Kopertais Wilayah II Jawa Barat Kunjungi FAIPG UNIDA, Lakukan Monitoring dan Evaluasi PTKIS 2024
Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) II Wilayah Jawa Barat melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) PTKIS 2024 di Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) pada Rabu, 13 November 2024.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kelas 401 FAIPG UNIDA ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Encup Supriatna, M.Si selaku Visitor dari Kopertais II Jawa Barat, dan disambut oleh Rektor UNIDA Assoc. Prof. Dr. Hj, R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Dekan FAIPG UNIDA, Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E beserta jajaran dan para dosen.
"Monitoring dan evaluasi bukan hanya sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah proses penting untuk memastikan bahwa standar mutu pendidikan tinggi dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan," ungkap Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E dalam sambutannya.
Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E menekankan pentingnya kegiatan monev sebagai upaya strategis peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di Jawa Barat. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
"Mari kita manfaatkan momen ini untuk saling berbagi pengalaman dalam hal pengelolaan perguruan tinggi sehingga dapat memperkuat eksistensi PTKIS di Jawa Barat," tambahnya.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Encup Supriatna, M.Si dalam arahannya menyoroti terobosan penting terkait implementasi sistem automasi untuk perpanjangan status akreditasi perguruan tinggi.
"Sistem automasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi perguruan tinggi dalam proses perpanjangan akreditasi, sekaligus memastikan standar mutu tetap terjaga secara konsisten," jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Encup menyampaikan bahwa implementasi sistem ini diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat, termasuk mempercepat proses perpanjangan status akreditasi, mengurangi beban administratif perguruan tinggi, meningkatkan akurasi penilaian mutu, serta mendorong perbaikan berkelanjutan dalam kualitas pendidikan tinggi.
"Dengan sistem automasi ini, kita berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih efisien dan berkualitas di Indonesia," pungkasnya.
Kegiatan monev ini dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi lebih mendalam oleh Prof. Dr. H. Encup Supriatna, M.Si dan kemudian sesi tanya jawab interaktif bersama peserta.