Kunjungan Delegasi Universitas Djuanda ke UiTM Shah Alam Malaysia
Shah Alam, Malaysia – Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor, Indonesia, baru-baru ini melakukan kunjungan resmi ke Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia, yang diterima oleh Assoc. Prof. Dr. Keshminder Singh Jit Sing selaku Head of Department of Post Graduate and Professional Studies, Dr. Azlul Kalilah Zaghlol sebagai Professional Studies Coordinator, dan Dr. Nisak Ahmad sebagai Head of International Collaboration Office.
Delegasi Universitas Djuanda dipimpin oleh Dr. Radif Khotamir Rusli, bersama dengan 11 orang lainnya dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Togar Natigor Siregar, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si., Irma Purnamasari, S.Sos., M.Si, Imam Abdul Aziz, SEI, M.Si., Dr. Ani Yumarni, SH., MH., Dr. Yulianingsih, SE., MM., Susi Maulidiah, ST., M.Kom., Faridah Handayasari, SP., MP. Serta mahasiswa yang mengikuti program mobility student antara lain Aditya Saputra Magister Manajemen Pendidikan Islam, Cayla mahasiswa Ilmu Hukum dan Muhammad Izra Pratama mahasiswa Teknologi Industri Pangan.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan akademik antara kedua universitas, khususnya dalam kerja sama bidang pendidikan dan penelitian. Selain itu, pembahasan mengenai berbagai peluang kerja sama juga menjadi salah satu agenda utama, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, matching grant dalam pengembangan kerja sama riset, dan publikasi hasil penelitian. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat jaringan internasional yang ada serta memperkaya pengalaman akademik bagi kedua belah pihak.
Selama kunjungan tersebut, delegasi dari Universitas Djuanda disambut dengan hangat dan penuh semangat oleh pihak UiTM. Agenda membahas rencana pengembangan pertukaran akademik yang saling menguntungkan, termasuk peluang untuk melakukan program mobilitas bagi mahasiswa. Dalam kesempatan ini, tiga mahasiswa dari Universitas Djuanda juga turut hadir sebagai bagian dari program mobility student yang menjadi bagian dari rencana kerja sama antara kedua institusi.
Pada kesempatan tersebut, dua seminar turut diselenggarakan dengan fokus pada tema riset dan pengembangan pendidikan. Imam Abdul Aziz, SEI, M.Si., yang merupakan bagian dari delegasi Universitas Djuanda, mempresentasikan karya ilmiahnya yang berjudul “Teori Konsumsi Islam dan Perilaku Donasi Online di Indonesia”. Presentasi ini membahas dinamika konsumsi dalam konteks nilai-nilai Islam serta pengaruhnya terhadap perilaku donasi online di Indonesia, sebuah topik yang relevan dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital saat ini.
Selain itu, Aditya Saputra, mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam, turut berkesempatan untuk mempresentasikan hasil risetnya dengan judul "Revitalizing Traditional Knowledge through Transformative Education: Indonesia's Strategy for Global Impact". Penelitian ini mengangkat pentingnya pemanfaatan pengetahuan tradisional dalam konteks pendidikan transformasional yang memiliki dampak global. Presentasi ini mencerminkan komitmen Universitas Djuanda dalam mengedepankan pendidikan yang relevan dan berkelanjutan.
Delegasi Universitas Djuanda juga diajak untuk melihat fasilitas-fasilitas canggih yang dimiliki oleh UiTM, yang mendukung berbagai program penelitian dan pembelajaran yang inovatif. Melalui kunjungan ini, kedua universitas berharap dapat mempererat kerja sama dalam bidang riset dan publikasi ilmiah. Salah satu area yang dibahas adalah kemungkinan pengembangan matching grant yang dapat memfasilitasi riset bersama di masa depan.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Radif Khotamir Rusli selaku pemimpin delegasi Universitas Djuanda mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak UiTM. Ia menyatakan bahwa kunjungan ini membuka peluang besar untuk kedua universitas dalam memperluas jaringan riset dan meningkatkan kualitas pendidikan. Harapannya, kerja sama yang terjalin dapat berlanjut dalam bentuk kolaborasi yang konkret dan saling menguntungkan.
Sementara itu, Dr. Keshminder Singh Jit Sing dari UiTM menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan bahwa UiTM sangat terbuka untuk kolaborasi internasional dalam berbagai bidang, terutama dalam pengembangan pendidikan dan penelitian. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara universitas di tingkat global untuk mencapai tujuan bersama dalam menciptakan pengetahuan yang berdampak luas.
Selain itu, Dr. Azlul Kalilah Zaghlol yang menjabat sebagai Professional Studies Coordinator juga menilai bahwa program kerjasama ini akan memberikan dampak positif bagi kedua institusi. Ia berharap program pertukaran dosen dan mahasiswa dapat menjadi titik awal bagi terwujudnya berbagai kolaborasi akademik yang lebih luas, serta memperkaya perspektif pendidikan di kedua universitas.
Sebagai bagian dari kunjungan, delegasi Universitas Djuanda juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan pihak UiTM mengenai perencanaan program penelitian bersama. Diskusi ini mencakup topik-topik riset yang relevan dengan kebutuhan industri, serta upaya meningkatkan kapasitas riset di kedua universitas melalui dana hibah dan kolaborasi internasional. Kedua pihak sepakat bahwa riset yang kolaboratif dapat menciptakan solusi yang inovatif untuk tantangan global.
Sebagai langkah lanjutan, kedua universitas sepakat untuk menyusun rencana aksi bersama, yang mencakup penyusunan proposal untuk pengajuan matching grant, pelaksanaan seminar internasional, serta program pertukaran mahasiswa dan dosen. Diharapkan, kolaborasi ini dapat memperkuat posisi Universitas Djuanda dan UiTM sebagai pusat pendidikan yang menghasilkan riset yang berdampak positif, baik di tingkat regional maupun global.
Kunjungan ini menandai babak baru dalam hubungan internasional antara Universitas Djuanda dan UiTM, dengan tujuan untuk bersama-sama mengembangkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Kedua belah pihak optimis bahwa kerjasama ini akan memberikan manfaat besar bagi kedua universitas, serta memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara global.
Radif
Email: [email protected]