[email protected] 0251-8240773
Kerjasama

Kolaborasi Internasional UNIDA Bogor dan Recep Tayyip Erdogan (RTE) University Turki Siap Gelar Summer Camp 2025

Jakarta, 8 Mei 2025 – Delegasi Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor bertemu dengan Prof. Dr. Naim Damirel dari Recep Tayyip Erdogan (RTE) University, Turki, dalam pertemuan kolaboratif di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Kamis (8/5/2025). Pertemuan ini membahas persiapan program Summer Camp 2025 yang akan digelar di Rize, Turki, serta penguatan kerja sama akademik antara kedua institusi.

Hadir sebagai perwakilan UNIDA Bogor adalah Dr. Radif Khotamir Rusli selaku kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Djuanda, Dr. Ani Yumarni, SH, MH sebagai Kaprodi Magister Hukum; Dr. Nurwati, SH, MH sebagai Dekan Fakultas Hukum; dan Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I, MCE sebagai Dekan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru, sementara RTE University diwakili langsung oleh Prof. Naim selaku Dekan Fakultas Hukum RTE University sekaligus koordinator program Summercamp 2025. 

Program Summer Camp 2025 direncanakan berlangsung selama 10 hari pada Bulan September 2025 di Kampus RTE University, Rize. Kegiatan ini akan fokus pada workshop akademik lintas disiplin ilmu dan kunjungan ke sejumlah institusi strategis di Turki.

“RTE University menyediakan akomodasi penuh di asrama kampus serta konsumsi untuk seluruh peserta sebagai bentuk komitmen kami mendukung pertukaran pengetahuan,” ujar Prof. Naim.

Selain mahasiswa, program ini juga melibatkan dosen supervisor sebagai pendamping akademik. UNIDA Bogor berkesempatan mengirim 15 mahasiswa dan 2 dosen supervisor, bergabung dengan 15 mahasiswa Universitas Al-Azhar Jakarta dan 20 mahasiswa Qatar University dalam kuota total 50 peserta.

Salah satu agenda unggulan dalam Summer Camp adalah simposium internasional yang terbuka bagi seluruh peserta. Mahasiswa dan dosen UNIDA berkesempatan mempresentasikan artikel penelitian atau poster ilmiah terkait tema workshop. Simposium ini diharapkan menjadi platform publikasi akademik sekaligus jaringan riset global.

“Ini momentum bagi mahasiswa untuk menguji kualitas penelitian mereka di kancah internasional,” tambah Radif, perwakilan UNIDA. 

Usai rangkaian akademik, peserta berkesempatan mengikuti tur wisata ke Istanbul selama 2-3 hari dengan biaya mandiri. Prof. Naim merekomendasikan destinasi tertentu dan agen wisata terpercaya yang menyediakan paket terjangkau.

Jadwal detail dan narasumber tambahan akan difinalisasi dalam satu bulan ke depan. Prof. Martin Roestamy, akademisi UNIDA, diusulkan sebagai pembicara hybrid dalam salah satu sessi pada Program Summercamp ini.

“Kami mengutamakan materi berbasis praktik dan relevan dengan perkembangan ilmu terkini,” tegas Prof. Naim.

Bahasa pengantar seluruh kegiatan adalah Inggris untuk memastikan integrasi antarpeserta internasional. Sebagai tindak lanjut, UNIDA segera mengirim daftar calon peserta ke RTE University untuk penyiapan surat undangan resmi. Koordinasi teknis seperti jadwal simposium, prosedur visa, dan akomodasi akan dibahas melalui komunikasi daring dalam dua minggu.

“Semua pihak harus bergerak cepat agar persiapan tuntas sesuai timeline,” kata Prof. Naim. 

Pertemuan ditutup dengan optimisme positif dari kedua belah pihak. Prof. Naim menyampaikan apresiasi atas inisiatif UNIDA dalam memperluas jejaring akademik global.

“Ini baru langkah awal dari kolaborasi jangka panjang yang tentunya bernilai mutualistik,” pungkasnya.

Sementara delegasi UNIDA menegaskan kesiapan kampusnya menyambut program ini sebagai bagian dari internasionalisasi pendidikan dalam rangka mewujudkan program keberlanjutan dan mencapai world class university 2030.

Narahubung: Dr. Radif Khotamir Rusli, M.Ed, MCE., CIISA. (Koordinator Delegasi UNIDA Bogor)