Kelompok 7 KKN FAPERTA UNIDA Perluas Marketing UMKM Layangan di Desa Lemah Duhur, Daftarkan Tempat Usaha di Google Maps
Mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA)
yang tergabung dalam kelompok 7 bersilaturahmi dengan Ketua RW 04 Desa Lemah
Duhur Kecamatan Caringin sekaligus berkunjung ke Usaha Mikro Kecil Menengah
(UMKM) layangan pada Senin, 14 Agustus 2023. Kunjungan tersebut dalam upaya
peningkatan UMKM di Desa Lemah Duhur khususnya UMKM layangan.
Pada saat ini di Bogor sedang musim kemarau yang membuat kerajinan
layangan sangat digemari oleh masyarakat setempat berbeda pada saat musim
penghujan dikarenakan cuaca yang tidak bagus sehingga UMKM layangan lebih
meningkat di musim kemarau. Namun pemasaran atau marketing UMKM layangan
di Desa Lemah Duhur sangat terbatas seperti di status Whatapps saja. Oleh
karena itu, kelompok 7 KKN FAPERTA UNIDA laksanakan program yang membantu
meningkatkan promosi UMKM layangan di Desa Lemah Duhur.
Komar selaku pemilik UMKM layangan di Desa Lemah Duhur dalam sesi
wawancara menyatakan bahwasanya layangan dijual per bal, 1 bal isinya 1000 pcs
layangan. Harga per bal Rp.650.000 untuk layangan polos dan Rp. 750.000 buat
layangan yang bermotif. Tapi tidak semua layangan dijual per bal, banyak juga
orang yang beli langsung ke rumah. Biasanya dijual ke 1 agen yang sudah dari
dulu langganan beli layangan disini.
“Kendalanya pada saat musim hujan, omset nya paling cuman sampe Rp.300.000
saja, soalnya kan siapa juga yang mau main layangan di musim hujan. Kekurangan
dari UMKM layangan ini juga yaitu belum memiliki logo atau brand
sendiri, dikarenakan kurangnya modal dan SDM untuk membranding untuk usaha
layangan ini,” tuturnya.
Sementara itu Ketua Kelompok 7 KKN FAPERTA UNIDA, Muhamad Agung
Abdurrohman menyatakan bahwa dalam upaya membantu peningkatan UMKM di Desa
Lemah Duhur khususnya UMKM layangan, Kelompok 7 KKN FAPERTA UNIDA sudah
melakukan beberapa strategi seperti mendaftarkan tempat UMKM layangan di Google
Maps sehingga dapat mempermudah pembeli terutama untuk mempermudah pembeli
mengetahui letak yang tepat untuk membeli produk layangan di Desa Lemah Duhur.
“Sudah kami daftarkan di
Google Maps dengan nama Kerajinan Layangan Bapak Komar dan sudah disetujui oleh
Bapak Komar sebagai pengrajin layangannya. Semoga dengan didaftarkannya di
Google Maps dapat menambah pelanggan dan omset dari UMKM layangan di Desa Lemah
Duhur ini,” ungkapnya.