[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Kuatkan Implementasi Kampus Bertauhid, UNIDA Gelar Workshop Pembekalan Internalisasi Tauhid dalam Rencana Pembelajaran Dosen

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Penerapan dan Pengkajian Tauhid (BPPT) menyelenggarakan "Workshop Pembekalan Internalisasi Tauhid dalam Rencana Pembelajaran Dosen" sebagai pembukaan dari rangkaian kegiatan roadshow ke masing-masing fakultas yang akan dilaksanakan pada 23 hingga 28 Oktober 2023.

Kegiatan ini diisi oleh Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda yang juga merupakan Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Penasehat Yayasan Bidang Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Uman Suherman AS., M.Pd, dan Ketua Senat Akademik UNIDA Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si, yang diselenggarakan di Aula Gedung C UNIDA pada Senin (16/10/2023).

Turut Hadir dalam kegiatan ini Direktur Eksekutif Yayasan Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I, Wakil Rektor I UNIDA Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H, Wakil Rektor II UNIDA Dr. Hj. Endeh Suhartini, S.H., M.H, para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, serta para dosen di lingkungan UNIDA.

Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam sambutannya menjelaskan bahwa tauhid menjadi tagline UNIDA sejak tahun 2006, dimana ini menjadi sebuah penghormatan kepada pendiri UNIDA H. Alamsjah Ratu Perwiranegara (alm) yang bercita-cita menjadikan wilayah Ciawi Bogor sebagai pusat pendidikan dan peradaban islam.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menambahkan, melalui kegiatan workshop ini diharapkan seluruh insan UNIDA, khususnya para dosen agar lebih memahami dan dapat mengimplementasikan 21 Nilai Karakter Tauhid ke dalam proses pembelajaran, sehingga dapat terinternalisasi dan menjadi budaya.

Workshop ini dilaksanakan dengan mengundang seluruh dosen di lingkungan UNIDA, agar dosen mengetahui apa saja hal yang direncanakan dan dilaksanakan kedepannya. Karena kita memiliki dasar tauhid yaitu Al-Qur’an dan Hadist, dimana kehidupan sehari-hari dilakukan atas dasar tauhid sehingga kegiatan kampus bertauhid ini terasa lebih nyata,” ujar Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Yayasan Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I menjelaskan bahwa tauhid tidak hanya menjadi tagline yang dibuat untuk branding UNIDA, tetapi penerapan tauhid menjadi sebuah keharusan yang harus benar-benar diinternalisasikan dan dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, nilai tauhid harus diyakini dan dijadikan sebagai landasan utama insan UNIDA.

“Tauhid tidak hanya tagline yang dibuat untuk popularitas, tauhid harus kita yakini dan kita jadikan sebagai pondasi kita. Hari ini merupakan bagian dari kita berkaca dan mengevaluasi diri mengenai sampai mana tingkat tauhid kita. Tauhid merupakan kebutuhan kita sebagai hamba Allah, bukan hanya tugas sebagai seorang dosen di kampus. Semoga kita bisa menerapkan kegiatan bertauhid dalam segala hal di kehidupan sehari-hari,” tutur Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I pada saat memberikan sambutan.

Dalam kegiatan workshop ini, para narasumber memberikan pemahaman dan penguatan mengenai 21 Nilai Karakter Tauhid dalam rencana pembelajaran dosen.

Sesi pertama pemaparan disampaikan oleh Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H yang memberikan materi dengan tema “Politik Hukum dalam Kampus Bertauhid”.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menjelaskan bahwa setiap dosen perlu memahami makna “Kampus Bertauhid”. Maka sudah seharusnya untuk menyamakan persepsi tentang tauhid tersebut terlebih dahulu sesuai dengan amanah H. Alamsjah Ratu Perwiranegara (alm) sebagai pendiri UNIDA.

Selanjutnya, pemaparan oleh Penasehat Yayasan Bidang Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd yang menjelaskan mengenai “Karakteristik dan Profil Dosen dalam Pembelajaran Berbasis Tauhid”.

Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd menyampaikan bahwa makna bertauhid tidak hanya dalam bentuk ceramah, tetapi bagaimana visi bertauhid menjadi landasan berpikir dan bagaimana menyampaikan kepada mahasiswa melalui pembelajaran agar tertanam nilai karakter tauhid.

Di akhir, pemaparan mengenai “Pembelajaran Berbasis Riset (PBR)” oleh Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si yang menekankan kepada tujuan, keutamaan dan manfaat PBR bagi dosen maupun mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si menyampaikan, pembelajaran berbasis riset membuat mahasiswa lebih mampu dalam berbagai hal, jika ingin melakukannya, maka perlu untuk memiliki bahan pembelajaran sehingga penting bagi setiap dosen menemukan penelitian dan menambahkannya dalam bahan ajar.