[email protected] 0251-8240773
Berita

Kuliah Tamu Agribisnis FAPERTA UNIDA Angkat Peran Agribisnis dalam Membangun Bangsa dari Desa

Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar kuliah tamu bertema “Peran Agribisnis dalam Membangun Bangsa dari Desa” pada Sabtu (13/12/2025) bertempat di Ruang Kelas B.208 Gedung B Kampus UNIDA. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Asep Syaiful Bahri, SP., M.Si., M.Par, alumni Agribisnis FAPERTA UNIDA yang kini berkiprah sebagai dosen di perguruan tinggi swasta serta praktisi pendamping desa wisata.

Kuliah tamu dibuka dengan sambutan dari dosen pengampu Mata Kuliah Agribisnis Dasar, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si serta Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam mata kuliah Manajemen Usahatani, Sosiologi Pertanian, Kewirausahaan, Agribisnis Dasar, Koperasi dan Kelembagaan Pertanian, serta Manajemen Strategi.

Dalam pemaparannya, Dr. Asep Syaiful Bahri, SP., M.Si., M.Par menekankan pentingnya penguatan agribisnis pedesaan melalui pengembangan pariwisata perdesaan. Menurutnya, agribisnis mencakup seluruh aktivitas bisnis pertanian mulai dari penyediaan input, proses budidaya, pengolahan hasil, pemasaran, hingga kelembagaan, yang terintegrasi dengan nilai-nilai budaya lokal.

Ia menjelaskan bahwa desa memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Sebagian besar penduduk dengan angka kemiskinan mayoritas berada di wilayah perdesaan, sementara sektor pertanian desa menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

“Oleh karena itu, sektor pertanian perlu memperoleh nilai tambah agar tetap menarik dan menguntungkan bagi petani, salah satunya melalui pengembangan desa wisata,” tuturnya.

Kabupaten Bogor, yang telah dikenal sebagai daerah tujuan wisata, saat ini memiliki sekitar 70 desa wisata. Dr. Asep, yang merupakan pendamping desa wisata di Kabupaten Bogor dan pernah terpilih sebagai Pendamping Desa Wisata Terbaik ke-3 Nasional Tahun 2019 oleh Kementerian Pariwisata, memaparkan beberapa contoh desa wisata seperti Desa Tugu Selatan, Desa Sirnajaya, dan Desa Batu Layang.

Berbagai paket wisata perdesaan yang diminati wisatawan antara lain aktivitas membuat kascing, menanam dan memanen padi, mengolah hasil pertanian seperti rengginang, keripik, dan kerupuk, hingga pengalaman menikmati masakan lokal di rumah petani yang difungsikan sebagai homestay. Setiap aktivitas disertai penjelasan nilai dan filosofi budaya, sehingga menghadirkan memorable tourism experience bagi wisatawan. Atraksi yang ditawarkan meliputi atraksi alam, budaya, maupun buatan.

“Pengembangan desa wisata mampu memberikan tambahan pendapatan bagi petani serta mendorong minat generasi muda desa untuk terjun ke sektor agribisnis. Dengan demikian, ketahanan pangan nasional dapat terjaga seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa,” terangnya.

Pengampu Mata Kuliah Agribisnis Dasar, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si menambahkan bahwa agribisnis memiliki ruang lingkup yang sangat luas dan dapat dikembangkan secara terintegrasi melalui konsep agrowisata.

“Cakupan agribisnis itu dimulai dari sektor produksi primer hingga kegiatan tersier. Agrowisata bisa hadir di setiap tahapan kegiatan produktif, sehingga pengembangan desa wisata mampu melibatkan banyak aktor di desa dan mendorong pemerataan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Agribisnis FAPERTA UNIDA, Siti Masithoh, S.Pt., M.Si, berharap kuliah tamu ini dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap penerapan agribisnis di lapangan.

“Melalui kuliah tamu ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga memperoleh gambaran nyata praktik pengembangan desa wisata. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan desa berbasis potensi lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan alumni dalam kegiatan akademik di lingkungan fakultas.

“Kami sangat mengapresiasi alumni yang bersedia berbagi pengalaman dengan mahasiswa. Kegiatan kuliah tamu seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin untuk memperkuat mimbar akademik, mempererat hubungan mahasiswa dan alumni, serta membangun jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri melalui praktisi yang berpengalaman,” tuturnya.