Kepala Kemenag Kota Bogor Soroti Peran Guru di Era AI pada Webinar Pendidikan MMPI Pascasarjana UNIDA
Magister Manajemen Pendidikan Islam (MMPI) Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan Webinar Pendidikan bertajuk “Guru Muslim di Era AI: Kepemimpinan Pembelajaran dalam Mengajar Cerdas dan Mendidik Beradab” pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kementerian Agama Kota Bogor, H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.E.I, sebagai keynote speakers yang memaparkan materi berjudul “Peran Guru dan Madrasah dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan di Era Artificial Intelligence di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bogor.”
Dalam pemaparannya, H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.E.I menjelaskan bahwa perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society5.0 telah mendorong pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Menurutnya, AI mampu mendukung proses pembelajaran melalui analisis data siswa, penyediaan materi yang lebih personal, hingga otomatisasi tugas administratif guru.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak negatif, seperti menurunnya kemampuan berpikir kritis siswa dan berkurangnya interaksi manusiawi dalam proses pembelajaran.
“AI tidak akan menggantikan guru, tetapi guru yang mampu memanfaatkan AI akan menggantikan guru yang tidak menggunakannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.E.I menegaskan bahwa peran guru di era AI mengalami transformasi signifikan. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan berperan sebagai fasilitator dan AI coach yang membimbing siswa dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan efektif. Selain itu, guru juga berperan sebagai penanam etika digital, desainer pembelajaran kreatif, serta pembimbing spiritual dan moral bagi peserta didik.
Di sisi lain, H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.E.I menerangkan bahwa madrasah juga menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan literasi digital dan infrastruktur, potensi ketergantungan siswa terhadap teknologi, risiko keamanan data, hingga munculnya konten yang tidak selaras dengan nilai-nilai agama dan kebangsaan.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan strategi adaptif yang tetap berlandaskan nilai-nilai pendidikan Islam,” ungkapnya.
- Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.E.I kemudian mencontohkan beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pemanfaatan AI, rekonstruksi kurikulum berbasis literasi AI dan etika digital, pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi, serta penerapan sistem evaluasi yang mendorong kemampuan analisis dan orisinalitas siswa.
“Melalui kegiatan yang diselenggarakan MMPI Sekolah Pascasarjana UNIDA ini, diharapkan para pendidik, khususnya di lingkungan madrasah, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan spiritual, sehingga dapat mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Sebagai informasi, Webinar Pendidikan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-39 UNIDA. Selain menghadirkan Kepala Kementerian Agama Kota Bogor, H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.E.I, kegiatan ini juga menghadirkan Rektor UNIDA sekaligus Guru Besar Manajemen Bimbingan Konseling, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I sebagai keynote speakers. Adapun narasumber lainnya yakni dosen MMPI UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Irman Suherman, S.Pd.I., M.Pd., AHRA, sementara Ketua Program Studi MMPI, Dr. Lina Herlina, S.Hum., M.Pd bertindak sebagai moderator.