KKN Mahasiswa FIPHAL, Sosialisasikan Pangan Sehat di TK Ar-Rahman Desa Banjarwaru
Mahasiswa Kuliah
Kerja Nyata (KKN) kelompok 2 Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas
Djuanda (UNIDA) selenggarakan kegiatan Sosialisasi pangan sehat, pada Senin 18
Juli 2022 di TK Ar-Rahman Desa Banjarwaru Kecamatan Ciawi. Kegiatan ini berupa
pemberian materi tentang manfaat dan jenis Buah-buahan dan Sayur-sayuran, serta
mengajarkan para siswa TK menggambar, kegiatan ini ini bertujuan memberikan
materi tentang pangan yang sehat agar anak-anak mampu membedakan makanan yang
sehat dan tidak sehat.
Pangat Sehat
adalah Pangan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh seperti
karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin, serta bebas dari penyakit.
Bahan tambahan pangan yang tidak boleh digunakan didalam pangan seperti
formalin, boraks, dan lain sebagainya sangat berbahaya bagi tubuh. Banyak nya
anak-anak yang sering jajan sembarangan dan tidak memperhatikan bahan baku
makanan di lingkungan sekitar memudahkan anak-anak terserang penyakit.
Ega
Permassari Mahasiswa KKN Prodi Teknologi Pangan dan Gizi menyampaikan dalam
sosialisasinya, salah satu ciri pangan yang sehat adalah yang bebas dari
kotoran atau penyakit. Pangan itu seperti makanan yang setiap hari kita makan
dan minum. Makanan sehat adalah makanan yang tidak mengandung bahan berbahaya,
tetapi justru mengandung gizi yang baik bagi tubuh kita.
“Selain
makanan sehat ada juga makanan bergizi, makanan bergizi adalah makanan yang
mampu memenuhi gizi yang dibutuhkan oleh tubuh contohnya adalah makanan 4 sehat
5 Sempurna. Ada banyak contoh dari 4 Sehat 5 Sempurna salah satunya adalah buah-buahan
dan juga sayur-sayuran,” paparnya.
Anak-anak
juga tidak tahu mana makanan yang sehat dan tidak sehingga mereka lebih
mementingkan makanan yang enak untuk dimakan tetapi belum tentu juga sehat.
Riska Guru
TK Ar Rahman merasa terbantu dengan adanya KKN mahasiswa yang membahas tentang
pangan bagi anak-anak,
“Pemberian
materi ini sangat baik untuk anak-anak, sejak dini mereka jadi sedikit paham
makanan apa yang harus mereka makan dan tidak. Besar harapan saya agar
anak-anak tidak makan atau jajan sembarangan terlebih makanan yang dibuat di
tempat yang kotor dan bisa menjadi sumber penyakit. Anak-anak juga jadi lebih
paham tentang jenis dan manfaat buah-buahan dan sayur-sayuran, sehingga
kedepannya mereka lebih giat lagi dalam mengkomsumsi buah-buahan dan
sayur-sayuran,” ujarnya.
Pada
kesempatan yang sama Ketua pelaksana Elsa Nafalira berharap setelah pemberian
materi tentang pangan sehat ini,
anak-anak sebagai penerus bangsa Indonesia sekaligus sebagai generasi emas
Indonesia di tahun 2045 menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas dan kreatif
sehingga Indonesia memiliki sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya
saing yang baik sehingga terwujudnya visi dan misi untuk Indonesia pada
generasi emas 2045.