[email protected] 0251-8240773
Berita

Kembangkan Teknologi Pertanian di Desa Citapen, Mahasiswa FAPERTA UNIDA adakan Sosialisasi dan Pelatihan Hidroponik

Mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam kelompok 18 kuliah kerja nyata (KKN) selenggarakan sosialisasi dan pelatihan hidroponik serta pengemasan sayuran pada Kamis (18/08/2022) di Desa Citapen. Mengusung tema Pengembangan Teknologi Pertanian dan Perekonomian di Era Modernisasi mahasiswa didampingi oleh penyuluh pertanian Anisa sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan ini. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk memberikan wawasan pengembangan pertanian dan bercocok tanam modern serta mendorong supaya mempunyai produk sayuran yang bisa menjadi daya jual.

Hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Hidroponik menanam dengan memanfaatkan air dan menekan pada kebutuhan nutrisi bagi tanaman itu sendiri, media tanam yang biasa digunakan dengan teknik ini berupa rockwool.

Mahasiswa bersama penyuluh pertanian mensosialisasikan kepada warga sistem hidroponik yang paling sederhana dan dapat digunakan oleh kalangan pemula yaitu Hydroponic Wick System.  System ini digunakan karena sangat mudah dan tidak menggunakan biaya yang besar. Pembuatan sistem hidroponik ini bisa menggunakan berbagai bahan bekas seperti bok sterofom sebagai bak dan botol cup minuman yang sudah tidak terpakai sebagai net potnya.

“Hidroponik ini masih kurangnya pengetahuan masyarakat akan manfaat yang bisa diperoleh, disamping kebutuhan masyarakat akan tanaman yang bersih dan bergizi, kegiatan hidroponik cocok di perumahan sebagai lahan bercocok tanam bagi warga sekitar. Dengan kegiatan ini kami bermaksud untuk membantu masyarakat dalam pemanfaatan lahan yang minim untuk bercocok tanam tanaman yang sehat dan bergizi. Untuk pengemasan itu sendiri pengemasan sayur dengan Plastik itu ya bagus. Bagus sekali untuk perkembangan penjualan, dari kebiasaan yang lama yang ala kadarnya, yang penting sayur itu terbungkus rapi menjadikan sebuah sajian yang lebih istimewa. Karena kalau zaman sekarang kan yang dilihat itu bukan kualitasnya dulu tapi penampilanya,”papar Anisa selaku penyuluh pertanian.

Pada pengemasan sayuran merupakan salah satu cara untuk melindungi atau mengawetkan komoditas pangan. Selain itu pengemasan juga merupakan penunjang bagi distribusi yang merupakan bagian penting dari usaha untuk mengatasi persaingan dalam pemasaran.

“Hingga sampai saat ini masih sebagian kecil saja komoditas buah-buahan dan sayuran lokal yang sudah menggunakan kemasan yang memenuhi syarat, baik sebagai kemasan,” jelas Anisa.

Mahasiswa KKN turun langsung membantu para peserta untuk melakukan praktek hidroponik, para warga terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan.

“Saya merasa terbantu dengan adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini. Selain menambah pemanfaatan barang, bekas para anggota kwt juga menambah ilmu pengetahauan dalam teknologi pengembangan pertanian,” ungkap Nengsih selaku kelompok wanita tani (KWT) Desa Citapen.

Ketua pelaksana dari kelompok 18 berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya pemanfaatan barang bekas salah satunya dengan memanfaatkan menjadi hidroponik. Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan juga KWT menjadi lebih memahami dan mampu untuk menanam tanaman hidroponik dalam kehidupan sehari-sehari dan pasca panen packaging dan menjualnya.