu dimiliki setiap desa. Lingkungan yang sehat juga menunjang pendidikan, memberikan pembelajaran bagi siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengelolaan dan pemilahan sampah untuk mewujudkan lingkungan yang sehat. Salah satu contoh pemilahan dan pengelolaan sampah di desa yaitu mahasiswa KKN-T FAIPG UNIDA melakukan inovasi pemanfaatan limbah diapers untuk mejadi produk berguna yaitu pot tanaman. Pembuatan pot tanaman dari limbah diapers diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi warga desa untuk dapat mulai memanfaatkan limbah sampah menjadi produk yang berguna dan tidak lagi membuang sampah sembarangan.

“Selain itu, dalam proses belajar mengajar diperlukan media yang menarik perhatian siswa, agar pembelajaran tidak membosankan salah satu media pembelajaran yang dibuat oleh mahasiswa KKN-T FAIPG UNIDA untuk digunakan di MIS Tamhidiyah yaitu media pembelajaran calistung papan huruf, puzzle ejaan dan papan penjumlahan, pengurangan ketiga media tersebut diharapakan dapat membantu siswa menghafal huruf lebih cepat dan membuat pembelajaran semakin menyenangkan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Deetje Hekta Soerjanti V selaku Kader Pembangunan Manusia Desa Cimande Hilir menyampaikan tentang sanitasi dan pengelolaan sampah STBM adalah Pendekatan untuk merubah perilaku Higeinis dan sanitasi melalui pemberdayaan dengan metode pemicuan. Tujuan STBM meliputi 3 komponen yaitu menciptakan lingkungan mejemuk, meningkatkan kebutuhan sanitasi, meningkatkan persejaan sanitasi dan pengembangan inovasi sesuai dengan konteks wilayah.

“Jadi STBM tentang pencapaian penurunan anak stunting dengan pemanfaatan makan dan pemanfaatan air limbah. Sanitasi program komisi komunitas meliputi beberapa program yaitu SDM tidak buang air besar sembarangan, mencuci tangan memakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman serta membuang sampah dengan aman yaitu tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.