Ketua Umum YPSPIAI Dr. Bambang Widjojanto Berikan Tausyiah dalam Halal Bi Halal dan Perayaan Puncak Milad ke-36 UNIDA
Pasca
libur Idul Fitri 1444 Hijriyah, Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda (YPSPIAI) dan
Universitas Djuanda (Unida) menyelenggarakan
Halal Bi Halal sekaligus bersamaan dengan perayaan puncak Milad
ke-36 UNIDA, Selasa (02/05/2023) di BYC Hall Gedung G Lantai 5 Kampus UNIDA.
Pada
kesempatan ini, Ketua Umum YPSPIAI Dr. Bambang Widjojanto memberikan pidato dan
tausyiah.
“Hari ini
ada 2 perayaan, yaitu halal bi halal 1444 H, dan juga tasyakuran milad ke-36
UNIDA. Halal bi halal merupakan tradisi yang baik di Indonesia, dilakukan
saling maaf memaafkan setelah melakukan ibadah puasa ramadhan. Oleh karena itu,
ijinkan dalam kapasitas sebagai pengurus yayasan dan pribadi untuk menghaturkan
mohon maaf lahir batin,” ujarnya mengawali tausyiah.
Dr.
Bambang Widjojanto menyampaikan, halal bi halal ditujukan guna meningkatkan
silaturahmi bagi para kaum muslimin dan muslimat. Halal bi halal menjadi
tradisi khas indonesia yang merefleksikan pendekatan hidup rukun dalam
beragama. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa umat Islam dituntut harus selalu
memaafkan, berbuat baik, dan berlomba-lomba dalam kebaikan tersebut.
“Ada
pertanyaan yang diajukan, kenapa halal bi halal ini berlaku setelah idul fitri
saja? Tentu dalam hal ini, dikaitkan dengan kembalinya manusia kepada kesucian setelah
melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan yang diakhiri dengan
idul fitri, yang kesemua itu mengharap ampunan dari Allah SWT, serta perlunya mendapatkan
maaf dari sesama manusia,” tuturnya.
Kemudian,
Dr. Bambang Widjojanto menyampaikan mengenai UNIDA yang saat ini sudah
menginjak usia 36 tahun. Rasulullah SAW menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun.
Maka dalam perspektif islam, usia 36 tahun merupakan usia yang matang untuk dapat
berbenah lebih optimal menyambut usia 40 tahun tersebut.
“UNIDA mempunyai
keunikan yang khas, karena melekat 2 hal, yaitu UNIDA merupakan institusi yang
terus menerus dipacu dan menghisab dirinya agar bisa mendapat predikat unggul.
Juga terus berbenah, dan memantaskan diri sebagai Kampus Bertauhid,” ujarnya.
Dr.
Bambang Widjojanto menambahkan, pada sambutan Rektor Prof. Mohamad Ali
Fulazzaky, Ph.D dan Chancellor Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H sebelumnya
merupakan refleksi untuk menyadarkan diri agar dapat menembus batas sebagai
tonggak penting.
“Kita
hari ini telah diterjang oleh disrupsi, yang menggoyahkan proses pembangunan
dan pendidikan di semua lini. Secara sistematik, dampak dari revolusi 4.0
tergantikan dengan sistem otomasi. Di sisi lainnya terdapat peluang yang sangat
besar, bagi orang-orang yang berfikir. Untuk itu bagaimana kita menyiapkan
lulusan yang dapat menangkap peluang pekerjaan baru, yakni SDM yang memiliki critical thinking, multidisciplinary, hingga global
citizenship,” ungkapnya.
“Kita
memiliki pemangku kepentingan yang mumpuni, Rektor UNIDA merupakan seorang ilmuan
dunia, Chancellor UNIDA memiliki energi yang tidak pernah habis untuk
menggenjot kita agar mampu menempus batas menjadi the center of learning, menjadikan para pembelajar mahasiswa yang
otentik. Tidak ada pilihan lain, UNIDA harus melakukan transformasi tanpa jeda
sesuai dengan roadmap yang disiapkan.
Semua harus terlibat untuk melakukan quantum
changing,” tambahnya.