[email protected] 0251-8240773
Berita

Ketua Umum YPSPIAI Dr. Bambang Widjojanto Berikan Tausyiah dalam Halal Bi Halal dan Perayaan Puncak Milad ke-36 UNIDA

Pasca libur Idul Fitri 1444 Hijriyah, Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda (YPSPIAI) dan Universitas Djuanda (Unida) menyelenggarakan Halal Bi Halal sekaligus bersamaan dengan perayaan puncak Milad ke-36 UNIDA, Selasa (02/05/2023) di BYC Hall Gedung G Lantai 5 Kampus UNIDA.

Pada kesempatan ini, Ketua Umum YPSPIAI Dr. Bambang Widjojanto memberikan pidato dan tausyiah.

“Hari ini ada 2 perayaan, yaitu halal bi halal 1444 H, dan juga tasyakuran milad ke-36 UNIDA. Halal bi halal merupakan tradisi yang baik di Indonesia, dilakukan saling maaf memaafkan setelah melakukan ibadah puasa ramadhan. Oleh karena itu, ijinkan dalam kapasitas sebagai pengurus yayasan dan pribadi untuk menghaturkan mohon maaf lahir batin,” ujarnya mengawali tausyiah.

Dr. Bambang Widjojanto menyampaikan, halal bi halal ditujukan guna meningkatkan silaturahmi bagi para kaum muslimin dan muslimat. Halal bi halal menjadi tradisi khas indonesia yang merefleksikan pendekatan hidup rukun dalam beragama. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa umat Islam dituntut harus selalu memaafkan, berbuat baik, dan berlomba-lomba dalam kebaikan tersebut.

“Ada pertanyaan yang diajukan, kenapa halal bi halal ini berlaku setelah idul fitri saja? Tentu dalam hal ini, dikaitkan dengan kembalinya manusia kepada kesucian setelah melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan yang diakhiri dengan idul fitri, yang kesemua itu mengharap ampunan dari Allah SWT, serta perlunya mendapatkan maaf dari sesama manusia,” tuturnya.

Kemudian, Dr. Bambang Widjojanto menyampaikan mengenai UNIDA yang saat ini sudah menginjak usia 36 tahun. Rasulullah SAW menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun. Maka dalam perspektif islam, usia 36 tahun merupakan usia yang matang untuk dapat berbenah lebih optimal menyambut usia 40 tahun tersebut.

“UNIDA mempunyai keunikan yang khas, karena melekat 2 hal, yaitu UNIDA merupakan institusi yang terus menerus dipacu dan menghisab dirinya agar bisa mendapat predikat unggul. Juga terus berbenah, dan memantaskan diri sebagai Kampus Bertauhid,” ujarnya.

Dr. Bambang Widjojanto menambahkan, pada sambutan Rektor Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D dan Chancellor Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H sebelumnya merupakan refleksi untuk menyadarkan diri agar dapat menembus batas sebagai tonggak penting.  

“Kita hari ini telah diterjang oleh disrupsi, yang menggoyahkan proses pembangunan dan pendidikan di semua lini. Secara sistematik, dampak dari revolusi 4.0 tergantikan dengan sistem otomasi. Di sisi lainnya terdapat peluang yang sangat besar, bagi orang-orang yang berfikir. Untuk itu bagaimana kita menyiapkan lulusan yang dapat menangkap peluang pekerjaan baru, yakni SDM yang memiliki critical thinking, multidisciplinary, hingga global citizenship,” ungkapnya.

“Kita memiliki pemangku kepentingan yang mumpuni, Rektor UNIDA merupakan seorang ilmuan dunia, Chancellor UNIDA memiliki energi yang tidak pernah habis untuk menggenjot kita agar mampu menempus batas menjadi the center of learning, menjadikan para pembelajar mahasiswa yang otentik. Tidak ada pilihan lain, UNIDA harus melakukan transformasi tanpa jeda sesuai dengan roadmap yang disiapkan. Semua harus terlibat untuk melakukan quantum changing,” tambahnya.