Kembangkan Teknologi Pertanian di Desa Citapen, Mahasiswa FAPERTA UNIDA adakan Sosialisasi dan Pelatihan Hidroponik
Mahasiswa
Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam
kelompok 18 kuliah kerja nyata (KKN) selenggarakan sosialisasi dan pelatihan
hidroponik serta pengemasan sayuran pada Kamis (18/08/2022) di Desa Citapen.
Mengusung tema Pengembangan Teknologi Pertanian dan Perekonomian di Era
Modernisasi mahasiswa didampingi oleh penyuluh pertanian Anisa sekaligus
menjadi narasumber pada kegiatan ini. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini
untuk memberikan wawasan pengembangan pertanian dan bercocok tanam modern serta
mendorong supaya mempunyai produk sayuran yang bisa menjadi daya jual.
Hidroponik
merupakan budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Hidroponik menanam
dengan memanfaatkan air dan menekan pada kebutuhan nutrisi bagi tanaman itu
sendiri, media tanam yang biasa digunakan dengan teknik ini berupa rockwool.
Mahasiswa
bersama penyuluh pertanian mensosialisasikan kepada warga sistem hidroponik
yang paling sederhana dan dapat digunakan oleh kalangan pemula yaitu Hydroponic Wick System. System ini digunakan karena sangat mudah dan
tidak menggunakan biaya yang besar. Pembuatan sistem hidroponik ini bisa
menggunakan berbagai bahan bekas seperti bok sterofom sebagai bak dan botol cup
minuman yang sudah tidak terpakai sebagai net potnya.
“Hidroponik
ini masih kurangnya pengetahuan masyarakat akan manfaat yang bisa diperoleh,
disamping kebutuhan masyarakat akan tanaman yang bersih dan bergizi, kegiatan
hidroponik cocok di perumahan sebagai lahan bercocok tanam bagi warga sekitar.
Dengan kegiatan ini kami bermaksud untuk membantu masyarakat dalam pemanfaatan
lahan yang minim untuk bercocok tanam tanaman yang sehat dan bergizi. Untuk
pengemasan itu sendiri pengemasan sayur dengan Plastik itu ya bagus. Bagus
sekali untuk perkembangan penjualan, dari kebiasaan yang lama yang ala
kadarnya, yang penting sayur itu terbungkus rapi menjadikan sebuah sajian yang
lebih istimewa. Karena kalau zaman sekarang kan yang dilihat itu bukan
kualitasnya dulu tapi penampilanya,”papar Anisa selaku penyuluh pertanian.
Pada
pengemasan sayuran merupakan salah satu cara untuk melindungi atau mengawetkan
komoditas pangan. Selain itu pengemasan juga merupakan penunjang bagi
distribusi yang merupakan bagian penting dari usaha untuk mengatasi persaingan
dalam pemasaran.
“Hingga
sampai saat ini masih sebagian kecil saja komoditas buah-buahan dan sayuran
lokal yang sudah menggunakan kemasan yang memenuhi syarat, baik sebagai
kemasan,” jelas Anisa.
Mahasiswa
KKN turun langsung membantu para peserta untuk melakukan praktek hidroponik,
para warga terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan.
“Saya
merasa terbantu dengan adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini. Selain
menambah pemanfaatan barang, bekas para anggota kwt juga menambah ilmu
pengetahauan dalam teknologi pengembangan pertanian,” ungkap Nengsih selaku
kelompok wanita tani (KWT) Desa Citapen.
Ketua
pelaksana dari kelompok 18 berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman
kepada masyarakat akan pentingnya pemanfaatan barang bekas salah satunya dengan
memanfaatkan menjadi hidroponik. Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan
pelatihan ini, diharapkan juga KWT menjadi lebih memahami dan mampu untuk
menanam tanaman hidroponik dalam kehidupan sehari-sehari dan pasca panen
packaging dan menjualnya.