[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

KKN FIPHAL UNIDA Kenalkan Inovasi Tempe Edamame, Solusi Pemanfaatan Pangan Lokal di Megamendung

Mahasiswa Kelompok 6 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) menghadirkan inovasi produk pangan lokal berupa tempe edamame di Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Sosialisasi bertema “Inovasi Pemanfaatan Pangan Lokal” ini digelar pada Selasa, 19 Agustus 2025, bertempat di salah satu rumah warga.

Indrawan Setiaji, Ketua Kelompok 6 KKN FIPHAL UNIDA, menjelaskan bahwa Desa Sukamanah merupakan sentra penghasil edamame. Namun, sebagian hasil panen edamame dengan kualitas non-premium atau grade BS kerap dijual murah bahkan terbuang.

“Edamame grade BS tetap kaya protein, vitamin, dan serat yang bermanfaat bagi tubuh. Jika dimanfaatkan dengan baik, produk ini dapat diolah menjadi pangan bergizi sekaligus memiliki nilai jual lebih tinggi. Salah satunya melalui inovasi tempe edamame,” ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan edamame grade BS agar tidak terbuang, mengembangkan produk inovatif bergizi, memberikan nilai tambah hasil panen, serta membuka peluang usaha baru bagi petani dan pelaku UMKM di Desa Sukamanah.

Sosialisasi juga diisi materi mengenai inovasi produk berbasis pangan lokal dan pemanfaatan limbah. Perwakilan Kelompok Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PeKa), Lilis, mengapresiasi langkah mahasiswa yang memberikan solusi atas permasalahan warga.

“Selama ini edamame grade BS hanya dijual murah atau terbuang. Dengan inovasi ini, edamame bisa diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi, seperti tempe edamame maupun lilin aroma terapi. Harapan kami, inovasi ini dapat diterapkan warga sebagai peluang usaha baru yang mendukung kesejahteraan,” tuturnya.

Sementara itu, Rini selaku peserta kegiatan mengungkapkan bahwa sosialisasi berjalan dengan baik.

“Materinya mudah dipahami karena selain teori juga disertai praktik. Ini membuka wawasan baru bagi kami dalam mengolah edamame grade BS menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.