Kewajiban Menuntut Ilmu bagi Seorang Muslimah
Oleh: Lisda Yulianingsih, S.P (Kepala Bagian Pelayanan Kepegawaian pada Badan Urusan Rumah Tangga Universitas Djuanda)
Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim dan muslimah. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mujadillah ayat 11
“Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tholabul Ilmi Faridhotun ala kulli muslimin wal muslimat.”
Artinya : “Menunutut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat”
Untuk kita seorang muslimah, Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menuntut ilmu, untuk senantiasa belajar. kita belajar bukan untuk membuat kita superior dari pada laki-laki, kita menuntut ilmu bukan membuat kita menjadi sombong, angkuh dan merasa lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya atau lebih tinggi dibanding dengan suami, tidak.
Kita belajar agar mampu mendidik anak-anak kita, mampu membentuk generasi-generasi berikutnya dengan sebaik-baiknya. Maka dari itu kita harus belajar, harus menuntut ilmu sebagaimana surah atau ayat yang pertama kali turun adalah surat al-alaq ayat 1-5.
Ayat kesatu sampai dengan ayat kelima adalah ayat dimana pertama kali Allah menegaskan bahwa Allah Yang Maha Kuasa adalah sumber dari segala ilmu pengetahuan., Allah menyuruh kita untuk belajar dan berfikir.
Dalam Agama ini seorang perempuan atau seorang muslimah bukan orang yang tidak boleh belajar, seorang muslimah adalah orang yang senantiasa harus terus belajar. Seorang perempuan adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya. Seorang muslimah yang pintar, yang cerdas harus terus belajar sehingga mampu menghasilkan anak yang baik, anak yang baik ini akan menjadikan keluarga yang baik pula. Seorang muslimah yang pintar yang cerdas akan mampu memangun rumahnya dengan baik begitupun sebaliknya.
Untuk menjadi penyemangat dalam menuntut ilmu apalagi ilmu agama, ada beberapa keutamaan yang harus diketahui kita sebagai seorang muslimah.
1. Yang paling takut kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. Q.S Fatir : 28
“Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun.”
2. Allah akan mudahkan Jalan bagi para penuntut ilmu
H.R Abu Dawud yang artinya “Barang siapa menempuh jalan mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan jalan bagianya surga. Dan sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya dan ridho kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya para penuntut ilmu dimintai ampun oleh penduduk langit dan bumi sampai ikan pun sekalian yang ada dilaut.”
3. Orang yang difahamkan agama adalah orang yang diberi kebaikan
“Haddatsanaa Sa’id bin ‘Ufair ia berkata: haddatsanaa Ibnu Wahhab dari Yunus dari Ibnu Syihaab ia berkata, Humaid bin Abdur Rokhman berkata, aku mendengar Muawiyah berkhutbah dan berkata: ‘aku mendengar Nabi bersabda’: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka akan dipahamkan agamanya. Aku hanyalah pembagi, sedangkan Allah yang memberi. Senantiasa umat ini tegak diatas perintah Allah , tidak akan membahayakan orang-orang yang menyelisihi mereka, sampai datang perintah Allah.” (HR. Bukhari dan Imam Muslim)
4. Akan terus hidup setelah mati
5. Ilmu menghidupkan hati
Fungsinya Ilmu yang kita cari dan gali adalah untuk menghidupkan hati yang mati atau untuk membasahi hati yang gersang pada diri kita. Ilmu menghidupkan hati sebagaimana hujan menyuburkan tanah. Dari Abu Musa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Permisalan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya adalah bagai ghaits (hujan yang bermanfaat) yang mengenai tanah. Maka ada tanah yang baik, yang bisa menyerap air sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Di antaranya juga ada tanah yang ajadib (tanah yang bisa menampung air, namun tidak bisa menyerap ke dalamnya), maka dengan genangan air tersebut Allah memberi manfaat untuk banyak orang, sehingga manusia dapat mengambil air minum dari tanah ini. Lalu manusia dapat memberi minum untuk hewan ternaknya, dan manusia dapat mengairi tanah pertaniannya. Jenis tanah ketiga adalah tanah qi’an (tanah yang tidak bisa menampung dan tidak bisa menyerap air). Inilah permisalan orang yang memahami agama Allah, bermanfaat baginya ajaran yang Allah mengutusku untuk membawanya. Dia mengetahui ajaran Allah dan dia mengajarkan kepada orang lain. Dan demikianlah orang yang tidak mengangkat kepalanya terhadap wahyu, dia tidak mau menerima petunjuk yang Allah mengutusku untuk membawanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Kesulitan didalamnya akan mendekatkan kepada Allah
Seorang muslim dan muslimah yang menuntut ilmu akan semakin tawadhu, maka tolonglah saudaramu, ajarkan ilmu pada saudara kita. Mudah-mudahan kita semua menjadi lebih semangat lagi, lebih semangat menuntut ilmu, dengan ilmu itu kita menjadi baik akhlaknya dan kemudian kia tebar, amalkan ilmu itu sehingga kita menjadi seorang muslimah yang dikatakan Rasulullah SAW: “Sebaik-baik orang adalah orang yang bermanfaat untuk yang lainnya.” InsyaAllah.