[email protected] 0251-8240773
Berita

KKN Mahasiswa FIPHAL, Sosialisasikan Pangan Sehat di TK Ar-Rahman Desa Banjarwaru

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 2 Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan kegiatan Sosialisasi pangan sehat, pada Senin 18 Juli 2022 di TK Ar-Rahman Desa Banjarwaru Kecamatan Ciawi. Kegiatan ini berupa pemberian materi tentang manfaat dan jenis Buah-buahan dan Sayur-sayuran, serta mengajarkan para siswa TK menggambar, kegiatan ini ini bertujuan memberikan materi tentang pangan yang sehat agar anak-anak mampu membedakan makanan yang sehat dan tidak sehat. 

Pangat Sehat adalah Pangan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin, serta bebas dari penyakit. Bahan tambahan pangan yang tidak boleh digunakan didalam pangan seperti formalin, boraks, dan lain sebagainya sangat berbahaya bagi tubuh. Banyak nya anak-anak yang sering jajan sembarangan dan tidak memperhatikan bahan baku makanan di lingkungan sekitar memudahkan anak-anak terserang penyakit.

Ega Permassari Mahasiswa KKN Prodi Teknologi Pangan dan Gizi menyampaikan dalam sosialisasinya, salah satu ciri pangan yang sehat adalah yang bebas dari kotoran atau penyakit. Pangan itu seperti makanan yang setiap hari kita makan dan minum. Makanan sehat adalah makanan yang tidak mengandung bahan berbahaya, tetapi justru mengandung gizi yang baik bagi tubuh kita.

“Selain makanan sehat ada juga makanan bergizi, makanan bergizi adalah makanan yang mampu memenuhi gizi yang dibutuhkan oleh tubuh contohnya adalah makanan 4 sehat 5 Sempurna. Ada banyak contoh dari 4 Sehat 5 Sempurna salah satunya adalah buah-buahan dan juga sayur-sayuran,” paparnya.

Anak-anak juga tidak tahu mana makanan yang sehat dan tidak sehingga mereka lebih mementingkan makanan yang enak untuk dimakan tetapi belum tentu juga sehat.

Riska Guru TK Ar Rahman merasa terbantu dengan adanya KKN mahasiswa yang membahas tentang pangan bagi anak-anak,

“Pemberian materi ini sangat baik untuk anak-anak, sejak dini mereka jadi sedikit paham makanan apa yang harus mereka makan dan tidak. Besar harapan saya agar anak-anak tidak makan atau jajan sembarangan terlebih makanan yang dibuat di tempat yang kotor dan bisa menjadi sumber penyakit. Anak-anak juga jadi lebih paham tentang jenis dan manfaat buah-buahan dan sayur-sayuran, sehingga kedepannya mereka lebih giat lagi dalam mengkomsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua pelaksana Elsa Nafalira berharap setelah pemberian materi  tentang pangan sehat ini, anak-anak sebagai penerus bangsa Indonesia sekaligus sebagai generasi emas Indonesia di tahun 2045 menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas dan kreatif sehingga Indonesia memiliki sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing yang baik sehingga terwujudnya visi dan misi untuk Indonesia pada generasi emas 2045.