[email protected] 0251-8240773
Berita

Kepala LLDIKTI IV Hadiri Hari Kedua PKKMB UNIDA 2025, Bekali Mahasiswa Baru UNIDA Sikap Berpikir Kritis untuk Hadapi Tantangan Zaman

Rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Djuanda (UNIDA) Tahun Akademik 2025/2026 pada hari kedua, Selasa (9/9/2025) diawali dengan shalat dhuha bersama di Masjid Baitul Hamdi (MBH), kemudian dilanjutkan di Aula Gedung C UNIDA dengan menghadirkan Narasumber Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten yaitu Dr. Lukman, S.T., M.Hum untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru.

Pada kesempatan ini, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNIDA yang juga merupakan Ketua Pelaksana PKKMB UNIDA 2025, Berry Sastrawan, M.A.P bertugas sebagai moderator.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum pada sesi pemaparan materinya menekankan bahwa dunia pendidikan tinggi di Indonesia tengah mengalami transformasi besar dalam sistem pendidikan yang didorong oleh empat perubahan sistemik, yaitu pergeseran lanskap pasar kerja, perubahan sosial-budaya dan demografi, transformasi sistem pendidikan, serta visi Indonesia Emas 2045.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa dunia perkuliahan berbeda dengan masa SMA. Di perguruan tinggi, kalian dituntut untuk lebih mandiri, kritis, dan kolaboratif. Dosen bukan lagi sekadar pemberi materi, melainkan menjadi fasilitator juga. Untuk itu, tanggung jawab untuk mencari ilmu seluruhnya ada di tangan kalian,” ujarnya.

Menurut Dr. Lukman, S.T., M.Hum, melihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia tahun 2025 diproyeksikan mencapai 284 juta jiwa, dengan 196 juta di antaranya berada pada usia produktif (15–64 tahun). Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi baru mencapai 32 persen, sementara lulusan perguruan tinggi yang telah bekerja hanya sekitar 12,83 persen dari total angkatan kerja.

“Perlu kita ketahui, kondisi ini menandakan tantangan sekaligus peluang. Pendidikan tinggi harus mampu meningkatkan akses, mutu, relevansi, dan dampak nyata. Mahasiswa tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, mencari solusi, berkolaborasi, serta membangun jaringan profesional,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Lukman, S.T., M.Hum juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, melainkan juga terdapat peran di lingkungan sekitar.

“Keberhasilanmu karena kerja keras dan doa orang tua serta bimbingan dosen dan guru. Generasi unggul adalah generasi yang profesional, berintegritas, netral, transformatif, adaptif, dan realistis,” pungkasnya.

“Saya ingin para mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan daya juang yang tinggi untuk menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.