Kembangkan Inovasi Pertanian Berbais Teknologi, HIMATIP UNIDA Tutup Program PPK ORMAWA dengan Lokakarya
Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Djuanda (UNIDA) melaksanakan Lokakarya Penutupan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Kantor UPTD Desa Banjarwangi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya tiga bulan pengabdian mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pertanian berbasis teknologi bagi masyarakat desa.
Acara yang mengusung tema “Menutup dengan Karya: Lokakarya HIMATIP di Banjarwangi Jadi Titik Balik Tiga Bulan Pengabdian Mahasiswa” dihadiri oleh Deni Hendarto, S.T., M.Si selaku dosen pembimbing lapangan, perwakilan pemerintah desa, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarwangi Sejahtera, serta masyarakat setempat. Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat, mencerminkan sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan warga desa.
Deni Hendarto, S.T., M.Si, selaku dosen pembimbing lapangan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi proses pembelajaran penting bagi mahasiswa.
“Tiga bulan di lapangan bukan waktu yang singkat. Mahasiswa belajar tentang realita sosial, memahami tantangan masyarakat, dan mencoba menghadirkan solusi. Esensi dari PPK Ormawa adalah membangun kolaborasi nyata antara kampus dan desa,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Banjarwangi, Bapak Oding, mengungkapkan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa HIMATIP.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah hadir dan berkontribusi untuk Banjarwangi. Inovasi yang mereka bawa, khususnya dalam memperkenalkan teknologi sederhana untuk pertanian, memberikan semangat baru bagi masyarakat kami,” ujarnya.
Dalam sesi inti, tim PPK Ormawa HIMATIP mempresentasikan hasil pelaksanaan program yang telah berjalan selama tiga bulan. Mahasiswa memaparkan berbagai inovasi seperti produk olahan hasil tani, penerapan sistem Internet of Things (IoT) untuk pemantauan produksi, serta pembuatan alat teknologi sederhana yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja anggota KWT. Paparan ini juga disertai dengan refleksi pengalaman mahasiswa selama mendampingi masyarakat desa.
Ketua KWT Mekarwangi Sejahtera, Ibu Rina Sampurna, menyampaikan rasa syukurnya atas pelatihan dan pendampingan yang diberikan mahasiswa.
“Kami dari KWT merasa sangat terbantu. Banyak hal baru yang kami pelajari dari mahasiswa, terutama tentang bagaimana mengolah hasil tani menjadi produk turunan serta mengenal alat-alat teknologi yang bisa mendukung pekerjaan kami,” ungkapnya.
Setelah sesi presentasi, dilaksanakan diskusi terbuka yang melibatkan peserta, perangkat desa, dan perwakilan kampus. Forum ini menjadi ruang interaktif untuk menyampaikan tanggapan, ide, dan rencana tindak lanjut dalam pengembangan teknologi tepat guna di wilayah Banjarwangi.
Melalui kegiatan ini, HIMATIP berupaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Lokakarya penutupan ini menjadi momentum reflektif bagi mahasiswa untuk melihat hasil nyata dari proses pembelajaran sosial dan penerapan ilmu di lapangan. Hasil karya dan inovasi yang ditampilkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Banjarwangi dalam meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian.