Kelompok 5 KKN-T FAIPG UNIDA di Desa Cimande Hilir Sosialisasikan Pentingnya Lingkungan Sehat untuk Pendidikan Anak yang Kuat
Mahasiswa Fakultas Agama Islam dan
Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam
Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) adakan sosialisasi Pentingnya
Lingkungan Sehat Untuk Pendidikan Anak yang Kuat di Balai Desa Cimande Hilir, Kecamatan
Caringin, Kabupaten Bogor pada Rabu, 16 Agustus 2023. Sosialisasi tersebut
diisi oleh Dosen FAIPG UNIDA, Novi Maryani, M.Pd.I dan Kader Pembangunan
Manusia (KPM) Desa Cimande Hilir, Deetje Hekta Soerjanti V.
Sosialisasi Pentingnya Lingkungan Sehat
Untuk Pendidikan Anak yang Kuat ini sangat penting dilaksanakan karena
kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah atau limbah yang
dihasilkan di Desa Cimande Hilir menumpuk dan sulit terurai, salah satu
contohnya yaitu limbah diapers (popok bayi). Hal tersebut mengakibatkan
lingkungan desa menjadi kurang bersih. Salah satu pemanfaatan sampah yang
digaungkan dalam kegiatan ini yaitu pemanfaatan limbah diapers yang akan
dijadikan produk pot tanaman sehingga bisa menjadi salah satu upaya mengurangi
jumlah sampah yang dihasilkan.
Kegiatan seminar sosialisasi ini bertujuan
untuk mengedukasii masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah 3R (reduce,
reuse, recycle) guna mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap orang.
Perwakilan Panitia, Muhammad Hikam Alfarabi
menyampaikan bahwa seminar sosialisasi ini dilaksanakan untuk mengedukasi
masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan untuk pendidikan anak
yang kuat serta bertujuan memperkenalkan produk pot tanaman yang terbuat dari
hasil memanfaatkan limbah diapers (sampah residu) yang menjadi salah satu masalah di desa.
Selanjutnya Sekretaris Desa Cimande Hilir, E.
Mulyadi, S.Pd.I menuturkan bahwa pendidikan merupakan hal yang penting, bukan hanya teori tetapi bagaimana
mempraktikannnya dilingkungan masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi ini
menjadi penting karena akan menjelaskan tentang pentingnya kebersihan
lingkungan bagi pendidikan anak yang kuat.
“Terima kasih kepada para mahasiswa KKN-T
FAIPG UNIDA yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini,
semoga dengan kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya
kesahatan bagi pendidikan anak,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen FAIPG UNIDA, Novi
Maryani, M.Pd.I menyampaikan bahwa lingkungan yang sehat merupakan salah satu
hal yang perlu dimiliki setiap desa. Lingkungan yang sehat juga menunjang
pendidikan, memberikan pembelajaran bagi siswa untuk selalu membuang sampah
pada tempatnya dan melakukan pengelolaan dan pemilahan sampah untuk mewujudkan
lingkungan yang sehat. Salah satu contoh pemilahan dan pengelolaan sampah di
desa yaitu mahasiswa KKN-T FAIPG UNIDA melakukan inovasi pemanfaatan limbah
diapers untuk mejadi produk berguna yaitu pot tanaman. Pembuatan pot tanaman
dari limbah diapers diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi warga desa
untuk dapat mulai memanfaatkan limbah sampah menjadi produk yang berguna dan
tidak lagi membuang sampah sembarangan.
“Selain itu, dalam proses belajar mengajar
diperlukan media yang menarik perhatian siswa, agar pembelajaran tidak
membosankan salah satu media pembelajaran yang dibuat oleh mahasiswa KKN-T
FAIPG UNIDA untuk digunakan di MIS Tamhidiyah yaitu media pembelajaran
calistung papan huruf, puzzle ejaan dan papan penjumlahan, pengurangan
ketiga media tersebut diharapakan dapat membantu siswa menghafal huruf lebih
cepat dan membuat pembelajaran semakin menyenangkan,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Deetje Hekta
Soerjanti V selaku Kader Pembangunan Manusia Desa Cimande Hilir menyampaikan
tentang sanitasi dan pengelolaan sampah STBM adalah Pendekatan untuk merubah
perilaku Higeinis dan sanitasi melalui pemberdayaan dengan metode pemicuan. Tujuan
STBM meliputi 3 komponen yaitu menciptakan lingkungan mejemuk, meningkatkan
kebutuhan sanitasi, meningkatkan persejaan sanitasi dan pengembangan inovasi
sesuai dengan konteks wilayah.
“Jadi STBM tentang pencapaian penurunan
anak stunting dengan pemanfaatan makan dan pemanfaatan air limbah. Sanitasi
program komisi komunitas meliputi beberapa program yaitu SDM tidak buang air
besar sembarangan, mencuci tangan memakai sabun, mengelola air minum dan
makanan yang aman serta membuang sampah dengan aman yaitu tidak membuang sampah
sembarangan,” pungkasnya.