[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

Kelompok 7 KKN FAPERTA UNIDA Perluas Marketing UMKM Layangan di Desa Lemah Duhur, Daftarkan Tempat Usaha di Google Maps

Mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam kelompok 7 bersilaturahmi dengan Ketua RW 04 Desa Lemah Duhur Kecamatan Caringin sekaligus berkunjung ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) layangan pada Senin, 14 Agustus 2023. Kunjungan tersebut dalam upaya peningkatan UMKM di Desa Lemah Duhur khususnya UMKM layangan.

Pada saat ini di Bogor sedang musim kemarau yang membuat kerajinan layangan sangat digemari oleh masyarakat setempat berbeda pada saat musim penghujan dikarenakan cuaca yang tidak bagus sehingga UMKM layangan lebih meningkat di musim kemarau. Namun pemasaran atau marketing UMKM layangan di Desa Lemah Duhur sangat terbatas seperti di status Whatapps saja. Oleh karena itu, kelompok 7 KKN FAPERTA UNIDA laksanakan program yang membantu meningkatkan promosi UMKM layangan di Desa Lemah Duhur.

Komar selaku pemilik UMKM layangan di Desa Lemah Duhur dalam sesi wawancara menyatakan bahwasanya layangan dijual per bal, 1 bal isinya 1000 pcs layangan. Harga per bal Rp.650.000 untuk layangan polos dan Rp. 750.000 buat layangan yang bermotif. Tapi tidak semua layangan dijual per bal, banyak juga orang yang beli langsung ke rumah. Biasanya dijual ke 1 agen yang sudah dari dulu langganan beli layangan disini.

“Kendalanya pada saat musim hujan, omset nya paling cuman sampe Rp.300.000 saja, soalnya kan siapa juga yang mau main layangan di musim hujan. Kekurangan dari UMKM layangan ini juga yaitu belum memiliki logo atau brand sendiri, dikarenakan kurangnya modal dan SDM untuk membranding untuk usaha layangan ini,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Kelompok 7 KKN FAPERTA UNIDA, Muhamad Agung Abdurrohman menyatakan bahwa dalam upaya membantu peningkatan UMKM di Desa Lemah Duhur khususnya UMKM layangan, Kelompok 7 KKN FAPERTA UNIDA sudah melakukan beberapa strategi seperti mendaftarkan tempat UMKM layangan di Google Maps sehingga dapat mempermudah pembeli terutama untuk mempermudah pembeli mengetahui letak yang tepat untuk membeli produk layangan di Desa Lemah Duhur.

 “Sudah kami daftarkan di Google Maps dengan nama Kerajinan Layangan Bapak Komar dan sudah disetujui oleh Bapak Komar sebagai pengrajin layangannya. Semoga dengan didaftarkannya di Google Maps dapat menambah pelanggan dan omset dari UMKM layangan di Desa Lemah Duhur ini,” ungkapnya.